Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Tamat


__ADS_3

Berat hati rasanya pulang dengan jadwal yang sudah ia atur. Meski rencana liburan gagal total karena permintaan sang istri yang pulang memenuhi panggilan sang Ibu. Reifan tak mampu menolak. Ia menurut dengan bujukan Arisha.


Kini mereka tiba di rumah dengan wanita paruh baya yang menyambut kedatangannya di depan gerbang. Sesuai dengan perintah Reifan, semua penjaga harus menghalangi sang ibu masuk ke rumah selama Dara masih tidak menerima Arisha.


“Biarkan Ibu masuk.” pintah Arisha turun dari mobil. Ia mendekati Dara yang berdiri di depan pagar rumah.


Para penjaga pun serentah membuka gerbang.


“Arisha, maafkan Ibu.” Dara berlari mendekati Arisha dan memeluknya.


Arisha hanya membalas pelukan Dara tanpa kata. Banyaknya penjaga yang melihat membuat Arisha tak ingin mempermalukan sang ibu mertua dengan menolak pelukan itu.


“Kita bicara di dalam saja, Bu.” ujar Arisha.


Semua masuk dengan mobil yang ikut bergerak di belakang mereka. Reifan hanya menatap pergerakan sang ibu tanpa berkata apa pun.

__ADS_1


Dari Nalendra, Reifan mengetahui jika sang Ibu telah menyesali perbuatannya.


“Ibu benar-benar minta maaf. Ibu akui salah besar dengan kalian. Gina sudah mengakui semuanya pada Ibu.” tutur Dara. Kini ia menoleh pada sang anak.


“Rei, maafkan Ibu. Maafkan Ibu sudah jahat pada Arisha. Ibu hanya terlalu sayang denganmu-“


“Ibu bukan sayang padaku. Tapi, Ibu sayang pada harta Ayah.” ujar Reifan ketus.


Dara menggeleng. “Ibu salah. Tapi kini Ibu ingin berubah. Ibu tidak akan lagi ikut campur urusan kalian. Tapi, Ibu butuh maaf kalian. Tolong, Reifan. Ibu tidak akan membahas lagi tentang cucu atau kehamilan Arisha. Ibu akan mengikuti takdir kalian. Tolong, jangan marah pada Ibu lagi.” Kembali Dara beralih pada Arisha dan memegang lengan sang menantu.


Rasanya satu-satunya masalah dalam hidupnya seakan telah terselesaikan.


“Ibu janji tidak akan membahas tentang hamil lagi?” tanya Arisha dan Dara mengangguk cepat.


Arisha yang begitu senang akhirnya memeluk sang ibu mertua. Baginya kebahagiaan bukanlah sebuah kesempurnaan. Tapi, dalam satu kekurangan pun ia juga bisa bahagia dengan cara menjalaninya. Tetap bersyukur dengan semua yang ia dapatkan tanpa mengurangi dengan satu yang tidak bisa ia dapatkan.

__ADS_1


“Terimakasih yah, Bu. Arisha senang jika Ibu sudah bisa menerima semuanya. Arisha sangat sayang dengan Ibu.” Air mata Dara menetes mendengar ucapan tulus menantunya.


Tak pernah ia sangka jika Arisha yang sudah ia musuhi sekian lama justru menyayanginya dan menerima semua permintaan maafnya.


Reifan hanya diam memperhatikan kedua wanita itu berpelukan. Rasa kagum pada sang istri semakin besar ia rasakan.


“Tuhan, ternyata ini namanya kebahagiaan yang sesungguhnya. Aku sangat bahagia melihat dua wanita yang aku sayang sudah berbaikan. Aku tak lagi mempermasalahkan apa pun keadaan istriku. Dia adalah wanita yang sempurna untukku dan keluargaku.” Pelan namun pasti Reifan melangkah mendekati keduanya dan ikut memeluk mereka.


“Wah wah kok nggak ngajak-ngajak sih, Kak?” Seru Nalendra yang baru saja tiba. Ia pun berlari ikut memeluk ketiganya.


Semua tertawa bahagia. Dara tak hentinya mengeratkan pelukan pada ketiga anaknya. Arisha bersyukur masih di beri kesempatan merasakan kasih sayang seorang ibu lagi.


Inilah kebahagiaan yang sesungguhnya. Memiliki anak mungkin hal yang paling bahagia. Tapi, jangan salah hal kecil pun bisa menjadi hal yang paling membahagiakan ketika kita bisa mensyukurinya. Anak adalah bonus dalam sebuah pernikahan. Sama seperti rezeki yang berlimpah adalah bagian dari bonus pernikahan. Karena kebahagiaan yang sesungguhnya adalah saling mencintai dan melengkapi di dalam pernikahan.


\~Selesai\~

__ADS_1


Terimakasih semua pembaca setia dari author Marina Monalisa. Semoga kalian semua terhibur dengan cerita receh saya. Saya berharap setelah menyelesaikan semua novel dalam kontrak lama ini bisa segera menciptakan novel baru yang jauh lebih bagus dan bisa update banyak bab setiap harinya. Di tunggu kunjungannya di cerita yang lainnya yah. Terimakasih banyak sekali lagi author ucapkan. Mohon maaf jika karya ini masih sangat banyak kurangnya🙏🏻🤗


__ADS_2