
Sudah sebulan sejak kematian Valeri. Kini Gilang mengadakan sebuah konferensi pers untuk menyatakan semua kebenaran yang terjadi. Mulai dari Valeri yang tiada setahun lalu, Valeri yang tiba tiba masih hidup dan dinyatakan meninggal sebulan lalu. Dan tentang sangkut paut kejahatan dari Jodi Nilvam terhadap kasus Valeri.
"Selamat pagi semua saudara pers," sapa Gilang.
"Pagi Tuan Gilang," balas seluruh peserta pers
"Saya berada disini untuk menyatakan kebenaran tentang tunangan saya yang dikabarkan telah meninggal sebulan yang lalu," ucap Gilang.
"Tapi sebelum itu, saya memberikan kesempatan untuk 3 wartawan bertanya. Masing masing hanya diperbolehkan bertanya sekali," ucap Gilang.
Para wartawan berebut rebut untuk menjadi salah satu dari 3 wartawan tersebut.
"Pilih tiga wartawan," titah Gilang kepada asistennya.
Asistennya mengangguk dengan patuh, lalu segera memilih 3 wartawan yang langsung maju 3 langkah.
"Apakah benar Nona Valeri selamat dari kecelakaannya dan meninggal sebulan lalu?" Tanya wartawan 1.
"Apakah Tuan Jodi adalah dalang dari semua peristiwa yang Nona Valeri alami?" Tanya wartawan 2.
"Apakah Tuan memiliki bukti tentang kejahatan Tuan Jodi?" Tanya wartawan 3.
Setelah mengutarakan pertanyaan, mereka kembali ketempat semula.
"Baiklah, terima kasih untuk para wartawan yang sudah bersedia mengutarakan pertanyaannya," ucap Gilang.
__ADS_1
"Tapi sebelum saya menjawab pertanyaan kalian. Saya mengundang seseorang untuk naik ke atas panggung," ucap Gilang.
Seorang wanita dengan gaun berwarna gold yang berkilau kilau dan menggunakan sepatu kaca.
Semua orang yang hadir terkejut melihat sosok wanita yang mereka kira sudah tiada.
"Valeri, kemari lah" ucap Gilang seraya mengulurkan tangannya.
Valeri tersenyum seraya menerima uluran tangan Gilang.
*Flashback on
Satu bulan yang lalu, di mobil ambulans.
"The situation is secure, Miss. You can wake up now," ucap Dokter. (Situasinya sudah aman, Nona. Anda bisa bangun sekarang)
Tiba tiba saja Valeri duduk dari baringnya. Membuat Gilang, Justin, dan Cherry terkejut.
"Ghost," Teriak Cherry. (hantu)
"Cherry, ini aku Valeri bukan hantu," ucap Valeri.
"Valeri kamu hidup lagi?" Tanya Justin.
"Aku gak mati, hanya berpura pura," ucap Valeri.
__ADS_1
Tiba tiba saja, Gilang sudah memeluk Valeri sambil menangis.
"Kenapa kamu berpura pura? Ini sungguh tidak lucu," ucap Gilang.
"Gilang, maaf kan aku jika membuatmu sedih. Tapi ini sungguh perlu dilakukan," ucap Valeri membalas pelukan Gilang.
"Kamu hampir membuat jantungku berhenti berdetak," ucap Gilang.
"Sorry," balas Valeri.
Lalu Gilang melepaskan pelukannya dari Valeri.
"Thank you very much, Doctor" ucap Valeri kepada Dokter wanita tersebut.
"You're welcome, Miss," balas Dokter.
"Bisa kamu jelaskan semua ini?" Tanya Gilang.
"Tentu,"
Valeri terdiam sesaat mencoba menyusun kata kata yang akan dia katakan.
"Sebenarnya aku menyuruh beberapa anak buah ku untuk menyusup kedalam mereka. Karena aku mendengar dari pengawal lain, bahwa Tuan Jodi dan keluarganya kabur dari tempat aku menyembunyikan mereka. Anak buah yang ku suruh mengawasi mereka mengetahui rencana mereka yang akan membunuhku. Aku menyiapkan sebuah rencana agar dia menganggap aku sudah tiada. Sehingga orang orang yang bersekutu dengannya akan lengah dan kita bisa menangkapnya. Anak buah ku mengganti pistol yang digunakan Jodi menjadi pistol mainan dan aku menaruh kantong darah diperut ku, karena anak buah ku mengatakan Jodi akan menembak ku di bagian perut. Jadi saat peluru mainan itu mengenai perutku, kantong darahnya bocor," jelas Valeri.
Flashback off*
__ADS_1