Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Artikel


__ADS_3

"Aku belum pergi, Gilang. Aku masih ada disini, di dekatmu. Kenapa kamu tidak bisa merasakan kehadiranku. Dulu kamu selalu mengenaliku, walau dengan mata tertutup. Tapi sekarang, sekarang kamu bahkan tak mengenaliku. Hanya wajahku yang berubah, tapi kamu tidak mengenalku. Aku sedih Gilang, hatiku sakit. Dari dulu sampai sekarang, hanya kamu yang ada. Tapi sekarang aku sudah kalah. Kalah sebelum berjuang. Hiks.... Tapi tak apa. Jika memang kamu bahagia dengan pilihanmu sekarang, aku ikhlas. Semoga kamu bahagia dengan Tiara," batin Kinan berucap dalam hati.


"Kinan, kok nangis?" tanya Lulu.


"Gak papa kak, cuman terharu aja," jawab Kinan bohong.


Kinan mengembalikan surat itu kepada Mely. Setelah itu ia pamit untuk pergi.


***


Kinan pergi ke rumah yang dibuat khusus untuk pembantu. Ia masuk ke salah satu kamar yang tidak ditempati.


Kinan mengambil ponsel miliknya yang sudah sebulan tidak dimainkannya. Ponsel yang diberikan oleh Mami Hanny. Itu dilakukannya untuk mengalihkan pikiran.


Baru beberapa detik ponsel dihidupkan. Sudah ada sekitar ratusan pesan. Membuat ponsel itu terus bergetar.


Kinan membuka salah satu pesan, yang pengirimnya adalah Frans. Pesan sebulan yang lalu.


Kinan, terima kasih ~ 15.00


Kinan, apa kamu ada waktu? ~ 19.00

__ADS_1


Istriku ingin bertemu denganmu ~ 19.00


Apa bisa? ~ 19.01


Kinan ~ 20.30


Tolong balas ~ 20.30


Hey, Kinan. Apa kamu sudah melupakanku? ~ 21.00


Kenapa tidak dibaca ~ 21.34


Balas dong Kinan ~ 21.35


Sepuluh pesan dari Frans.


Kinan membaca pesan itu sambil membayangkan wajah Frans yang kesal. Hal itu membuatnya tertawa. Frans adalah salah satu orang yang tidak suka dicuekin. Apalagi dengan orang yang sudah dianggapnya dekat.


Kinan segera membalas pesan Frans.


Maaf, ponselku aku matiin dayanya. Jadi gak baca pesan kamu. Tapi aku bisa kok, bertemu dengan istrimu besok. Itupun kalau istrimu bisa juga.

__ADS_1


Tidak berapa lama, pesan Kinan dibalas.


Ok, kalau begitu kita bertemu di cafe Rose jam 18.00, balas Frans.


Kinan menyudahi chat dengan Frans. Ia memilih melihat berita berita yang lagi trending. Matanya menangkap sebuah artikel yang menarik. Berjudul


...Tuan muda Admaja sedang dimabuk cinta kembali...


Kinan membaca artikel itu dengan seksama. Terdapat banyak tulisan juga beberapa foto. Foto itu menampilkan Gilang dengan seorang gadis, yang tidak lain adalah Tiara. Dimulai dari mereka duduk berdua disebuah restoran. Ada juga foto mereka sedang berpelukan.


Deg


Mata Kinan membulat. Apalagi saat melihat tulisan yang ada dibawah foto.


Akhirnya tuan muda kita bisa melupakan gadis masa lalunya. Yang sampai meninggal masih mengganggu Tuan muda.


Pernah dengar katanya, gadis itu merebut Tuan muda dari pacarnya. Alias PELAKOR.


Mata Kinan memanas, mulutnya bergetar menahan tangis yang siap meledak kapanpun juga. Ingin sekali rasanya dia memarahi orang yang membuat artikel.


Bisa bisanya dia dikatakan gadis pengganggu dan juga pelakor. Orang yang menulis artikel ini tidak tahu bagaimana hidupnya. Dan menilai tanpa menyelidiki namanya FITNAH.

__ADS_1


Hati Kinan yang sudah hancur, malah makin hancur. Bukan karena kata kata artikel yang menghujatnya. Tapi karena Gilang. Jika mau, Gilang bisa menghapus artikel itu. Tapi apa? Dia malah membiarkannya. Membiarkan semua orang berpikir bahwa gadis yang dianggap tiada itu adalah pengganggu plus pelakor.


Apa dia sudah tidak mencintaiku lagi?


__ADS_2