Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Gilang


__ADS_3

"Ehem," deheman Justin.


"Maaf," Ucap Dokter 2.


Valeri mengangguk.


"Tangan kamu baik baik saja?," tanya Justin.


Valeri mengangguk.


"Berikan saja buahnya kepada Byan. Biar dia yang melanjutkan mengupasnya," titah Justin.


"Tidak perlu, ini tinggal sedikit lagi," tolak Valeri.


"Valeri, kali ini aja. Kamu jangan keras kepala," ucap Justin.


Valeri tidak menggubris ucapan Justin, ia malah asyik mengupas buah kembali.


"Valeri," panggil Justin.


"Hmm," balas Valeri.


"Kasih aja sama Byan," ucap Justin.


"Ini udah selesai kok," balas Valeri.


"Apa saya bisa memeriksa pasien sekarang?" Tanya Dokter 1.


"Silahkan, Dok" jawab Valeri.


Valeri berdiri dari duduknya dan memberikan ruang untuk dokter memeriksa Justin.


"Kondisi Anda sudah baik," ucap Dokter 1.


"Apa sekarang saya sudah boleh pulang, Dok?" Tanya Justin.

__ADS_1


"Justin," ucap Valeri melotot kan matanya kepada Justin.


"Iya iya, aku hanya bercanda," ucap Justin.


"Sebenarnya anda sudah boleh pulang hari ini. Tapi untuk berjaga jaga agar kondisi anda tetap stabil. Maka anda harus tetap dirawat," jelas dokter 1.


"Tuh, dengerin," ucap Valeri.


"Iya, bawel," balas Justin.


Terdengar suara tawa tertahan dari belakang mereka.


"Byan, kenapa kau tertawa?" Tanya Justin kesal.


"Tidak ada bos, hanya saja bos selalu patuh kepada 3 orang. Pertama Nyonya besar, lalu Nona Cherry, dan terakhir Nona Serra," jawab Byan.


"Kalau begitu kami pamit permisi dulu," ucap Dokter.


"Baik, Dok" balas Valeri.


"Justin, meeting besok diundur lusa. Jadi kita akan lebih lama sehari disini. Kita akan pulang ke Singapura tiga hari lagi," ucap Valeri.


"Iya," balas Justin.


"Kamu masih ingat ucapan ku di restoran tadi?" Tanya Valeri.


Justin mengangguk.


"Wanita butuh kepastian. Jadi segera tentukan tanggal pernikahanmu," ucap Valeri.


Valeri bangkit dari duduk setelah semua buah yang dia kupas habis.


"Tuan Byan, aku kembali ke hotel dulu. Kamu jaga Justin," titah Valeri.


Byan mengangguk.

__ADS_1


Valeri keluar dari ruangan menuju parkiran. Tapi saat dia baru keluar dari ruang inap Justin, seseorang membekap mulutnya dan menariknya ke suatu tempat.


Banyak suster yang berlewatan tapi tidak ada seorang pun yang mau menolongnya. Aneh, pikir Valeri. Tapi yang lebih anehnya, semua yang lewat hanyalah Suster ataupun Dokter.


"Aduh, baru hari pertama disini aku udah diculik gini. Gimana besok besoknya," batin Valeri.


Valeri ditarik menuju salah satu ruangan dokter.


"Siapa Anda?" Tanya Valeri saat si penculik sudah melepaskan bekapannya.


Bukannya menjawab ia malah memeluk Valeri.


"Apa apaan sih ini. Lepasin," Valeri memberontak berusaha melepaskan pelukan.


"Biarin seperti ini sebentar saja, Vale" mohon si penculik.


Valeri terdiam sesaat.


"Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Valeri.


Penculik melepaskan dekapannya dan melepaskan masker dan kacamata yang ia kenakan.


"Gi-Gilang," gumam Valeri terkejut.


"Iya, Valeri. Ini aku, Gilang mu," ucap si penculik yang ternyata adalah Gilang.


"Maaf, tapi Anda bukan Gilang saya. Gilang saya sudah pergi sekitar 11 bulan yang lalu," ucap Valeri.


"Tidak Valeri. Aku masih Gilang yang sama. Aku masih Gilang yang dulu," ucap Gilang.


"Salah, sekarang Anda bukan Gilang ku tapi Gilang nya Tiara," ucap Valeri.


"Tiara? Siapa dia?," Tanya Gilang.


"Tidak perlu berpura pura Gilang. Aku tahu semuanya. 6 bulan yang lalu kamu sudah memiliki seorang kekasih bernama Tiara," bentak Valeri.

__ADS_1


__ADS_2