Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Olahraga Pagi


__ADS_3

Nalendra terdiam mematung kala berhasil merebut berkas dari sang ibu. Ia membaca dengan cepat sementara Dara sendiri memutar matanya malas. Baginya Nalendra hanya anak muda yang tidak pantas ikut campur urusan orang dewasa.


"Ingat, Nalendra. Ibu melakukan ini semua demi Kakakmu. Reifan harus bisa mengikat wanita itu. Jika tidak bisa saja Arisha berselingkuh dengan pria di luar sana. Kamu tidak usah ikut campur. Sebaiknya pikirkan saja cara mendapatkan jodoh. Jika tidak, maka Ibu sendiri yang akan mencarikan kamu jodoh." Dengan wajah tanpa dosa wanita paruh baya itu melenggang pergi dengan merebut kembali berkas yang sudah berhasil Nalendra baca barusan.


Kepergian sang ibu membuat Nalendra bergeleng kepala tak habis pikir. Ibunya yang dulu selalu patuh pada sang ayah kini berubah menjadi wanita yang paling berkuasa. Bahkan semua harta pun ia yang memilikinya.


"Ibu benar-benar keterlaluan. Aku harus memberi tahu Kak Rei soal ini. Tapi, tunggu...bagaimana jika ini justru membuat Kak Arisha mendapat amarah dari Kak Reifan? Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Sejenak Nalendra bimbang dengan langkahnya.


Ia tak ingin gegabah untuk menyampaikan pada sang kakak. Bagaimana pun hubungan Arisha dan Reifan baru saja baikan. Ia tidak ingin semakin menambah ujian dalam pernikahan keduanya.


Sementara orang yang tengah ia khawatirkan di sini tampak tidur dengan lelap. Arisha tak kunjung melepas pelukan sang suami. Pikirannya yang begitu lelah seolah sangat menginginkan kehangatan. Sampai pagi kembali menyapa meninggalkan malam yang dingin kini Arisha tak kunjung membuka mata.

__ADS_1


Larut dalam dekapan hangat Reifan membuatnya sangat lelap tanpa sadar jika waktu sudah semakin siang. Reifan yang sudah bangun sejak tadi hanya tersenyum menatap wajah ayu sang istri. Tanganya tak juga berhenti mengusap rambut hitam milik bidadari hatinya.


"Kamu cantik kapan pun, Arisha. Kecantikan ini seperti candu untuk aku lihat setiap waktu." gumam Reifan.


Lembut tangannya bergerak menelusup tubuh sang istri yang terbalut satu selimut dengannya. Pagi ini saat mentari terbit, tiba-tiba saja Reifan merasakan hal yang bergejolak. Batinnya sebagai lelaki tiba-tiba saja bangkit dan ia pun tak mampu menolak keinginan itu.


"Em...Rei, ada apa?" Arisha terdengar berucap lirih sembari menggerakkan tubuhnya namun masih dengan mata tertutup.


Reifan bukannya menjawab justru ia masuk ke dalam selimut sang istri. Menelusuri sepanjang tubuh Arisha. Lenguhan pun tanpa sadar Arisha suarakan hingga akhirnya ia benar-benar sadar setelah merasakan sentuhan mengejutkan di bagian intinya.


"Nggak. Aku bisa mandi sendiri kok." Arisha menggeleng menolak.

__ADS_1


Takut jika mereka mandi berdua maka Reifan bisa saja meminta haknya lagi. Arisha bukan tak ingin memberikan tapi melihat waktu yang sudah sangat siang membuatnya harus bergegas menuju klinik.


"Aku janji kita hanya mandi saja kok." sahut Reifan. Ia mengangguk meminta Arisha menyetujui ajakannya.


Keduanya masuk dan Reifan menyalakan shower yang sudah ia atur suhu airnya. Dan benar saja kembali Arisha mendesis saat kedua tangan sang suami sudah melingkar dari belakang ke arah dada miliknya.


"Rey, ayolah ini sudah sangat siang." rengek Arisha. Jujur ia pun juga menginginkan hal ini sebab kejadian kecelakaan membuat mereka berdua sama-sama tak saling memenuhi kebutuhan batin.


"Sekali saja, Sayang. Aku sangat menginginkannya." bisik Reifan.


Tak ada kata penolakan yang mampu Arisha berikan. Suasana yang sangat romantis rasanya berada di bawah guyuran shower membuat Arisha tak lagi mengeluarkan penolakan. Ia mengangguk dan menikmati setiap sentuhan dari sang suami.

__ADS_1


Keduanya pun larut dalam olahraga penuh cinta yang sangat dahsyat. Suara erangan erotis bersamaan suara air berjatuhan semakin menambah semangat Reifan memacu pergerakan. Pada menit ke lima belas akhirnya permainan berakhir dengan singkat. Keduanya sama-sama membersihkan tubuh lalu bersiap untuk ke tempat kerja masing-masing.


"Astaga..." Arisha dan Reifan yang baru keluar dari kamarnya nampak kaget saat mendapati sapaan dari sosok pria yang sudah berdiri bersedekap dada sembari menggelengkan kepalanya.


__ADS_2