
"Aku boleh meminta waktu padamu sebentar untuk bicara?" tanya Gina. Yah wanita yang berdiri di depannya itu adalah Gina sang mantan kekasih.
Reifan yang enggan menetap di rumah sang ibu terpaksa harus menyetujui ucapan Gina. Ia kan menerima ajakan Gina barangkali Reifan bisa meminta Gina untuk menjauh dari kehidupannya. Gina pun melajukan mobil bersama Reifan dengan meninggalkan Dara di meja makan.
Wanita itu hanya menghela napas melihat kepergian sang anak yang sama sekali begitu tak menganggap dirinya sebagai ibu.
"Sabar, Bu. Kak Rei masih belum mengingat apa pun. Nanti pasti akan membaik lagi." ujar Nalendra. Kasihan rasanya melihat Dara yang terus di acuhkan oleh Reifan, padahal jika di ingat dulu bagaimana Reifan begitu menyayangi sang ibu.
"Ini semua karena pengaruh dari Arisha. Ibu benar-benar kecewa dengan dia. Ayah kamu tidak seharusnya merestui kakak mu menikah dengan wanita seperti itu." tutur Dara kesal.
Nalendra memilih bungkam sebab saat ini menjelaskan siapa yang salah pun tak akan berguna, sebaiknya ia sarapan dan pergi ke kantor.
__ADS_1
Di sisi lain, Gina tampak duduk berdua di dalam mobil bersama Reifan.
"Maaf jika aku mengganggumu. Aku minta maaf, Rei. Aku sadar kok jika sekarang ini kita sudah berbeda. Kamu sudah punya istri dan aku sudah punya kehidupan yang baru." Gina membuka pembicaraan lebih awal. Ia tersenyum menoleh menatap Reifan yang duduk di sampingnya.
Raut wajah Reifan yang acuh sejak tadi kini berubah hangat. Ia menoleh menatap Gina. Terlihat jelas wanita itu begitu tulus mengatakan apa yang ia ucapkan barusan. Mungkin dengan berdamai hubungannya dengan Arisha akan membaik tanpa adanya pengganggu seperti Gina lagi.
"Jangan takut. Kita sekarang berteman. Aku janji tidak akan melebihi batas kok. Lagi pula aku juga pengennya dapat suami yang single kali bukan duda." tambah Gina membuat Reifan terkekeh.
"Mau sarapan?" tanya Gina yang mendapat anggukan kepala dari Reifan.
"Sekalian aku mau belikan sarapan untuk Arisha juga. Dia pasti kelaparan saat ini." Tak keberatan Gina menyetujui ucapan Reifan.
__ADS_1
Keduanya bergegas menuju sebuah tempat makan dan membungkus satu porsi makan. Sementara mereka makan berdua di tempat itu. Meski Arisha telah membuatnya kecewa namun Reifan tetap ingin menyelesaikan masalah mereka baik-baik. Ia akan meminta penjelasan dari sang istri pagi ini.
Usai dengan makan pagi, Gina mengantar Reifan pulang. "Rei, jangan kapok yah jalan sama aku. Yah biar gimana pun aku juga merasa cocok berteman sama kamu. Mantan itu nggak harus musuhan kan?" tutur Gina menggoda Reifan.
"Tapi tetap saja, Gina. Waktuku akan hampir semuanya adalah untuk keluarga. Segeralah mencari pasangan hidup agar kamu tidak kesepian lagi." Gina hanya mengangguk mendengar ucapan Reifan.
Keduanya tak terasa telah menghabiskan waktu bercerita selama lima belas menit. Dimana akhirnya kendaraan roda empat itu tiba di sebuah rumah dimana Arisha tampak berdiri menyilangkan tangan di depan dada.
Wajahnya benar-benar tak bersahabat melihat kepulangan sang suami yang di antar oleh wanita lain. Matanya berkaca-kaca saat melihat Reifan yang tersenyum saat Gina melambaikan tangan padanya.
"Daa Reifan." seru Gina.
__ADS_1