
Lama Jovan bertamu di ruangan rawat milik Reifan. Melihat tak ada hal yang penting di bicarakan, Arisha pun berinisiatif untuk memintanya pergi. Reifan pun dalam pengaruh obat kesadarannya tidak begitu kuat saat ini.
“Rei, istirahatlah. Kau sudah kelelahan. Jangan sampai drop kembali. Dan dengan penuh rasa hormat saya meminta maaf pada anda, Tuan Jovan. Sebab suami saya harus kembali istirahat.” Arisha berkata dengan lembut namun tegas.
Melihat itu Jovan tersenyum mengangguk. “Iya tidak masalah, Nyonya Arisha. Saya tahu itu. Kalau begitu saya harus pulang dulu. Semoga Tuan Reifan segera pulih.” Arisha tersenyum samar membalas ucapan Jovan.
Kini pria itu pergi meninggalkan Arisha dan Reifan.
“Maaf aku lancang. Aku merasa dia bukan orang baik.” sahut Arisha yang membuat Reifan hanya diam saja. Pria itu sama sekali tak menunjukkan reaksi apa pun juga.
Jika bayangan Arisha mereka bisa tenang tentu saja salah. Sebab Gina sudah kembali muncul di ruangan tersebut.
“Rei,” panggilnya manja mendekati Reifan.
“Gina, hentikan tingkahmu itu. Reifan harus istirahat. Ayo keluar.” Arisha menarik kuat tangan Gina sebelum Reifan kembali sadar.
Mau tak mau wanita itu ikut keluar ruangan. Di sini ternyata ada Dara dan juga Nalendra.
Plak!!!
__ADS_1
Suara tamparan tiba-tiba saja terdengar saat itu. Arisha yang menggenggam tangan Gina tak sempat untuk menghalangi dirinya sendiri.
“Mamah?” sahut Arisha shol memegang pipinya yang terasa kebas saat ini.
Nalendra dan Gina pun sama terkejutnya. Namun, Gina tampak tersenyum tipis setelahnya.
“Kurang ajar kamu, Arisha. Bisa-bisanya kamu perlakukan saya seperti itu! Kamu benar-benar membuat saya malu. Ingat kamu, Arisha. Kejadian hari ini tidak akan saya pernah lupakan. Kamu sudah mencari masalah dengan saya.” Dara melototkan kedua matanya menatap penuh benci pada sang menantu.
Ucapan Arisha pada security di klinik untuk tidak berbuat kasar pada sang ibu mertua nyatanya tetap saja membuat Dara meradang. Wanita paruh baya itu tak terima kala tujuannya ke klinik untuk mengacaukan harus di halangi.
“Maafkan Arisha, Mah. Arisha tidak bermaksud apa pun selain menghalangi Mamah mengganggu pasien di sana.” Arisha berusaha masih berbicara dengan hormat.
“Mamah, Kak Arisha benar. Nalendra yang suruh Kak Arisha mencegah Mamah masuk. Di sana sangat banyak orang jangan sampai Mamah mempermalukan diri Mamah sendiri.” Nalendra merangkul pundak Dara.
Dara segera menepis kasar tangan Nalendra.
“Saya berdoa Reifan tidak akan pernah mengingat kamu lagi, Arisha.” Jari telunjuk Dara menunjuk wajah Arisha dengan tatapan marah.
“Tante, kita pulang saja yuk. Rei sedang istirahat. Dan Tante pasti lelah juga kan. Biar Gina antar.” Anehnya Dara justru menurut pada ucapan Gina yang bukan siapa-siapa.
__ADS_1
Keduanya meninggalkan rumah sakit dengan Arisha yang duduk diam di ruang tunggu. Harapan terbesarnya hanyalah kesembuhan sang suami.
“Kak sabar. Doa Mamah nggak akan mungkin di kabulkan. Toh itu doa nggak benar. Doa yang paling manjur adalah doa yang baik dari istri yang baik untuk suaminya.” Arisha tersenyum mendengar sang adik ipar berceramah.
Sampai akhirnya hari sudah sore. Dimana Arisha akan segera pulang untuk membersihkan dirinya. Di sini Nalendra akan menjaga Reifan sejenak sebelum Arisha akhirnya kembali lagi.
“Kakak pulang dulu. Kabari kalau ada apa-apa yah, Ndra.” Arisha membawa tasnya.
“Iya, Kak. Hati-hati.” tutur Nalendra.
Saat di perjalanan entah mengapa Arisha merasa ada yang aneh. Matanya melihat beberapa kendaraan tampak mengikuti mobilnya.
Berulang kali Arisha melambatkan mobil dan kembali melajukan mobilnya. Namun, kendaraan tersebut terus saja mengikuti Arisha.
“Siapa mereka? Apa mereka benar-benar mau mengikuti aku? Tapi, untuk apa?” tanyanya heran.
Tentu saja kini Arisha merasa takut. Dimana jalanan sudah nampak mulai gelap. Perjalanan ke rumah masih ia butuhkan dalam waktu lima belas menit lagi. Sedangkan kening Arisha sudah nampak berkeringat ketakutan.
“Tuhan, tolong aku…” gumamnya menyetir semakin kuat. Sesekali mata Arisha menatap spion mobil. Memastikan jika mobil-mobil itu masih saja mengikutinya.
__ADS_1