Pembantu Misterius

Pembantu Misterius
Dapat Kerja


__ADS_3

Sekuat tenaga Valeri meminta tolong.


"Help me," teriak Valeri.


Dia terus berteriak sampai akhirnya dia tidak dapat bernafas karena sudah banyak meminum air laut.


Saat dia sudah hampir putus asa. Seseorang datang dan menyelamatkannya.


"Terima kasih Tuhan, telah mengirimkan penyelamat ini untuk menolongku," batin Valeri yang saat ini kondisinya setengah sadar.


Sebelum pingsan, Valeri sempat melihat wajah sang penyelemat yang terlihat cemas. Tapi wajahnya agak kabur dilihat oleh Valeri. Walaupun begitu, Valeri masih mengenali siapa pemilik wajah tersebut.


Saat sadar, Valeri sudah berada di atas bangsal rumah sakit.


"You have realized, Miss," ucap seorang Dokter yang baru masuk kedalam ruangannya. (Anda sudah sadar Nona).


Valeri mengangguk


"How did I get here, Doc?" Tanya Valeri. (Bagaimana saya bisa berada disini, Dok?)


"Someone has saved you and brought you to this hospital to be given help," jelas Dokter. (Seseorang telah menyelamatkan Anda dan mengantar Anda ke rumah sakit ini untuk diberikan pertolongan).


"Is he still in this hospital? I want to thank you?" Tanya Valeri. (Apa dia masih berada di rumah sakit ini? Saya ingin berterima kasih?)


"He is in front of the room Miss," jawab dokter. (Dia ada didepan ruangan Nona).

__ADS_1


"Can you please call him, Doc," pinta Valeri. (Boleh tolong panggilkan dia, Dok).


"Yes, Miss" balas dokter. (baik nona).


Beberapa menit kemudian seorang pria masuk kedalam ruangan Valeri.


"Is it true that you have saved me?" Tanya Valeri. (Apa benar anda yang telah menyelamatkan saya?)


"Yes, Miss" jawab pria itu. (Iya Nona)


"Thank you," ucap Valeri tulus. (Terima kasih).


"Same with Valeri," balas pria. (Sama sama Valeri).


"You don't know me? I'm Justin your high school friend," ucap Justin. (Kamu tidak mengenalku? Aku Justin teman SMA mu.)


"Justin?" Tanya Valeri.


Justin mengangguk.


Valeri berusaha menggali informasi tentang Justin yang berada dihadapannya yang mengaku sebagai teman SMA nya.


"Benar kamu Justin sahabat aku yang dulunya sangat populer itu. Yang selalu diikuti para siswi kemana mana, sampai ke toilet?" Tanya Valeri.


"Iya," jawab Justin.

__ADS_1


"Astaga mimpi apa aku semalam sampai bisa ketemu kamu lagi setelah sekian tahun?" Tanya Valeri yang merasa senang.


"Kamu kok ada di Singapura, Val. Bukannya kamu tinggal di Indonesia?" Tanya Justin.


"Kalau aku bilang, aku kabur dari rumah, kamu percaya? Tanya Valeri.


"Kabur? Kenapa?" Tanya Justin.


"Biasalah masalah anak muda," jawab Valeri.


"Oh," balas Justin yang mengerti akan jawaban Valeri.


"Val, kamu mau gak kerja sama aku?" Tanya Justin.


"Kerja apa?" Tanya Valeri.


"Seminggu yang lalu sekretaris ku mengundurkan diri karena akan menikah. Dan asistenku juga kewalahan mengurus pekerjaan juka hanya sendiri. Jadi, apa kamu mau jadi sekretaris ku. Kebetulan jurusan kamu cocok untuk pekerjaan itu," jawab Justin.


"Aku mau kok. Sekalian ngisi waktu luang," ucap Valeri.


"Kamu boleh mulai kerja 2 hari lagi. Besok kamu harus fokus istirahat dulu," ucap Justin.


"Siap, Pak bos," balas Valeri.


Begitulah ceritanya, Justin menolong Valeri. Menyelamatkannya dari maut. Hingga akhirnya memberikannya pekerjaan dengan gaji yang tak sedikit. Dihari itu Valeri berjanji kepada dirinya sendiri akan membalas kebaikan Justin suatu hari nanti.

__ADS_1


__ADS_2