
"Oh ya?"
Valeri mengangguk.
"Baiklah, sesuai keinginanmu. Pernikahan kita akan diadakan di pantai," ucap Gilang.
"Benarkah?" Tanya Valeri dengan mata berbinar.
"Iya," jawab Gilang seraya mengangguk angguk.
"Terima kasih, terima kasih, aku sayang kamu," ucap Valeri yang tanpa sadar memeluk Gilang dan mencium pipinya.
"Serius, kami harus melihat pemandangan ini?" Tanya seseorang yang Valeri sangat familiar.
"Frans," ujar Valeri.
"Hey, jangan melupakanku," ucap seseorang di samping Frans, ialah Devina dengan perut buncitnya.
"Wow, kamu hamil, Dev?" Tanya Valeri.
"Iya, lalu apa lagi," jawab Devina kesal. Biasalah Bumil suka sensitif.
"Udah berapa bulan?" Tanya Valeri.
"Bulan kedelapan," jawab Frans.
"Bentar lagi aku gendong bayi dong" ucap Valeri seraya mengelus elus perut buncit Valeri.
"Enak aja, ini bayiku," ucap Devina.
"Iya dia bayimu. Kamu Ibunya dan aku Aunty nya," ucap Valeri.
__ADS_1
Gilang yang berada di belakang Valeri hanya bisa geleng geleng kepala melihat Valeri yang melupakan dirinya akibat kehadiran kedua sahabatnya.
"Kalian disini rupanya," suara Mama Desi.
"Iya, Mam" jawab Gilang.
"Sebulan lagi nih ya, Dev. Gimana perasaan kamu mau jadi Ibu?" Tanya Mami Hanny.
"Senang dan gugup, Tante" jawab Devina.
"Semua calon Ibu pasti merasakan hal itu," sahut Mama Desi.
Valeri, Cherry dan Sepia yang merupakan seorang tak berpengalaman pun hanya bisa mendengarkan tanpa tahu harus berkata apa.
"Maaf, tapi tolong jangan membicarakan hal itu. Kasihan saya, Cherry, dan Sepia yang tak mengerti," protes Valeri.
"Cie, ada yang cemburu. Makanya buruan nikah, biar bisa hamil dan ngerasain," ucap Devina dengan nada mengejeknya.
"Berani kamu ya, ngejek aku. Jadi nyesal aku bantuin kalian berdua. Kalau tahu gini mending aku diam aja, bobok di atas kasur sambil nonton TV," ucap Valeri.
"Astaga, bumil ini kok sensitif banget. aku kan cuma bercanda doang," batin Valeri menggerutu.
"Becanda, bumil. Sensitif banget sih," ucap Valeri dengan mengecilkan suaranya di kalimat terakhir.
Valeri mencoba berpikir topik lain agar Devina tidak semakin kesal.
"Oh ya, Mi. Bagaimana dengan perusahaan Valeri?" Tanya Valeri.
"Perusahaan kamu, Papi gabungin dengan perusahaan Rahardian," jawab Papi.
"Lah, kok Papi tahu?" Tanya Valeri bingung.
__ADS_1
"Kamu kira Papi gak akan tahu apa yang kamu sembunyikan dari Papi. Saat menyelidiki kasus mu, Papi mendapatkan kabar tentang perusahaan mu," jawab Papi Ricko.
"Papi kok pintar banget sih, sampai sampai Papi tahu aku pemilik kantor itu. Bahkan hanya ada beberapa karyawan yang tahu siapa CEO mereka," ucap Valeri.
"Papi ini Ayah kamu. Papi ingin yang terbaik untukmu. Papi ingin tahu semua mengenai putri Papi. Dan Mami kamu juga menceritakan apa saja yang kamu sembunyikan dari Papi," jelas Papi lagi.
"Valeri sayang, Papi" ucap Valeri seraya memeluk Papinya.
"Mami gak dipeluk?" Tanya Mami.
Valeri merentangkan tangannya, memberikan ruang untuk Mami ikut berpelukan.
Tuan dan Nyonya Admaja bersama Sepia pun iku ikutan berpelukan.
Sedangkan Gilang yang tak dapat pasangan.
Valeri melepaskan diri dari pelukan orang tuanya. Memberikan kesempatan untuk kedua orang tuanya berpelukan bersama. Sedangkan dia pergi kearah Gilang dan memeluk laki laki tercintanya itu.
"I love you, My Gil" ucap Valeri.
"Love you too, honey" balas Gilang.
๐นThe End๐น
Sesungguhnya takdir akan selalu membuat jalan untuk membuat sepasang kekasih bertemu dan bersatu.
Jika sepasang kekasih sudah mendapatkan restu dari alam, maka mereka tidak akan dapat dipisahkan.
Manusia tidak akan dapat memisahkan dua orang yang terikat oleh cinta. Dan jika mereka terikat oleh perjanjian, suatu saat hubungan itu akan hancur.
Sekian dari saya Author pembantu misterius mengucapkan terima kasih banyak, untuk readers setiaku.
__ADS_1
Sampai bertemu di novel selanjutnya ๐๐,
Di Balik Semua Perubahan