
Kinan tersenyum mengejek.
"Kalau begitu, perkenalkan namaku Jiji," ucap Kinan.
"Jiji, Cih. Nama yang jelek sama seperti orangnya," cibir Berlyn.
Kinan tertawa. Tentunya tawa yang seram.
"Aku memang jelek, tapi masih memiliki moral. Bukan seperti kalian. Ayahnya membuang istrinya. Adiknya bergonta ganti wanita. Meniduri wanita tanpa sebuah ikatan. Dan kau (menunjuk Berlyn), KAU ADALAH PENYEBAB KECELAKAAN NONA VALERI JUGA PELAKU ATAS KEBAKARAN PABRIK INI. KAU MENYEMBUNYIKAN TUAN BESAR ADMAJA. MENYIKSANYA TANPA AMPUN," teriak Kinan yang lepas kendali. Tanpa terasa air mata mulai berjatuhan di pipinya. Mengingat betapa menderitanya dirinya juga tuan besar Admaja.
"Tutup mulutmu," teriak Berlyn.
"Apa yang kukatakan salah, Nona Berlyn?" Tanya Kinan yang sok kuat. Padahal hatinya hancur berkeping keping.
"I-itu ti-tidak be-benar," ucap Berlyn gugup.
"Kalau memang tidak benar. Kenapa Anda gugup?" Tanya Kinan.
"Ayah seperti apa yang mendidik mu?" Tanya Kinan mencoba memancing amarah Berlyn.
"Tutup mulutmu wanita gila," ucap Jodi Nilvam.
"Tutup mulutnya," perintah Kinan kepada anak buahnya.
__ADS_1
Kinan tidak suka dan tidak mau pembicaraannya diganggu.
Kini mulut Jodi sudah dilakban sama seperti anak bungsunya, Bram.
"Lalu, ibu seperti apa yang telah melahirkan mu? Sehingga sifat mu seperti itu?" lanjut Kinan.
"Hey, jangan menghina ibuku," ucap Berlyn tak terima Ibunya dihina.
Sejahat jahat apapun seseorang. Ia pasti memiliki kasih sayang kepada Ibunya. Walau bibir mengatakan tidak, tapi hati tidak bisa berbohong.
"Kalau kau tidak suka mendengar hinaan tentang Ibumu, kenapa kau membiarkan Ibumu dibuang oleh ayahmu? Kenapa kau memisahkan seorang anak dari Ibunya? Kenapa kau memisahkan seorang Ayah dari anak anaknya? Kenapa juga kau memisahkan seorang istri dari suaminya? KENAPA HAH?" tanya Kinan yang menjadi emosional.
"Harta, karena aku menginginkan harta," jawab Berlyn yang serasa tidak berdosa.
"Apa kau pikir kasih sayang seorang Ibu bisa dibandingkan dengan harta? Harta bisa dicari. Tapi Ibu, tidak bisa digantikan. Seorang anak membutuhkan kasih sayang Ibunya," ucap Kinan.
Berlyn terdiam.
"Kenapa diam? " Tanya Kinan.
"Kau benar. Aku memang salah. Aku adalah penyebab kecelakaan Valeri. Aku jugalah yang membuat pabrik ini terbakar. Aku menculik Tuan besar keluarga Admaja dan menyiksanya," Jawab Berlyn dengan wajah menyesalnya.
"Hahaha..." Kinan malah tertawa.
__ADS_1
"Maaf ya Nona muda Nilvam. Kau tidak bisa membodohi ku. Aku sudah mengenalmu sejak lama. Jadi kau tidak akan bisa menipuku dengan wajahmu itu," ucap Kinan.
"Walau perkataan mu benar, tapi wajahnya menipu," lanjut Kinan
Berlyn nampak terkejut. Karena rencananya langsung bisa dibaca oleh Kinan. Tapi rasa terkejutnya itu ia coba sembunyikan.
"Siapa sebenarnya kau?" tanya Berlyn.
Berlyn tidak percaya bahwa manusia didepannya ini bernama Jiji. Ia tidak mengenal siapapun bernama Jiji. Tapi manusia itu mengatakan bahwa ia sudah mengenal Berlyn sejak lama.
"Kalau aku mengatakan siapa diriku sebenarnya. Apa kau akan percaya?" Tanya Kinan.
"Kalau kau memang jujur, aku akan percaya," jawab Berlyn.
Kinan kembali tertawa.
"Berhenti tertawa, tidak ada yang lucu," tegur Berlyn yang terlihat mulai jengkel.
"Apa Anda mulai jengkel dengan saya?" Tanya Kinan.
Berlyn tampak membuang muka.
"Saya pun sama. Saya sangat jengkel melihat Anda. Melihat sebuah upaya anda merayu calon suami saya," ucap Kinan.
__ADS_1