
Orang itu mengangguk.
Sekitar setengah jam, seorang wanita dan pria keluar dari toilet. Setelah mereka menjauh, Kinan kembali masuk kedalam toilet. Lalu Kinan mengambil sebuah kamera kecil yang diletakkannya didekat wastafel.
"Tidak akan kubiarkan kau menikah dengan sahabatku," gumam Kinan. Ada kebencian didalam suaranya. Ya, orang yang tadi adalah Bram.
Setelah dari toilet, Kinan pergi keruang direktur.
"Wiliam," teriak Valeri kegirangan didepan pintu.
Wiliam yang sedang menelpon terkejut mendapati Valeri.
"Pelan kan suaramu," ucap Wiliam.
"Ok," ucap Valeri tanpa suara.
"Ada apa?" tanya Wiliam seraya meletakkan ponselnya.
"Tadi siapa?" tanya Valeri balik.
"Gilang," jawab Wiliam.
"Kalian bicara apa?" tanya Valeri antusias.
"Dia bilang, dia mulai membuka hatinya kepada seseorang," jawab Wiliam yang membuat Valeri menciut.
"Apa mungkin itu aku?" tanya Valeri.
"Gak tahu juga, Gilang gak bilang apa apa tadi," jawab Wiliam.
"Oh, gitu ya. Berarti aku udah kalah dong sama cewek yang Gilang suka," ucap Valeri.
__ADS_1
"Mau menyerah sebelum berjuang?" Tanya Wiliam.
"Kalau Gilang nya suka sama cewek lain. Ya gak papa, asalkan dia bahagia. Tapi aku gak akan biarin kalau Gilang sama Berlyn," Jawab Valeri.
"Pesimis amat, neng" ucap Wiliam.
"Bukan pesimis, hanya merelakannya untuk bahagia," ucap Valeri.
"Ya lupain ajalah. Kamu kok pulang sekarang?" tanya Wiliam.
"Urusanku di sana sudah selesai. Kemarin salah satu anak buah ku menelpon ku dan memberitahukan informasi penting. Jadi aku pulang untuk menyelesaikannya," jawab Valeri.
" Lalu, kenapa kamu kesini?" tanya Wiliam.
"Apa kamu tahu? Tadi aku melihat sesuatu," ucap Valeri yang kembali ceria.
"Apa?" tanya Wiliam.
Wiliam mengambil sesuatu dari kamera lalu memasukkannya kedalam komputer.
Pertama hanya terdengar suara. Lalu sepasang kekasih keluar dari salah satu toilet. Didepan wastafel terlihat mereka sedang ciuman panjang. Lalu mereka pergi keluar toilet.
"Apa apaan ini?" tanya Wiliam.
"Maaf maaf, aku lupa memberitahumu. Sabtu depan akan ada sebuah pernikahan besar. Anak dari seorang pengusaha besar dan adik dari model papan atas akan menikah. Apa kamu tahu siapa dia?" tanya Valeri.
"Aku tahu, dia adik Berlyn. Namanya Bram," jawab Wiliam.
"Benar sekali. Dan pria di video itu adalah mempelainya," ucap Valeri.
"Lalu?" tanya Wiliam.
__ADS_1
"Video itu bisa dijadikan bukti untuk menggagalkan pernikahannya," jawab Valeri senang.
"Valeri, jangan coba coba mengkhianati temanku," Ucap Wiliam yang mengira Valeri jatuh hati kepada Bram.
"Hey, jangan bodoh. Aku tidak mencintai Bram. Aku setia kepada Gilang. Kalau aku mau, aku bisa mencari pasangan baru Di Singapura. Tapi apa, aku tidak mencarinya kan. Karena aku mencintai Gilang seorang," Ucap Valeri.
"Lalu apa maksudnya kau ingin membatalkan pernikahan Bram?" tanya Wiliam.
"Aku malas bicara denganmu. Aku mau pergi," ucap Kinan tanpa menjawab pertanyaan Wiliam.
Kinan pergi meninggalkan rumah sakit menuju cafe milik keluarga Rahardian.
"Selamat datang di cafe kami," sapa seseorang didepan pintu masuk.
Kinan tersenyum mengangguk lalu masuk kedalam cafe.
Kinan mengedarkan pandangannya mencari Imel.
"Imel," panggil Kinan kepada Imel yang ingin naik ke panggung.
"Hay Kinan," sapa Imel.
"Hai. Apa kamu masih bekerja?" tanya Kinan.
"Iya," jawab Imel.
"Pulang kerja jam berapa?" tanya Kinan.
"Jam empat sore," jawab Imel.
"Boleh aku mengantarmu pulang?" tanya Kinan.
__ADS_1