Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Sindiran Atau Pujian


__ADS_3

Valeri pergi dari kantor Mr Herman setelah menerima banyak sekali kebenaran dengan sebuah map ditangannya. Map itu berisikan semua bukti kebenaran yang ia terima tadi.


Setelah pergi dari kantor Mr Herman hanya ada satu tujuan Valeri, yaitu apartemen.


Valeri memutuskan untuk memberitahu masalah itu kepada Gilang, karena walau bagaimana pun Gilang adalah rekan hidupnya di masa depan. Dan Valeri juga sangat percaya, bahwa Gilang akan menjadi rahasia itu dengan baik.


Sedangkan Justin, Valeri tidak akan memberitahu nya. Bukan karena Valeri tidak mempercayai Justin, tapi karena Valeri hafal sikap Justin yang akan melakukan apa pun untuk orang tersayang nya, termasuk Cherry.


Jika Justin mengetahui bahwa nyawa Cherry dalam bahaya, maka dia akan melakukan upaya apapun yang bisa saja membuat celah untuk Nyonya Desty melenyapkan Cherry.


***


"Valeri," ucap Gilang tersenyum saat melihat kekasihnya.


Valeri tersenyum membalas Gilang.


"Apa masalahnya sudah selesai?" Tanya Gilang.


"Ntahlah, aku gak tahu masalah ini bisa di bilang selesai atau gak," jawab Valeri ambigu.


"Maksud kamu apa?" Tanya Gilang bingung.


"Kamu gak keberatan kalau aku..." Valeri tampak ragu ragu.


"Ada apa? Apa masalahnya berat?" Tanya Gilang.

__ADS_1


"Lebih berat dari masalah Devina beberapa bulan lalu," jawab Valeri.


"Berarti masalahnya belum selesai?" Tanya Gilang.


"Menurutku sih, iya" jawab Valeri.


"Kamu mau cerita sama aku?" Tanya Gilang.


"Kamu gak keberatan?" Tanya Valeri balik.


"Gak," jawab Gilang.


Valeri menarik nafas dalam dalam sebelum menghembuskan nya perlahan lahan.


Gilang mengangguk setuju.


Valeri pun menceritakan apa yang dikatakan Mr Herman kepadanya. Ia juga memberikan map yang Mr Herman berikan untuk Gilang baca.


"Jadi orang yang dianggap Ibu kandung oleh Nona Cherry sebenarnya adalah Ibu tirinya?" Tanya Gilang.


Valeri mengangguk mengiyakan.


"Betapa bodohnya aku, sampai sampai aku tidak menyadarinya. Dulu aku pernah menaruh curiga kepada wanita itu. Tapi aku tidak meladeni pemikiran ku itu dan malah berusaha bersikap positif. Sekarang aku menyesali hal itu," ucap Valeri yang sangat menyesal.


"Apa kamu yakin akan menyembunyikan kebenaran besar ini dari Tuan Justin?" Tanya Gilang.

__ADS_1


"Aku yakin," jawab Valeri.


"Justin itu sama kayak kamu, sangat menyayangi kekasihnya. Tapi juga ceroboh dan kecerobohan tersebut, bisa saja menjadi kesempatan bagi Nyonya Desty," jelas Valeri.


"Ini pujian atau sindiran?" Tanya Gilang.


"Eh..." Valeri menatap Gilang, bingung dengan pertanyannya yang tiba tiba.


"Ini pujian atau sindiran?" Ulang Gilang dengan tatapan serius.


"Kok topiknya jadi berubah," gumam Valeri dalam hati.


"Kok tiba tiba kamu nanya gitu?" Tanya Valeri.


"Jawab dong, Val" desak Gilang.


"Ok. Kalau menurutku itu bukan sindiran dan bukan pujian," jawab Valeri.


"Kenapa begitu?" Tanya Gilang.


"Kalau pun dikatakan sindiran, tapi itu merupakan bentuk kasih sayang seseorang yang menginginkan kekasihnya baik baik saja. Sebaliknya, kalau dikatakan pujian. Itu juga tidak benar, karena orang itu bisa saja ceroboh sehingga mengakibatkan nyawa orang yang ingin ia tolong dalam bahaya," jelas Valeri.


"Jadi, apa kami salah jika menghawatirkan orang yang kami cintai?" Tanya Gilang.


"Gak salah, tapi kalian harus hati hati dan mempersiapkan rencana kalian dengan persiapan yang sangat sangat matang, sehingga kalian bisa memprediksi apa yang akan terjadi," jawab Valeri bijak.

__ADS_1


__ADS_2