Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Takdir


__ADS_3

"Iya," jawab gadis itu ramah.


"Perkenalkan namaku Kinan," ucap Kinan.


"Aku Imel," balas gadis itu yang bernama Imel.


"Imel, nama yang bagus," ucap Kinan.


"Terima kasih," jawab Imel.


"Dimana orang tuamu? Kenapa mereka membiarkanmu bekerja menjadi pengamen?" tanya Kinan.


"Orang tuaku sudah tiada," jawab Imel.


"Ma-maaf, aku tidak bermaksud membuatmu sedih," sesal Kinan.


"Tidak apa apa. Lagian semua yang terjadi adalah takdir" ucap Imel.


"Takdir, kamu benar. Semua yang terjadi adalah takdir. Dan kita tidak akan bisa mengubahnya," Ucap Kinan membenarkan ucapan Imel.


Hening


"Kamu gadis yang kuat, aku kagum," puji Kinan.


"Terima kasih," balas Imel.


"Apa aku boleh meminta sesuatu?," tanya Kinan.


"Apa?" tanya Imel.


"Bisakah aku meminjam gitarmu?" tanya Kinan.


"Tentu dengan senang hati," jawab Imel dengan senyuman manis miliknya.


"Ini," ucap Imel seraya memberikan gitar miliknya.


"Kamu mau ikut bernyanyi denganku?" tanya Kinan.


"Tentu," jawab Imel dengan mengangguk anggukkan kepalanya.


"Lagu apa?" tanya Imel.


"Surat cinta untuk starla," jawab Kinan.


Kinan mulai memainkan gitar.


Ku tuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu

__ADS_1


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


Takkan habis sejuta lagu


Untuk menceritakan cantikmu


'Kan teramat panjang puisi


'Tuk menyurat kan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Aku pernah berfikir tentang


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang kujalani sampai kini?


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjang mu


Meskipun nanti tak hitam lagi


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan


Sisa hidupku hanya untukmu


Dan telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu

__ADS_1


Untukmu hidup dan mati ku


Bila musim berganti


Sampai waktu terhenti


Walau dunia membenci


'Ku 'kan tetap di sini


Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)


Tak lagi berpijak pada dunia (Sampai waktu berhenti)


Telah aku habiskan (Walau dunia membenci)


Sisa hidupku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)


Telah habis sudah cinta ini (Bila musim berganti)


Tak lagi tersisa untuk dunia (Sampai waktu terhenti)


Karena telah ku habiskan (Walau dunia membenci)


Sisa cintaku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)


Karena telah ku habiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Lagu sudah selesai dimainkan, tak terasa pipi Kinan telah basah. Mungkin karena efek terlalu menghayati lagu yang dinyanyikannya.


"Kamu baik baik saja?" tanya Imel kepada Kinan.


"Ya," jawab Kinan seraya menghapus jejak air di pipinya.


"Apa ada yang membebani mu?" tanya Imel.


"Takdirku sedang mempermainkan ku," jawab Kinan sendu.


"Itulah takdir. Dia akan selalu mempermainkan kita. Tapi kita tidak bisa membencinya. Kita hanya bisa menjalani semuanya dengan senyuman," ucap Imel tersenyum miris.


"Kamu benar, kita memang tidak bisa membencinya. Tapi terkadang kita bisa mengubah takdir kita," ucap Kinan.


"Dan kurasa kamu juga bisa mengubah takdirmu," ucap Kinan melirik Imel sekilas.


"Andai saja" ucap Imel.


"Imel, aku serius. Kamu adalah orang yang berbakat. Kamu bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik dari ini," ucap Kinan serius.

__ADS_1


"Pekerjaan sebagai pengemis hanya akan dipandang sebelah mata oleh orang orang. Pengemis tidak jauh beda dengan pembantu dan aku tau bagaimana rasanya dipandang sebelah mata," ucap Kinan.


__ADS_2