Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Penculikan


__ADS_3

Suara klakson mobil beberapa kali terdengar. Pertanda jika mobil tersebut meminta berhenti. Arisha tidak menghiraukannya. Ia memilih terus saja melajukan mobil tanpa perduli keadaan sekeliling. Jalanan yang ramai nyatanya tak memberikan bantuan sama sekali. Para pengejar itu nampak sangat berani.


“Hei berhenti!” Teriakan seorang pria berwajah sangat menyeramkan.


“Tidak Arisha. Aku harus bisa menjauhi mereka.” Arisha semakin meninggikan kecepatan mobil dan akhirnya terjadilah kecelakaan. Arisha menubruk sebuah mobil yang sengaja menghalangi jalannya.


Beberapa orang pria nampak turun dan mengelilingi mobil Arisha. Wanita itu tak berani melakukan apa pun. Arisha mengunci semua pintu mobil. Namun justru aksinya membuat penjahat tersebut nekat memecahkan mobil miliknya.


Air mata berjatuhan di wajah Arisha kala tubuhnya gemetar menahan takut.


“Ayo turun cepat!” Tangan kekar sudah membuka pintu mobil dan menyeret Arisha keluar dari mobil itu.

__ADS_1


Berusaha sekeras mungkin Arisha untuk lepas nyatanya hanya sia-sia saja.


Tak ada satu pun yang mau melepaskannya. Mereka membawa paksa Arisha ke dalam mobil dan meninggalkan mobil milik wanita itu.


Arisha hanya menangis memberontak sepanjang jalan. Berharap ia bisa mendapatkan pertolongan. Sayang, harapannya pupus. Arisha tetap di bawa tanpa ada yang menolongnya. Satu-satunya orang yang ia harapkan adalah sang suami.


Tentu saja Reifan tak mungkin bisa menolong Arisha.


“Rei, tolong aku. Aku mohon lepaskan aku dari mereka. Aku sangat takut.” gumam Arisha berucap dalam hati.


“Ayo cepat masuk!” Kembali Arisha di seret paksa ke dalam.

__ADS_1


“Tolong lepaskan saya. Tolong, Pak. Kasihani saya. Suami saya sedang di rawat di rumah sakit. Saya harus kembali menjaganya.” Arisha memelas namun ucapan itu sama sekali tak berarti di telinga para pria tersebut.


Sebuah kamar mewah di berikan pada Arisha. Pintu telah di kunci dari luar. Entah apa niat mereka yang jelas Arisha sama sekali tak mendapatkan kekerasan saat ini.


Di kamar baru itu Arisha duduk di bibir ranjang. Ia memperhatikan sekitar berusaha mencari jalan keluar. Nyatanya sama sekali tak ada.


Lain halnya dengan keadaan di rumah sakit. Dimana Nalendra menghubungi pelayan Arisha menanyakan sang kakak ipar yang tak kunjung kembali.


“Apa? Arisha sudah beberapa jam lalu pulang? Tapi di rumah belum ada juga pulang, Tuan. Bibi nungguin Nyonya Arisha di ruang tengah ini.” Pelayan cemas mendengar sang majikan tak kunjung terlihat.


Di luar malam sudah semakin gelap. Nalendra nampak berpikir yang tidak-tidak. Ia mencoba kembali menghubungi Arisha namun tetap tak ada jawaban.

__ADS_1


“Apa aku coba susul Kak Arisha yah? Kenapa pikiranku tidak enak begini? Tapi, di sini tidak ada yang menjaga Kak Rei.” Nalendra nampak serba salah.


Ia pun tidak tenang jika terus di rumah sakit saat ini. Ingin meminta bantuan Mamah rasanya tidak memungkinkan. Dimana Arisha pasti akan kembali di marahi. Nalendra tak ingin menambah masalah pada sang Kakak ipar. Ia pun memilih menghubungi temannya untuk meminta bantuan mengecek nomor ponsel Arisha.


__ADS_2