Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
6 Bulan Lalu


__ADS_3

*Flashback on


Diruang direktur rumah sakit x


"Wil," panggil Gilang kepada Wiliam yang saat ini sedang mematung memandangi pintu yang telah tertutup rapat.


Wiliam hanya diam dengan pandangan lurus menatap pintu tertutup.


"Wiliam," panggil Gilang sekali lagi.


...


"Wiliam," panggil Gilang dengan suara yang sedikit meninggi.


"I-iya, ada apa Lang?" Tanya Wiliam.


"Aku lihat tadi Kinan baru keluar dari ruangan mu. Apa yang dia lakukan disini?" Tanya Gilang.


"Kinan, Kinan tadi. Em, Kinan," Wiliam tidak tahu harus menjawab apa.


Apa dia harus jujur? Atau harus berbohong seperti yang Valeri inginkan?


"Kinan apa, Wil?" Tanya Gilang.


"Lang, ada sesuatu yang ingin aku katakan," ucap Wiliam.


"Apa?" Tanya Gilang.

__ADS_1


"Aku sudah menyembunyikan kebenaran ini selama berbulan bulan," ucap Wiliam bertele-tele.


"Apa yang mau kamu katakan sih Wil, jangan bertele-tele," ucap Gilang.


"Sebenarnya...


Sebenarnya...


Sebenarnya Kinan


Kinan adalah...


Valeri," ucap Wiliam.


Duar...


"Dihari kecelakaan itu, bibi Sri membawa Valeri yang sedang terluka parah ke rumah sakit. Wajahnya juga terluka sangat parah. Saat aku ingin memberitahu kepadamu, bibi Sri melarang ku dia bilang nyawa Valeri sedang dalam bahaya dan orang dekat sedang mengincar nyawanya," jelas Wiliam.


"Orang dekat?" Tanya Gilang.


"Iya, Lang. Dan dia adalah Berlyn, sahabatmu," jawab Wiliam.


"Saat itu aku sempat menolak untuk tidak memberitahumu. Tapi bibi Sri menyadarkan ku kalau keegoisanku bisa membuat Valeri kehilangan nyawanya. Jadi aku tidak memberitahumu. Lalu Valeri harus melakukan operasi plastik. Karena luka diwajahnya sangat parah. Kalau tidak melakukan operasi, maka wajah Valeri akan rusak dan lukanya akan membengkak. Bibi Sri menyarankan untuk mengganti wajah Valeri dengan wajah putrinya yang telah tiada. Itu semata mata untuk menyelamatkan nyawa Valeri sendiri. Agar orang menganggapnya sudah tiada. Operasi itu dibiayai olehku, karena Bibi Sri tidak dapat membiayai," jelas Wiliam panjang kali lebar kali tinggi.


"Aku harus pergi Wil," ucap Gilang yang ingin pergi kepada Valeri.


"Tidak Gilang, Valeri memberitahuku bahwa dia sudah resign dari pekerjaannya di rumahmu. Dan dia bilang, dia, dia..." Wiliam kembali tidak bisa bicara.

__ADS_1


"Valeri kenapa Wil?" Tanya Gilang.


"Valeri akan pergi dari Indonesia dan mungkin untuk selamanya," jawab Wiliam.


Duar...


Untuk kedua kalinya dalam satu hari, Wiliam dibuat sangat terkejut.


"Tidak, Wil. Valeri tidak boleh meninggalkanku," ucap Gilang yang langsung berlari keluar, ia menghiraukan suara Wiliam yang memanggili namanya.


Gilang mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang menuju rumah Ibu Sri.


"Kau tidak boleh meninggalkanku untuk yang kedua kalinya Valeri," ucap Gilang dengan emosi tak terkontrol.


Saat di perempatan jalan, Gilang menerobos lampu merah. Ia tidak melihat ada mobil yang datang dengan arah berlawanan.


Dan...


Bruk, sebuah dentuman keras sangat keras terdengar.


Sebuah kecelakaan tak bisa dihentikan. Kedua mobil yang saling tabrakan hancur di bagian depannya. Ada asap yang keluar dari mobil itu. Hanya ada tiga korban dalam kejadian ini. Untung semua korban masih bernafas dan segera dilarikan ke rumah sakit.


Wiliam adalah Dokter yang merawat Gilang. Jadi ia tahu segala perkembangan kondisi Gilang.


Gilang koma selama 5 bulan dan 1 bulan terkahir ini ia gunakan untuk mencari keberadaan Valeri. Tapi semuanya sia sia. Gilang tidak dapat menemukan Valeri di dunia yang sangat luas ini.


Wiliam juga tidak memberitahu kemana Valeri pergi. Ia dengar Valeri menginginkan agar dia berjanji supaya keberadaannya tidak ada yang tahu. Jadi Wiliam memberikan Gilang kesempatan untuk berusaha. Karena di dunia ini tidak ada yang instan, semua butuh proses.

__ADS_1


__ADS_2