Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Kesalahan Arisha


__ADS_3

Arisha menatap tajam kepulangan sang suami. Reifan menghela napas kasar berusaha menghilangkan amarahnya pada sang istri. Sadar jika malam tadi ia telah salah memilih pergi tanpa menyelesaikan masalahnya dengan Arisha. Pagi ini adalah waktu yang tepat untuk ia bicara pada sang istri.


“Aku ingin kita bicara.” ujar Reifan melangkah hendak meraih tangan sang istri.


Arisha yang menatapnya penuh kemarahan justru tak ingin berhadapan dengan sang suami. Kesalnya semakin bertambah kala melihat suaminya di antar pulang oleh wanita lain.


“Jangan berani sentuh aku, Rei!” sentak Arisha menepis kasar tangan sang suami.


Reifan terkejut mendengar ucapan istrinya yang bernada begitu tinggi. Arisha sudah salah paham mengira sang suami pergi bermalam dengan sang mantan.


“Ada apa? Kamu marah karena aku di antar Gina pulang? Ayo masuk. Kita harus bicara.” ujar Reifan terdengar lembut.


Arisha menggeleng senyum tipis di bibirnya ia tunjukkan sebagai tanda dirinya tak mau mengikuti ucapan sang suami yang terdengar menyepelekan masalah.


Arisha justru memilih pergi meninggalkan rumah. Ia tak mau menjelaskan apa pun lagi pada sang suami. Sampai akhirnya Reifan yang terus memanggilnya pun tidak ia hiraukan.

__ADS_1


“Arisha! Arisha! Tunggu, Arisha!” teriak Reifan.


Arisha berlari menuju mobil, hal itu nyatanya masih bisa tertangkap pandang oleh sepasang mata milik Gina. Rupanya wanita itu belum pergi jauh dari sana. Ia tersenyum melihat pertengkaran Reifan dan Arisha.


“Rasakan itu.” ujar Gina melajukan mobil.


Sedangkan Reifan yang kesal terpaksa menggendong tubuh istrinya paksa dari belakang untuk segera masuk ke dalam rumah. Pagi itu suasana rumah mereka benar-benar kacau dengan Arisha yang melempar sepatunya berusaha melepaskan diri.


“Turunkan aku, Rei! Lepaskan! Aku mau pergi!” Berontak Arisha namun tak kunjung Reifan turuti.


“Mau apa kamu? Belum puas kamu sama dia semalaman? Sekarang biarkan aku pergi.” ucap Arisha.


Reifan hanya menatap istrinya dengan tatapan dalam. Arisha yang tak suka dengan sikap sang suami kembali bangkit dari ranjang. Ia ingin menuju pintu dan mendobrak pintu itu.


“Sekarang katakan Arisha, apa tujuan kamu minum pil itu? Apa kamu memang tidak mau memiliki anak dariku?” tanya Reifan langsung pada intinya.

__ADS_1


Suami mana pun tentu akan sakit jika mengetahui istrinya tengah berusaha menunda kehamilan. Bahkan di depan Reifan Arisha terlihat begitu berusaha ingin memiliki anak.


“Apa aku harus jawab? Bagaimana dengan selingkuhanmu? Apa kalian sudah rencana mau punya anak?” Arisha justru tak menjawab. Ia malah bertanya balik pada Reifan.


“Arisha, jawab pertanyaanku. Jangan bertanya hal yang tidak masuk akal.” ujar Reifan.


Arisha nampak terkekeh tanpa suara. Ia menggelengkan kepala tak habis pikir dengan ucapan sang suami. Jelas pagi ini ia pulang di antar oleh wanita lain.


“Tidak masuk akal? Yang mana tidak masuk akal itu? Yang tidur di luar rumah dengan paginya pulang bersama mantannya? Apa jangan-jangan selama ini kamu pura-pura ingat semuanya, Rei? Kamu masih punya perasaan kan dengan wanita yang kamu anggap kekasih kamu itu? Kamu mau kita pisah kah sekarang? Dulu aku bisa memaklumi keadaan kamu. Tapi tidak untuk sekarang. Mari berpisah kalau kamu tidak nyaman lagi dengan hubungan kita.” Reifan tergagap mendengar ucapan Arisha.


Seolah bibirnya kaku mendengar kata pisah dari bibir sang istri. Bukan ini yang Reifan inginkan. Ia ingin masalah mereka selesai dengan baik.


“Sekarang buka pintunya. Aku harus kerja.” Sadar dengan keadaannya saat ini yang tidak bisa berbuat apa-apa, Reifan hanya bisa patuh membuka pintu kamar.


“Bekerjalah, malam aku tunggu kepulanganmu. Kita harus bicara baik-baik.” tutur Reifan tak mendapat sahutan sama sekali dari Arisha.

__ADS_1


Wanita itu bergegas pergi meninggalkan rumah menuju kliniknya. Sepanjang jalan pikirannya terasa kacau pagi ini. Bukan ini harapannya bertemu Reifan. Arisha sadar kesabarannya sudah benar-benar habis menghadapi waktu selama sang suami lupa ingatan.


__ADS_2