Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Penyelamatan


__ADS_3

"Baiklah Nona, saya akan bantu sebisa mungkin. Di rumah ini ada sebuah lorong rahasia yang tersambung ke kamar Tuan Nil. Lorong itu terdapat di garasi," ucap Satpam.


"Tapi bagaimana Nona masuk kedalam garasi. Sementara banyak sekali pengawal berjaga di sana?" tanya Satpam.


Kinan melirik sekitar, dari kejauhan ia melihat sebuah mobil yang sangat familiar baginya.


"Begini saja Pak, nanti Bapak tolong berhentikan mobil itu didepan gerbang. Saya akan menggunakan kesempatan itu untuk masuk kedalam mobilnya," ujar Kinan.


Satpam kembali ketempat semula. Mobil yang terlihat dari kejauhan tadi mulai mendekat. Mobil itu berhenti tepat didepan gerbang.


Kinan menggunakan kesempatan itu untuk masuk kedalam mobil yang diyakininya adalah mobil milik Berlyn.


Kinan merasakan mobil bergerak, setelah beberapa detik mobil berhenti kembali.


Kinan menunggu sekitar 5 menit agar Berlyn keluar dan menjauh dari mobil. Setelah dirasa Berlyn menjauh, Kinan keluar dari dalam mobil. Untungnya mobil berada di garasi, jadi dia tidak perlu repot repot menyelinap mencari garasi.


Kinan mengetuk semua sisi garasi. Setelah merasakan suara yang berbeda, Kinan yakin itulah pintu lorong. Kinan membuka lantai yang ada dibawahnya. Dan benar, itu adalah lorong rahasia.


Kinan turun kebawah, lalu menutup lantai yang kini ada diatasnya.


Kinan berjalan menyusuri lorong dengan ditemani cahaya dari ponselnya. Tiba diujung lorong, Kinan yang ingin membuka pintu mendengar sesuatu yang menghentikan langkahnya. Ia mendengarkan pembicaraan didalam sana.

__ADS_1


Setelah Berlyn dan adiknya, Bram keluar, barulah Kinan membuka pintu lebar lebar.


"Kamu dokter Nil?" tanya Kinan.


Orang yang sedang terduduk itu mendongakkan kepalanya.


"Siapa kau?" tanya orang itu.


"Perkenalkan namaku Kinan. Apa benar kamu dokter Nil?" tanya Kinan sekali lagi.


Orang itu mengangguk.


"Tidak, aku tidak bisa," tolak Dokter Nil saat Kinan ingin menarik tangannya.


"Aku tahu kalau mereka mengurung Ibu dan adikmu. Kalau kamu pergi maka nyawa mereka taruhannya. Aku mendengar segalanya. Tapi apa kamu tidak berpikir bagaimana nasib seorang gadis yang dipaksa menikah hanya karena laporan mu yang menyatakan Ibunya terkena kanker?" tanya Kinan.


"Aku tau aku salah. Tapi Ibuku lebih penting dari segalanya. Walau aku harus mati demi Ibuku, aku rela," ucap Dokter Nil.


Sebuah dering ponsel milik Kinan membuat mereka berdua terdiam. Dering itu menandakan pesan masuk.


"Dimana orang tuamu disekap?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Di gudang," jawab Dokter Nil.


"Letaknya?" tanya Kinan.


"Ada dibelakang rumah ini, disebelah barat," Jawab Dokter Nil.


"Jika aku berhasil menyelamatkan Ibu dan adikmu. Maka kamu harus ikut bersamaku. Dan kamu juga harus menyatakan kebenaran," ucap Kinan.


"Baiklah aku berjanji," ucap Dokter Nil.


10 menit kemudian suara dering yang sama dari ponsel Kinan mencuri perhatian mereka.


Disaat di mobil tadi, Kinan menyuruh anak buahnya untuk datang. Dering yang pertama tadi mengatakan bahwa mereka sudah tiba dan Kinan menyuruh mereka untuk menyelamatkan Ibu dan adik Dokter Nil. Dering yang sekarang berisikan foto Ibu dan adik perempuan dokter Nil dengan beberapa pengawal dibelakang mereka.


Kinan menunjukkan foto itu kepada Dokter Nil.


"Apa sekarang kita bisa pergi?" tanya Kinan.


Dokter Nil mengangguk dengan mantap.


Mereka berdua keluar melewati lorong rahasia. Tiba diujung lorong mereka mendengar suara mobil.

__ADS_1


__ADS_2