
"Nyonya Desty adalah suruhan dari Tuan Jodi untuk menghancurkan salah satu keluarga kaya dan merebut hartanya. Itu adalah salah satu caranya untuk menambah kekayaan keluarga Nilvam. Bahkan dia ingin menikahkan putrinya kepada calon suami saya, agar nantinya ia bisa merebut kekayaan keluarga calon suami saya sehingga kekayaannya bertambah 4 kali lipat. Bagi saya ini adalah sifat tamak. Jadikan lah ini sebuah pelajaran. Roda kehidupan akan selalu berputar. Jika sekarang Anda berada di atas, sewaktu waktu Anda bisa juga menjadi di bawah, begitu sebaliknya. Tapi saya menyarankan kepada kalian semua, gunakanlah kekayaan dan kekuasaan kalian untuk hal baik, seperti menolong rakyat kurang mampu. Manusia adalah makhluk istimewa, karena kita memiliki akal. Akal kita diberikan untuk membedakan benar dan salah," jelas Valeri memberikan nasehat.
"Oh ya, pasti ada yang bertanya tanya, bagaimana saya masih hidup setelah ditembak," ucap Valeri.
Para wartawan mengangguk angguk mengiyakan.
"Sebenarnya saya sudah menduga, cepat atau lambat tragedi ini akan terjadi. Jadi saya menyusupkan beberapa orang saya untuk menyelinap ke antara mereka. Sampai pada akhirnya, orang saya menjadi kepercayaan Tuan Jodi. Tuan Jodi merencanakan pembunuhan saya bersama orang saya. Dia mengatakan akan membuatku menderita sebelum tiada dengan cara menembak bagian perut ku. Jadi aku menyuruh orang ku itu untuk menukar pistol Tuan Jodi menjadi pistol mainan. Dan saya meletakkan sekantong darah diperut saya sehingga saat peluru mainan itu mengenai kain pakaian saya, maka kantong darah tersebut pun bocor. Sehingga terlihat seperti nyata. Saya juga sengaja tidak memberitahu siapa siapa tentang rencana ini, karena kalau mereka tahu, maka mereka akan menghentikan saya. Dan sikap Tuan Jodi yang sudah menggebu untuk balas dendam, akan melakukan segala cara untuk membunuh saya, termasuk melukai orang terdekat saya. Saya melakukan itu semata mata untuk melindungi mereka semua," ujar Valeri.
"Sekian dari penjelasan saya, dan untuk memperkuat penjelasan saya, silahkan lihat bukti bukti berikut," ucap Valeri mengarahkan tangannya kearah layar yang merupakan isi berkas dari Mr Herman juga bukti bukti lainnya.
"Jika ada yang ingin bertanya, silahkan" ucap Valeri.
Para wartawan menggeleng, karena mereka sudah sangat puas dengan apa yang mereka lihat dan mereka dengar.
__ADS_1
Valeri turun dari podium, membiarkan Gilang untuk mengakhiri konferensi pers.
"Satu hal lagi, 2 minggu lagi saya dan Valeri akan melaksanakan pernikahan. Untuk para tamu yang hadir dipersilahkan untuk datang. Sekian saja pertemuan kita hari ini, terima kasih," ucap Gilang.
"Tunggu Tuan, bolehkah... saya memotret Anda berdua?" Tanya salah satu wartawan.
"Tentu," jawab Valeri.
Valeri menggandeng tangan kiri Gilang dengan mesra. Tangan kanan Gilang ia letakkan didalam saku jas nya.
Orang yang memotret mereka berdua tampak tersenyum puas dengan hasil cekrekannya.
"Benar benar pasangan serasi," gumam orang itu.
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan dan Nona," ucapnya berterima kasih.
"Sama-sama," balas Valeri.
Setelah orang itu pergi, Valeri membawa Gilang ketempat yang jauh dari jangkauan para keluarga.
"Kenapa tidak memberitahuku soal pernikahan kita?" Tanya Valeri yang memang tidak tahu apa apa.
"Aku juga baru tahu tadi, honey. Para orang tua yang telah menyiapkan semuanya," jelas Gilang.
"Benarkah?" Tanya Valeri.
Gilang mengangguk.
__ADS_1
"Kamu tahu, Gilang. Sejak kecil aku memimpikan pernikahanku dirayakan di dekat pantai," ucap Valeri.