
"Mama," ucap Devina penuh kerinduan.
Tanpa memikirkan keadaan, Devina langsung berlari memeluk Mamanya tersayang.
Mama Diya yang datang bersama Imel dan dua penjaga tersenyum lembut kepada anaknya.
"I-ini benar Mama kan?" ucap Devina memastikan.
"Iya sayang, ini Mama," ucap Mama Diya.
Semua tamu tampak merasa haru. Ada juga sebagian yang kesal dengan Bram.
"Kalian semua jangan memfitnah anakku. Kami tidak pernah memaksanya melakukan pernikahan ini. Wanita gila itu memfitnah kami," ucap Ayah Berlyn sambil menunjuk Kinan.
Kinan diam, dia masih tenang malahan sikapnya sangat santai.
"Anakku adalah orang yang baik baik. Banyak sekali wanita diluar sana yang mengantri untuk menjadi menantuku. Tapi apa, anakku ini masih baik mau memilih seorang gadis gelandangan sepertinya," ucap Ayah Berlyn.
Terdengar suara tawa yang sangat keras menggelar di seluruh ruangan.
"Maaf maaf, aku tidak bisa mengendalikan diri untuk tertawa," ucap Kinan yang kembali tertawa.
__ADS_1
"Tuan Nilvam Anda ini bodoh atau pura pura bodoh? Memang banyak wanita diluar sana yang mau menikahi putramu. Tapi semuanya wanita tidak jelas," ucap Kinan.
"Hentikan omong kosong mu itu. Aku bisa menuntut mu atas tuduhan pencemaran nama baik," ancam Tuan Nilvam.
"Lakukan saja. Saya akan menuntut balik kalian sekeluarga," ucap Kinan tegas.
"Ok, saya memang memfitnah kalian. Tapi apa buktinya?" Tanya Kinan.
"Beri kami waktu untuk mengumpulkan bukti," Ucap Tuan Nilvam.
"Waktunya 5 menit dari sekarang," ucap Kinan santai.
"Hey jangan mengatur diriku. Aku yang akan menentukan waktunya," Ucap Tuan Nilvam.
"Dan tentunya bukti itu akan merugikan Anda dan putra Anda," ucap Kinan.
Tuan Nilvam menyuruh semua anak buahnya mencari bukti tentang wanita yang telah merusak pernikahan putranya. Wanita yang dia sendiri tidak tahu siapa namanya.
5 menit kemudian
"Waktumu habis tuan Nilvam," ucap Kinan.
__ADS_1
Mulut tuan Nilvam tertutup rapat dengan rahang yang mengeras. Ia tidak bisa mendapatkan sedikit bukti pun. Walau mulutnya tertutup, tapi matanya menatap tajam kepada Kinan. Seolah menunjukkan betapa kesalnya dia kepada Kinan.
"Matikan semua kamera," titah Kinan.
Para wartawan melakukan apa yang diperintahkan Kinan. Tapi didalam hati mereka menggerutu.
"Saya memberikan kesempatan untuk anda jujur tuan Nilvam. Jika Anda jujur maka itu akan mengurangi rasa malu Anda," ucap Kinan.
"Aku tidak berbuat kesalahan. Lalu untuk apa aku jujur," ucap Nilvam.
"Tuan Bram, apa anda tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Kinan.
"Tidak ada," jawab Bram.
"Tadi saya berpikir untuk mempermudah ini. Tapi ternyata kalian tidak ingin bekerja sama. Jadi saya tidak akan segan segan untuk membongkar semua kebusukan kalian," ucap Kinan.
"Siapapun wartawan yang ingin menayangkan siaran ini, silahkan. Saya tidak akan mengganggu pekerjaan kalian. Saya juga ingin menunjukkan kepada seluruh dunia siapa Bramsen Nilvam sebenarnya," ucap Kinan lantang.
Semua para wartawan menghidupkan kamera masing masing.
"Oke kalau begitu. Kita beri bukti tentang kejahatan Bramsen Nilvam," ucap Kinan.
__ADS_1
Layar yang berada didepan mereka menunjukkan sebuah rekaman. Rekaman yang menunjukkan Bram tengah mengancam dokter Nil.
"Jika kau membongkar semuanya. Maka aku akan membunuh Ibu dan adikmu itu," kata kata Bram didalam video.