
"A few days ago I bumped into someone, so the invitation that was in the bag fell. And maybe that person accidentally took it," jelas Nyonya Parny. (Beberapa hari yang lalu saya menabrak seseorang, sehingga undangan yang berada didalam tas terjatuh. Dan mungkin orang itu tidak sengaja mengambilnya)
"Oh, I see. Aren't you coming to this event Mrs. Parny?" Tanya Valeri.Oh, begitu ya. (Apakah Anda tidak akan datang ke acara ini Nyonya Parny?)
"Sorry, Miss. But now I am busy. Please send my congratulations to Mr. Justin," jawab Nyonya Parny. (Maaf, Nona. Tapi sekarang saya sedang sibuk. Tolong kirim kan ucapan selamat saya kepada Tuan Justin)
"It's okay, Mrs. Parny. If so, that's it. Sorry to bother you," balas Valeri. (Tidak apa-apa, Nyonya Parny. Kalau begitu sudah dulu ya. Maaf mengganggu Anda)
Valeri memutuskan sambungan telepon, lalu ia melirik jam dipergelangan tangannya.
"Preno, awasi semua para tamu. Aku akan turun sekarang," ucap Valeri.
"Baik, bos" balas Preno.
Segera Valeri pergi dari ruang monitor untuk membawa Cherry ke pelaminan.
Ditengah jalan, Valeri menabrak seseorang.
"Sorry, Madam" ucap Valeri.
Valeri mendongakkan wajahnya melihat orang yang ia tabrak. Dan ternyata dia adalah wanita yang Valeri curigai.
"It's ok, Miss," balas wanita itu.
__ADS_1
Setelah wanita itu pergi, Valeri pun pergi menuju kamar rias Cherry.
Pernikahan berjalan lancar, sampai ketika pesta resepsi segerombolan orang masuk dengan paksa sehingga para pengawal yang berjaga berusaha menahannya.
Segerombolan orang itu malah memukul salah para pengawal. Para pengawal pun membalas pukulan mereka. Hingga terjadi peristiwa saling mukul memukul.
Sedangkan para tamu malah panik dan membuat seisi ruangan menjadi berisik.
"Valeri ada apa ini?" Tanya Justin.
"Kita harus segera keluar dari sini," ucap Valeri.
"Tapi kenapa?"
Tiba tiba Preno datang menghampiri mereka.
"Bos, semua gedung dikepung," ucap Preno.
"Bagaimana mungkin bisa dikepung? Apa saja tugas para pengawal yang ku perintahkan menjaga gedung ini?" Tanya Valeri sedikit membentak.
"Semua pengawal kita yang diperintahkan menjaga gedung, hilang, bos" jawab Preno.
"Bawa pengawal yang tersisa, selain yang didepan pintu. Utama kan keselamatan Cherry, karena dialah yang diincar," ucap Valeri.
__ADS_1
"Justin kamu juga jaga Cherry," ucap Valeri.
"Valeri apa kamu yakin Cherry yang diincar?" Tanya Gilang.
"Iya," jawab Valeri.
"Sebaiknya kamu juga jaga Cherry," ucap Valeri.
"Tapi kalau aku pergi, siapa yang jaga kamu?" Tanya Gilang.
"Tenanglah, aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku sudah menguasai ilmu pela diri," jawab Valeri berbohong.
Valeri tidak ingin Gilang mengkhawatirkannya. Karena kalau bersama Gilang akan dalam bahaya.
"Tapi tetap saja aku ingin menjagamu," ucap Gilang.
"Jangan mengajak aku berdebat sekarang, Gil. Tolong turuti aku. Kamu tahu untuk kali ini semua yang aku ucapkan sudah aku pikirkan matang matang. Jadi tolong turuti aku," ucap Valeri.
Gilang hanya bisa menghembuskan nafas kasar menghadapi sikap Valeri yang keras kepala.
"Baiklah, tapi sebelum itu kamu harus janji sama aku. Berjanjilah kamu akan baik baik saja dan tidak akan meninggalkanku," pinta Gilang seraya meletakkan jari kelingkingnya diantar mereka berdua.
"A-aku berjanji," ucap Valeri sedikit gugup.
__ADS_1