Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Kedatangan Nalendra


__ADS_3

Tak ada pergerakan yang terlihat di dalam rumah sana artinya Gina memang tak ada kesempatan lagi untuk masuk ke rumah itu. Ia pergi bersama dengan Dara entah kemana. Reifan sama sekali tak perduli keadaan di luar rumah.


"Apa yang harus ku lakukan?" tanya reifan tak mengerti.


Sebab ia tidak tahu apa-apa saat ini. Teman pun ia tak mengenalnya. Hanya satu orang yang saat ini menjadi harapan Reifan.


"Bibi!" panggilnya berteriak.


"Iya, Tuan." Bibi datang dengan langkah tergesa-gesa.


Reifan terlihat berhadapan dengan sang Bibi. Keduanya sama-sama terlihat canggung sampai akhirnya Bibi dengan berani berkata.


"Nyonya Arisha pasti sedang dalam bahaya, Tuan." Bibi tampak cemas mengutarakan kekhawatirannya saat ini.


Ia tahu Reifan sudah bisa di ajak berbicara. Selama ini Bibi hanya diam karena tidak bisa melewati pengawasan dari Gina. Reifan selalu saja berada dalam genggaman wanita itu.


"Bisa bantu saya hubungi Arisha, Bi? Saya tidak tahu harus bagaimana lagi dan saya tidak ingat apa-apa." tanya Reifan.


Lantas Bibi pun dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Tuan, Bibi sudah hubungin Nyonya beberapa hari ini, tapi nomornya di pegang sama Tuan Nalendra. Bibi juga bingung harus hubungin kemana lagi. Sedangkan Tuan saat ini pun tidak bisa mengingat apa pun di tambah ada Nona Gina juga bersama Tuan." papar Bibi dengan jelas.

__ADS_1


Reifan hanya bisa menunduk dengan bingung karna dia pun tidak tahu harus meminta tolong pada siapa lagi, sedangkan harapan satu-satunya adalah sang bibi.


Sedangkan di sisi lain kini sosok wanita cantik yang duduk di sisi tempat tidur mewah terlihat sangat terkejut. Bagaimana tidak, di depannya saat ini tengah berdiri dua orang pria tampan yang sama-sama tidak asing di matanya.


"Nalendra?" Kening Arisha mengerut dalam. Kedua manik mata hitam yang indah itu menatap bergantian dua wajah pria di depannya.


"Hai Kak Arisha, bagaimana kabar Kakak? Wisnu merawat Kakak dengan baik bukan?" Arisha benar-benar terheran mendengar ucapan sang adik ipar.


Apa ini artinya? Apa Nalenda ada di balik ini semua? Sungguh Arisha benar-benar bingung. Ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi selama ini. Tubuhnya berdiri mendekati Nalendra. Berharap hari ini adalah hari terakhir ia di kurung tanpa ada kejelasan.


"Apa ini semua, Ndra? Kamu merencanakan ini semuanya? Untuk apa? Katakan!" tekan Arisha yang nampak kesal.


Pandangannya pada sang adik ipar kini berubah. Kesal tentu saja Arisha rasakan sebab ia sudah meninggalkan sang suami beberapa waktu. Ketakutan jika Reifan telah melakukan kesalahan dengan Gina.


"Kak Arisha! Kak, tunggu dulu!" panggil Nalendra namun Arisha acuh. Ia bersikeras untuk menahan Arisha.


Tangan sang Kakak ipar ia cekal begitu kuat. Arisha menghela napas kasar menahan amarahnya. Saat ini Arisha tidak ingin membuang waktu untuk mendengar penjelasan Nalendra. Di rumah ada pernikahan yang harus ia selamatkan.


"Lepaskan, Ndra. Aku harus pulang. Dan kamu berhutang penjelasan ini semua nanti." sahut Arisha.


"Kak Arisha, aku bisa jelaskan ini semua. Tapi, tolong tetaplah di sini dulu. Kakak pulang untuk apa? Di rumah ada Gina." sahutnya yang sontak membuat mata Arisha terbuka lebar.

__ADS_1


Terkejut mendengar ucapan sang adik ipar yang mengatakan jika di rumahnya ada wanita lain yang merawat sang suami.


"Apa katamu?" tanya Arisha dengan wajah tak percaya.


"Di rumah ada Kak Gina merawat Kak Reifan selama Kakak tidak ada." Kembali Nalendra menjawab.


Tentu saja Arisha tak akan rela jika sang suami justru tinggal satu atap dengan wanita lain. Ia berlari keluar namun usahanya nampak sia-sia sebab Nalendra berusaha mencegah kembali.


Tanpa sengaja ternyata ponsel yang Nalendra pegang selama ini justru berdering. Ini bukan untuk pertama kalinya, ini adalah kesekian kalinya ponsel itu berdering dan kini menyita perhatian Arisha.


"Ndra, itu ponselku?" tanya Arisha terkejut.


Pikirannya benar-benar yakin jika dalang ini semua adalah Nalendra.


"Kak, aku bisa jelaskan semuanya. Aku tidak ada niat untuk hal sejahat ini." Namun, Arisha hanya menggeleng tak percaya. Apa pun yang Nalendra ucapkan akan sulit untuk ia percaya.


Arisha menduga jika Nalendra justru bekerja sama dengan sang mamah mertua selama ini termasuk dengan Gina juga.


Dering ponsel terus terdengar namun tak kunjung Nalendra mengangkatnya ketika melihat nama pemanggil adalah Reifan. Ini adalah panggilan pertama Reifan lakukan sejak menghilangnya Arisha.


"Itu pasti Reifan, kan?" tanya Arisha namun Nalendra menggeleng.

__ADS_1


"Bukan, Kak. Ini Bibi di rumah." Arisha sedih mendengar ucapan Nalendra. Tanpa ia tahu jika sebenarnya Reifan memanglah yang sedang menghubungi dirinya.


__ADS_2