Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Toilet Rumah Sakit


__ADS_3

"Maaf bos, tapi setelah itu Dokter memberikan suntikan sehingga beliau pingsan. Dokter juga melarang kami memberitahu anda dengan alasan semuanya baik baik saja dan jangan menganggu istirahat anda," jawabnya.


"Baiklah, kali ini aku maafkan. Tapi jika ada sesuatu kepadanya walau sekecil apapun, kalian harus memberitahuku," peringat Kinan.


Kinan pergi ke kantin untuk makan siang. Setelah selesai makan, Kinan memutuskan pergi ke hotel untuk melanjutkan istirahat singkatnya. Kemarin dia tertidur pukul 02.00 dini hari. Dan terbangun pukul 08.00.


Sesampainya di hotel, Kinan langsung mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk.


Pukul 16.15 Kinan terbangun karena suara dering ponsel yang tidak berhenti.


Dengan malas, Kinan mengangkat telepon.


"Ibu nona Devina sudah ditemukan, bos" ucap seseorang diseberang sana.


Kinan yang masih setengah sadar, seketika langsung bersemangat.


"Betulkah? Dimana dia sekarang?" tanya Kinan.


"Beliau tinggal bersama salah satu karyawan Nyonya," jawabnya.


"Karyawan Mami? Siapa?" tanya Kinan.


"Namanya Imel, baru beberapa hari bekerja di cafe nyonya," jawabnya.

__ADS_1


"Apa yang harus kami lakukan bos?" tanyanya.


"Kalian tidak perlu melakukan apapun. Serahkan masalah ini kepadaku," jawab Kinan.


Setelah kejadian keracunan, Kinan menjadi semakin waspada. Selagi masih bisa dia lakukan, maka dia akan melakukannya sendiri.


"Baik bos," balasnya.


Kinan yang berencana menginap dua hari, malah menjadi sehari. Kinan memutuskan akan pulang hari ini juga. Bagaimanapun dia tidak bisa membuang buang waktu. Karena pernikahan Devina dan Bram tinggal 5 hari lagi.


Kinan ingin memesan tiket untuk hari ini, tapi sangat disayangkan. Tiket untuk hari ini sudah terjual semua. Kesal, itu yang dirasakannya. Tapi bagaimanapun juga dia harus sabar. Mungkin itulah yang terbaik.


***


Kinan memesan tiket pagi hari, pukul 08.00. Sebelumnya, Kinan sudah memberitahukan pengawalnya bahwa dia akan pulang ketanah air.


Pukul 08.30 waktu Indonesia, Kinan tiba di bandara Soekarno Hatta.


Kinan memesan taksi dan pergi ke rumah sakit tempat Ibu Sri dirawat.


Tiba di sana, Kinan langsung masuk keruang rawat Ibu Sri.


"Pagi, Bu" sapa Kinan.

__ADS_1


"Loh, kamu kok udah pulang. Kemarin katanya pergi tiga hari," ucap Ibu Sri.


"Urusannya udah selesai, Bu" jawab Kinan seraya merebahkan tubuhnya di sofa.


"Kinan, gak boleh tidur pagi pagi. Gak sehat," tegur Ibu Sri saat Kinan ingin memejamkan matanya.


"Iya Bu, Kinan keluar bentar ya Bu. Mau cuci muka ke toilet," ucap Kinan yang berlalu pergi.


Kinan pergi ke wastafel yang ada di toilet. Ia mencuci mukanya. Sampai sebuah suara menarik perhatian Kinan.


"Yang, jangan disini. Nanti kalau ada yang lihat gimana?" suara wanita.


"Gak akan ada yang lihat, satu toilet ini udah aku pesan," suara pria yang dikenal Kinan.


"Ih, menjijikkan. Emang toilet bisa dipesan," gerutu Kinan.


Kinan memasang sesuatu didekat wastafel. Setelah itu dia pergi keluar toilet. Didepan toilet ada seseorang yang sejak Kinan masuk dan keluar dia masih setia di sana.


"Aku tahu, kamu dibayar untuk melarang orang masuk kesini. Tapi kenapa kau tidak melarang ku?" tanya Kinan.


"I-itu karena Anda dekat dengan direktur. Saya takut anda akan melaporkan saya ke direktur. Lalu direktur akan memecat saya," jawabnya.


"Aku tidak akan melaporkan soal ini kepada direktur. Tapi jangan bilang kepada mereka kalau aku tadi masuk," ucap Kinan.

__ADS_1


__ADS_2