Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Kemunculan Orang Asing


__ADS_3

“Bagaimana mungkin Kak Arisha masih di jalan itu saat ini? Ini pasti ada yang salah.” Nalendra melangkah masuk meminta izin pada penjaga menemui sang kakak. Terlihat Reifan berbaring namun sudah terbuka matanya.


Nalendra mendekati sang kakak berniat untuk menceritakan pada Reifan.


Tapi melihat keadaan sang Kakak yang terlihat lemah, ia pun urung mengatakannya. Nalendra justru pamit untuk pulang dan meminta Reifan beristirahat.


Setelah dari rumah sakit itu, Reifan langsung melajukan mobil menuju ke jalanan arah pulang sang kakak ipar. Beberapa menit melewati jalan, pandangan mata Nalendra menangkap mobil yang tengah di selidiki oleh pihak kepolisian.


Terlihat keadaan mobil yang mengalami pecah pintu kacanya. Arisha sudah tak menampakkan wajah di sana.


“Pak, ada apa ini dengan mobil Kakak ipar saya?” tanya Nalendra panik.


“Menurut laporan ada penculikan di sini. Apa anda anggota keluarga yang bersangkutan?” tanya polisi itu dan Nalendra mengangguk.


Nalendra berbicara banyak sampai akhirnya ikut polisi ke kantor untuk memberikan laporan. Di tangannya ada ponsel sang kakak ipar yang ia dapat dari polisi. Tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali.

__ADS_1


Berbeda halnya dengan orang yang tengah di cari saat ini. Arisha duduk menunggu pintu kamar terbuka. Ia tahu pintu yang desainnya cukup bagus tak mungkin mampu membuat suaranya menembus kamar mewah itu.


Namun satu malaman ia duduk pintu kamar tak kunjung terbuka. Arisha mulai kelelahan matanya pun terpejam lemah. Lapar di perutnya hanya bisa di tahan.


“Siapa kau?” Arisha benar-benar terkejut mendapati tangan kekar menari selimut menutup tubuhnya.


Wajah pria tampan itu terlihat datar. Arisha sama sekali tidak mengenali pria ini.


“Tolong lepaskan aku.” mohon Arisha yang hanya di acuhkan saja.


Arisha tak menoleh meski pun ia sangat lapar. Arisha hanya ingin mendapatkan jawaban dari pria itu saja.


“Jawab aku? Siapa kau dan apa mau mu membawaku ke sini? Tolong lepaskan aku. Suamiku membutuhkan aku.” ujar Arisha memohon.


Matanya berkaca-kaca mengingat sang suami yang saat ini seperti orang asing baginya. Nyeri dada Arisha kala mengatakan suaminya membutuhkannya. Meski sebenarnya Arisha sangat tahu Reifan sama sekali tidak butuh dirinya.

__ADS_1


“Jangan membodohi dirimu sendiri. Dia tidak membutuhkanmu sama sekali.” Arisha menggeleng tidak terima.


Arisha tidak ingin apa pun ucapan orang asing membuat keteguhannya menjadi istri goyah.


“Kau tidak tahu apa-apa. Suamiku membutuhkan aku. Sekarang lepaskan aku.” Mendengar permintaan Arisha, pria itu hanya tersenyum tipis dan melangkah meninggalkan Arisha.


Punggung tegap itu menghilang di balik pintu yang kini sudah kembali terkunci.


“Siapa dia? Kenapa harus mengurung aku seperti ini?” tanya Arisha sangat heran.


Perut yang lapar mau tak mau Arisha bergegas untuk makan. Ia harus mengisi tenaga lebih dulu barulah ia berpikir bagaimana caranya pergi dari sini.


“Nalendra, aku harus menghubunginya. Reifan tidak boleh di tinggal sendiri.” Arisha baru ingat untuk menghubungi sang adik ipar.


Namun, ketika ia mencari ponsel miliknya kini Arisha baru sadar jika ia tak sempat membawa ponsel yang tertinggal di mobil.

__ADS_1


Satu malam Arisha tak kunjung pulang. Tentu saja tak ada yang mencemaskan dirinya selain sang adik ipar. Reifan bahkan tidak tahu jika sang istri dalam bahaya saat ini.


__ADS_2