
Wiliam yang berada didalam ruangan, terkejut saat mendengar pintu ruangannya terbuka. Ia ingin marah karena si tamu tidak mengetuk terlebih dahulu sebelum masuk. Tapi kemarahannya hilang saat melihat siapa yang masuk.
"Valeri," ucap Wiliam.
"Ya, ini aku," ucap Valeri.
"Tumben kesini," ucap Wiliam.
"Aku mau pergi," ucap Valeri.
"Pergi Kemana?" Tanya Wiliam dengan kening berkerut.
"Menjenguk Tuan besar Admaja," jawab Valeri.
"Ya sudah pergi saja. Besoknya juga kamu kembali, kayak dulu," balas Wiliam.
"Kali ini aku pergi lama. Ya, mungkin berbulan bulan " Ucap Valeri.
"What? Gila ya lu, pergi berbulan bulan. Gimana pekerjaanmu di rumah Gilang?" Tanya Wiliam.
"Aku dah resign," jawab Valeri.
"Tap-"
"Aku pergi sekarang. Jangan kasih tahu siapa siapa kalau aku bakalan pergi ke Singapura," Ucap Valeri.
Wiliam hanya diam.
"Sampai jumpa," ucap Valeri yang berlalu pergi.
Diluar ruangan Kinan berpapasan dengan Gilang.
"Kinan, kamu kok ada disini?" Tanya Gilang.
__ADS_1
"Saya ada urusan disini," jawab Kinan.
"Kalau begitu saya pergi dulu," ucap Kinan yang berlalu.
***
Rumah Ibu Sri.
"Bu, nanti sore Kinan mau pergi," izin Kinan kepada Ibu Sri yang sedang merapikan pakaian.
"Kemana nak?" Tanya Ibu Sri.
"Keluar negeri," jawab Kinan.
"Ngapain?" Tanya Ibu Sri menghentikan aktivitasnya.
"Ada urusan," jawab Kinan.
"Nanti juga ada yang akan jemput Ibu. Kinan gak mau Ibu sendirian," ucap Kinan.
"Supir Mami Hanny," jawab Kinan.
"Ibu siap siap saja. Sebentar lagi mungkin dia akan datang," ucap Kinan.
"Ibu disini saja. Lagian kamu perginya gak lama kan?" Tanya Ibu Sri.
"Kinan gak tahu, Bu. Urusan Kinan di sana banyak. Jadi mungkin Kinan di sana berbulan bulan," jawab Kinan.
"Kinan ke kamar ya, Bu" ucap Kinan.
Setelah mendapatkan jawaban Ibu Sri, Kinan pergi.
Dikamar, Kinan menelpon salah satu anak buahnya untuk menyiapkan tempat tinggal sekaligus pakaiannya.
__ADS_1
Setelah itu dia membersihkan diri, karena jam keberangkatannya sudah dekat.
***
Tidak lama kemudian, sebuah mobil berhenti didepan rumah. Seorang pria keluar dari mobil, ia memakai seragam khas sopir. Ia bernama Ceno. Ceno berjalan menuju pintu dan mengetuknya.
Kinan yang baru selesai memakai pakaian, mendengar suara ketukan. Ia segera berlari membukakan pintu.
"Permisi Nona, saya disuruh Nyonya Hanny untuk menjemput Anda," ucap Ceno.
Kinan mengangguk dan mempersilahkannya untuk masuk.
Ibu Sri yang mendengarkan suara ribut, segera keluar kamar.
"Ibu, perkenalkan ini Pak Ceno, supir Mami Hanny," ucap Kinan yang menyadari keberadaan Ibu Sri.
Ibu Sri mengangguk mengerti.
"Salam Nyonya," salam Ceno.
"Salam," balas Ibu Sri.
"Ibu sudah siap? " Tanya Kinan.
"Iya," jawab Ibu Sri.
"Ibu harus pergi sekarang," ucap Kinan.
"Tapi nak, Ibu belum mengemas pakaian," ucap Ibu Sri.
"Ibu tenang saja, Mami bilang nanti Mami akan membelikan Ibu pakaian baru," ucap Kinan.
Mata Ibu Sri membulat tak percaya. Sungguh baik Tuhan kepadanya, memberikannya banyak rezeki melimpah. Contohnya saja seperti ini, Tuhan telah memberikan Kinan untuk diurus olehnya. Baginya Kinan bukanlah beban, tapi penyemangat hidupnya. Kinan telah menghilangkan kesepian didalam hatinya.
__ADS_1
"Makasih nak, kamu telah mengubah hidup Ibu menjadi sangat bahagia. Walau kamu tahu, Ibu bukan ibu kandungmu. Kamu masih tetap baik dan sayang kepada Ibu. Terima kasih, nak," ucap Ibu Sri seraya memeluk Kinan.
"Kinan juga mau berterima kasih. Kalau Ibu tidak menyelamatkan Kinan, mungkin sekarang Kinan sudah tidak bisa melihat dunia lagi," ucap Kinan membalas pelukan Ibu Sri.