
"Kinan," panggil Imel.
"Iya, ada apa?" tanya Kinan.
"Aku sudah boleh pulang. Apa kamu masih ingin mengantarkan ku?" tanya Imel.
"Tentu," jawab Kinan.
Kinan mengendarai mobilnya menuju rumah Imel.
"Apa kamu tinggal sendiri?" tanya Kinan.
"Tidak, aku tinggal bersama Ibu angkat ku," Jawab Imel.
"Apa aku boleh bertemu dengannya?" tanya Kinan.
Imel mengangguk.
"Stop, stop. Itu rumahku," ucap Imel seraya menunjuk rumah kayu.
"Maaf ya rumahku jelek," Ucap Imel saat mereka sudah ada didepan rumah.
"Tidak apa apa kok," balas Kinan.
"Ibu," panggil Imel saat mereka sudah masuk..
"Eh, anak Ibu udah pulang. Ini siapa?" tanya Ibu Imel saat menyadari keberadaan Kinan.
"Saya Kinan, Bu. Temannya Imel," jawab Kinan.
"Bu, temani Kinan bentar ya. Imel ke dapur dulu buat minuman," ucap Imel yang berlalu pergi.
"Bu, apa aku boleh curhat?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak masalah. Saya siap mendengarkan," jawab Ibu Imel.
"Saya memiliki seorang teman. Namanya Devina Kusuma. Dia telah dijebak, sehingga harus menikah dengan seorang pria tidak baik. Memang dia dari keluarga terpandang. Tapi sifatnya, sifat bejat. Dia dijebak atas nama Ibunya Hadiya Kusuma yang menderita sakit kanker darah," jelas Kinan.
Ibu Imel yang Kinan ketahui adalah Mama Diya terdiam.
"Aku hanya bingung, dulunya keluarga mereka adalah keluarga sukses. Tapi sekarang, mereka menjadi gelandangan. Devina juga tidak tahu dimana Ibunya. Dan Frans, dia malah menjadi bodoh. Dia ingin menyerah karena Devina akan menikah. Padahal dia tahu kalau Devina tidak bahagia. Dasar laki laki bodoh," ucap Kinan memancing Mama Diya untuk bicara.
"Devina?" tanya Mama Diya.
Berhasil!
"Iya, nama temanku itu Devina," jawab Kinan.
"Anakku tidak boleh menikah. Aku tidak mau dia menderita," ucap Mama Diya.
Kinan tersenyum tipis.
"Apa benar Anda Ibu Devina?" tanya Kinan.
"Iya, akulah Ibunya. Aku adalah Hadiya Kusuma," jawab Mama Diya.
"Aku sudah tahu," ucap Kinan yang terlihat santai.
"Apa benar anda ingin menyelamatkan Devina?," tanya Kinan.
Mama Diya mengangguk.
"Ikuti rencana ku," ucap Kinan.
Kinan mulai menyusun rencana demi rencana agar pernikahan Devin adan Bram gagal. Tepat setelah mereka selesai menyusun rencana, Imel datang.
***
__ADS_1
Kinan tiba di rumah sakit. Setelah mengobrol sebentar dengan Ibu Sri, Kinan tertidur di sofa.
Pukul 16.30 Kinan terbangun. Dia sudah tertidur selama kurang lebih 3 jam.
Ternyata di ruangan Ibunya ada Wiliam dan seorang pria yang Kinan tidak tahu siapa karena pria itu membelakanginya.
"Wiliam," panggil Kinan.
"Apa kamu tahu? Hari ini aku mendapatkan bukti lagi," ucap Kinan.
"Bukti apa?" tanya Wiliam.
"Kasih tahu gak ya," ucap Kinan seolah berpikir.
"Bukti apa sih?" tanya Wiliam tak sabar.
"Kamu tengok aja nanti. Kalau aku kasih tahu sekarang, gak seru dong," ucap Kinan.
"Kinan," panggil Ibu Sri.
Ibu Sri melirik kan matanya kearah pria yang satu lagi, sebagai kode.
"Apa sih, Bu" ucap Kinan yang tidak mengerti kode dari Ibu Sri.
"Oh iya, aku lupa dengan keberadaan Gilang," Ucap Wiliam.
"Gi-Gilang?" ucap Kinan terkejut mendapati Gilang di ruangan itu.
"Ibu, aku harus pergi sekarang. Tadi tante Hanny undang Kinan kerumahnya," Ucap Kinan buru buru.
"Biar ku antar," tawar Gilang.
"Tidak perlu, saya bisa sendiri," Tolak Kinan yang berlalu pergi.
__ADS_1