
Pak Ceno mengeluarkan sebuah tas kecil dari dalam mobil, lalu memberikannya kepada Kinan.
"Nyonya menyuruh saya memberikan ini kepada Nona," ucap Pak Ceno seraya menyerahkan tas kecil itu.
Kinan mengangguk seraya menerima tas tersebut.
Pak Ceno dan Ibu Sri masuk kedalam mobil. Dalam sekejap mata mobil sudah hilang dari pandangan Kinan.
Sedangkan Kinan, ia memesan taksi online untuk mengantarnya ke bandara. Dia pikir, kalau Pak Ceno mengantarnya ke bandara setelah itu mengantar Ibu Sri ke rumah Rahardian. Pasti Pak Ceno akan kelelahan. Apalagi jarak antara bandara dan rumah Ibu Sri sangat jauh, ditambah lagi macet.
Tidak berapa lama taksi online yang dipesan Kinan sudah tiba. Tanpa menunggu lama, Kinan segera masuk kedalam taksi.
45 menit kemudian, Kinan sudah tiba di bandara.
Tepat pukul 15.30 pesawat yang menuju Bandar Udara Changi sudah lepas landas.
Perjalanan dari Jakarta-Singapura menempuh waktu 1 jam 30 menit, tapi karena ada sedikit kendala. Perjalanan jadi menempuh 1 jam 50 menit.
Pukul 18.20 waktu Singapura, Kinan sudah tiba di Bandar Udara Changi. Sebuah mobil sudah menunggu Kinan. Kinan masuk kedalam mobil tersebut. Dan mobil itu melaju meninggalkan Bandar Udara Changi menuju Rumah Sakit Mount Elizabeth.
Pertama tama yang dilakukan Kinan setiba di rumah sakit adalah menuju meja resepsionis. Sedangkan orang yang mengantarnya tadi sudah pergi entah kemana.
__ADS_1
"Excuse me, sir. Where is the room in the name of Mr. Admaja?" Tanya Kinan. (Permisi, tuan. Dimana ruangan atas nama Tuan Admaja?)
"The room in the name of Mr. Admaja is on the xx floor xx number," jawab resepsionis. (Ruangan atas nama Tuan Admaja berada dilantai xx nomor xx)
"Thank you," balas Kinan.
Setelah mendapat jawaban atas pertanyaannya, Kinan pergi keruangan Tuan Admaja mengikuti petunjuk dari resepsionis.
Beberapa pria yang diperintahkan Kinan untuk menjaga Tuan Admaja menunduk saat melihat dirinya.
"Bagaimana keadaannya? " Tanya Kinan.
"Amnesia?" Tanya Kinan memastikan.
"Iya Nona," jawab Preno.
"Sudah kuduga," gumam Kinan lirih dengan senyum yang penuh arti.
"Baiklah. Apa semua keperluanku disini sudah disiapkan?" Tanya Kinan.
"Sudah Nona," jawab Preno.
__ADS_1
Kinan mengangguk angguk, lalu ia melangkahkan kakinya memasuki ruang inap.
"Siapa kau?" Tanya Tuan Admaja saat melihat Kinan ada dihadapannya.
"Aku anak dari sahabat, Om. Putri dari keluarga Rahardian, Valeri Selen Rahardian. Mantan calon menantu Om," jawab Valeri.
"Tapi kenapa aku tidak mengingatmu. Apa kau membohongiku?" Tanya Tuan Admaja.
Valeri mengeluarkan sesuatu dari tas mini yang ia bawa. Tas ini diberikan oleh Mami Hanny lewat pak Ceno.
Valeri mengeluarkan selembar foto dari dalam tas, lalu memperlihatkannya kepada Tuan Admaja.
"Ini adalah foto keluarga Anda dan ini foto saya dan anak Anda dihari pertunangan," ucap Valeri.
Didalam foto terlihat seluruh anggota keluarga Admaja orang. Yaitu, Tuan besar Admaja, Nyonya Admaja, Tuan muda Admaja, dan Nona Admaja.
"Apa ini benar aku?" Tanya Tuan Admaja seraya menunjuk dirinya didalam foto.
"Iya, Om," ucap Valeri.
"Aku berjanji, aku bakalan membantu om untuk mengingat kembali masa lalu, Om" janji Valeri.
__ADS_1