Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Pemilik Rumah


__ADS_3

"Ada satu syarat," ucap Mami dan Papi.


"Syarat? Apa?" tanya Valeri.


"Kamu tidak boleh pergi sendiri," ucap Mami.


"Valeri setuju," ucap Valeri.


"Apa sekarang Valeri boleh pergi?" tanya Valeri.


"Tapi kamu mau pergi sama siapa?" tanya Mami.


"Sama Gilang, Mi," jawab Valeri cepat.


Waktunya semakin menepis. Jadi mana mungkin dia berbasa-basi.


"Kalau Gilang ikut Valeri, nanti Gilang bisa bantu Valeri. Dan pekerjaan Valeri cepat selesai. Mami sama Papi tenang aja, Valeri dan Gilang tinggal di apartemen berbeda. Jadi semuanya sudah aman. Apa sekarang kami sudah boleh pergi?" tanya Valeri.


"Kenapa terburu buru, Nak? Ayo kita makan malam dulu," ucap Mama Desi.


"Tidak ada waktu lagi Tante. Kami harus pergi sekarang," ucap Valeri.


"Baiklah, kalian boleh pergi. Gilang tolong jaga anak gadis Tante ya," ucap Mami.


"Pasti Tan," ucap Gilang.


Valeri dan Gilang berada didalam satu mobil dengan seorang supir yang berada di bangku penumpang belakang.


***


Mereka berempat sudah tiba di Negara Singapura.


Byan membawa Justin ke mansion milik Justin sendiri. Sedangkan Valeri dan Gilang pergi ke aprtemen yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama di Singapura.

__ADS_1


Setelah sampai apartemen, Valeri mempersiapkan segala kebutuhan untuk besok pagi. Setelah selesai, barulah ia tidur.


***


Pagi harinya


Kini Valeri dan Justin sudah berada diruang tamu rumah Cherry. Gilang tidak ikut karena sedang rapat via online dan Byan akan mengurus kantor selagi mereka pergi.


Mommy Cherry turun dengan anggun.


"Selamat pagi, nyonya desty," sapa Justin dan Valeri.


"Pagi Tuan Justin, pagi Nona," balas Mommy.


"Ada apa sehingga Tuan Justin berniat ke rumah saya?" tanya Mommy.


"Saya kemari ingin membahas pernikahan saya dan Cherry," jawab Justin.


"Oh, soal pernikahan. Saya pikir Anda sudah lupa dengan anak saya," ucap Mommy.


"Nyonya," panggil Valeri.


Mommy melirik Valeri.


"Apa bisa Anda memanggil Nona Cherry kemari?" tanya Valeri.


"Pelayan," panggil Mommy.


Seorang pelayan datang dengan sedikit berlari.


"Iya, Nyonya" ucap pelayan.


"Bawa Cherry kemari," Ucap Mommy seraya menyerahkan sebuah kunci.

__ADS_1


"Baik, Nyonya" balas pelayan itu.


Beberapa menit kemudian, Cherry datang. Saat melihat Justin, Cherry berlari ingin memeluknya.


"Berhenti, Cherry" teriak Mommy.


Cherry berhenti tepat didepan Justin. Ia menatap Mommy Nya dengan tatapan sinis.


"Turunkan matamu," teriak Mommy.


Cherry masih menatap Mommy nya sinis.


"Cherry," bentak Mommy yang ingin melayangkan tamparannya kepada Cherry, tapi Justin menahannya.


"Jangan bersikap kasar kepada Cherry, Nyonya," ucap Justin dengan penuh penekanan.


"Walaupun saya tidak mengerti mengapa Cherry tiba tiba bersikap seperti ini. Tapi saya yakin, Cherry memiliki alasan," ucap Justin.


"Keamanan," teriak Mommy.


Dua orang datang, yang adalah orang bertugas mengamankan rumah itu.


"Seret mereka berdua keluar dari rumah ini," titah Mommy.


Dua petugas itu berdiri dibelakang Justin dan Valeri, hendak melakukan perintah Nyonya mereka.


"Berhenti, jangan sekali kali pun kau menyentuh tunangan dan temanku," ucap Cherry.


Kedua petugas itu mengurungkan niat mereka.


"Seret mereka berdua. Jangan dengarkan dia," teriak Mommy.


"Berhenti kubilang," ucap Cherry, membuat dua petugas itu menjadi bingung.

__ADS_1


"Aku Nyonya rumah disini, jadi akulah yang harus kalian dengarkan," ucap Mommy.


"Tapi akulah pemilik rumah ini. Rumah ini adalah warisan dari Ayahku. Dan kau tidak berhak sama sekali atas rumah ini," ucap Cherry dengan lantangnya.


__ADS_2