Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Kedatangan Reifan


__ADS_3

Dara tampak melangkah cepat dari dalam ruangan kala mendengar pelayan mengatakan jika sang anak yang tak pernah mengingatnya kini datang berkunjung ke rumah utama yang megah namun sunyi itu. Ia tersenyum begitu senang melihat sosok Reifan kini hadir di depannya. Berharap jika Reifan akan kembali padanya dan meninggalkan Arisha yang tidak tahu kemana perginya.


"Rei, akhirnya kamu pulang juga kesini. Ibu sangat senang melihatmu masuk ke rumah ini." tutur Dara mendekati Reifan. Ia menggenggam kedua tangan sang anak.


Reifan masih acuh, wajahnya menatap datar wanita paruh baya di depannya saat ini. Sosok wanita yang sudah melahirkannya namun entah mengapa Reifan tak bisa merasakan ketulusan kasih sayang ibunya.


"Dimana Arisha?" tanya Reifan langsung pada intinya.


Matanya dan sang pelayan yang ikut bersamanya pun mengedar meneliti setiap sudut rumah megah itu. Jika Nalendra benar terlibat dalam penculikan Arisha sudah tentu wanita itu di rumah ini atas perintah sang ibu.


Dara menghentikan senyum di wajah. Ia mengerutkan kening heran. "Rei, kau bicara apa? Mengapa bertanya Arisha di sini? Ibu rasa kau sedang bercanda." tutur Dara tak percaya.


Lagi pula apa tujuan Reifan mencari sang istri sampai akhirnya Dara pun panik jika sang anak telah mengingat semuanya.


"Rei, apa ingatanmu sudah pulih Nak?" tanya Dara mendekati sang anak kembali.

__ADS_1


Takut jika Reifan justru marah besar padanya setelah ingat semuanya. Gina adalah mantan yang sudah lama Reifan jauhi sebab suatu masalah fatal.


"Belum semua." ujar Reifan singkat.


"Sekarang katakan dimana Arisha? Dimana Nalendra?" tambah Reifan kembali.


Dara yang tidak tahu apa-apa sekali gus bingung hanya menggelengkan kepala tak tahu harus berkata apa.


"Arisha tidak ada di sini. Dan Nalendra..." Belum sempat Dara mengatakan semuanya kini terdengar dari arah pintu utama Nalenda menyahut.


"Ada apa mencariku, Kak?" tanyanya melangkah mendekat.


"Dimana kau taruh Arisha?" tanya Reifan langsung mendekati Nalendra. Ia sangat yakin hilangnya Arisha berikutnya ada sangkut pautnya dengan Nalendra.


Mendengar hal itu tentu saja Nalendra terkekeh sinis menatap sang kakak. Ia merasa asing mendengar ucapan Reifan menyebut Arisha sebagai istri.

__ADS_1


"Cih Istri? Apa ada seorang pria yang memiliki istri mengijinkan wanita lain tinggal satu atap dengannya? Atau bahkan tanpa kau ketahui justru tinggal satu kamar dan satu ranjang?" ledek Nalendra dengan sinisnya.


Mendengar itu rahang Reifan nampak menggeram kesal. Ia menatap tajam sang adik seolah menegaskan pada Nalendra untuk tidak ikut campur dengan urusannya.


"Katakan dimana Arisha? Kau tidak berhak ikut campur." tekan Reifan kembali.


"Aku menaruh Kak Arisha di tempat yang lebih aman. Dan aku akan mempertanggung jawabkan semua yang aku putuskan." sahut Nalendra sama sekali terlihat tak takut dengan sang kakak.


Percakapan keduanya sontak membuat Dara terkejut. Tak percaya jika sang anak adalah dalang dari ini semua. Dara menggelengkan kepalanya sembari mendekati dua putranya.


"Nalendra, apa yang kamu katakan? Bukan kamu kan yang melakukan itu dengan Arisha? Jangan mengada-ada kamu, Nalendra." sahut Dara sampai memegang lengan sang anak.


"Akting kalian berdua sama-sama bagus. Aku suka ini. Apa tidak ada akting yang jauh lebih sempurna lagi? Sekarang aku ingin tanya dengan kalian berdua dimana istriku?" teriak Reifan dengan wajah yang sudah memerah.


Bukannya menjawab, Nalendra justru hanya menatap remeh sang kakak.

__ADS_1


"Cih baru sekarang mengakui istri. Awalnya aku ingin memberi pelajaran padamu, Kak Rei. Tapi, sekarang justru aku tertipu oleh mereka. Aku harus menemukan Kak Arisha dulu baru memberi tahumu. Aku tidak boleh gegabah. Maafkan aku, Kak Rei, Kak Arisha." batin Nalendra yang sesungguhnya pun tengah panik saat ini.


Niatnya ingin membuat Reifan sadar lebih dulu baru mempertemukan keduanya. Ia tak tega jika Arisha justru terus merasakan sakit dengan sang kakak. Namun, niat baiknya justru berujung kesialan. Dimana Arisha di bawa kabur oleh penjahat yang semula menculik Arisha. Nalendra terlalu polos untuk menerima kerja sama orang tersebut tanpa ia tahu jika pria itu adalah musuh bisnis sang kakak.


__ADS_2