Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Ikatan Kekeluargaan


__ADS_3

Di sini tepatnya sebuah rumah terjadi pertemuan antara seorang pria tampan dengan seorang pria paruh baya. Dia adalah paman sekaligus ayah angkat dari wanita yang sudah menghilang beberapa hari lamanya. Pria paruh baya itu sedang berhadapan dengan Wisnu, pria yang menjadi dalang penculikan Arisha. Keduanya nampak saling bertatapan dalam saat ini sampai akhirnya bibir pria paruh baya itu terbuka juga.


"Berhenti mencampuri semuanya, Wisnu. Om hanya memberi izin kamu untuk melindungi Arisha. Bukan ikut campur dengan hidupnya." tutur pria paruh baya tersebut.


Mendengar ucapan sang paman, Wisnu justru menggelengkan kepala menolak peringatan dari pria di depannya. "Itu hal yang paling tidak mungkin, Om. Arisha berhak bahagia dengan pilihannya. Jika pilihannya tidak bisa membuatnya bahagia maka aku akan memberinya pelajaran." ujar Wisnu bersikeras dengan pendiriannya.


Kesal sebab merasa sulit sekali untuk berdiskusi dengan Wisnu, Abimana sebagai paman sekaligus ayah angkat Arisha ingin sekali membentak pemuda di hadapannya saat ini. Dimana Wisnu sangat tidak punya hak atas ini semua. Sekali lagi ia tahu jika Wisnu begitu menyayangi Arisha sebagai sepupu.


"Kembalikan Arisha pada suaminya, Wisnu. Jika kamu tidak mendengar ucapan ku maka aku akan menarik semua saham di perusahaanmu saat ini juga." Wisnu menoleh seketika menatap sang paman.


Ini kali pertama ada pria yang mengancamnya dengan membawa nama perusahaan. Tentu saja sebagai pebisnis Wisnu tak menginginkan hal itu sama sekali. Ia sontak meneguk kasar salivahnya. Tak menyangka jika semua pergerakannya di luar sana tercium oleh sang paman.


"Ah sialan. Andai saja aku tahu jika Om memanggilku kemari untuk membahas ini aku tidak akan datang." umpat Wisnu dalam hatinya.

__ADS_1


Merasa tak ada pilihan lain, akhirnya Wisnu bergerak keluar dari rumah itu dengan wajah lesu. Ia harus segera membebaskan Arisha saat ini juga.


"Huh Arisha Arisha...bagaimana bisa kamu memiliki saudara yang seperti Wisnu? Paman yakin jika kamu tahu dia keluargamu pasti kamu bisa pingsan saat ini juga." gumam Abimana membayangkan bagaimana sang ponakan sangat marah nantinya jika tahu siapa pria yang sudah menculiknya dan ia takuti selama ini di pulau.


Arisha tak pernah membiarkan jaraknya dengan Wisnu semakin dekat sebab Arisha takut pria itu akan bertindak di luar dugaan. Setelah perginya Wisnu dari hadapan Abimana, lantas pria itu bergegas menuju kantornya. Ancamannya pada Wisnu sudah bisa ia yakini jika sangat manjur.


Di sinilah Wisnu berada. Sebuah helikopter sudah mendarat di sebuah pulau tanpa penghuni itu. Pria gagah itu melangkah lebar menuju sebuah villa yang ia tahu Arisha masih setia menunggunya di sana.


Sampai saat ini pun Arisha tidak tahu apa motif dari pemuda ini untuk menculiknya. Melihat tatapan tajam Arisha, Wisnu seketika tertawa.


"Ayo pulang. Ayah sudah menunggumu." Kening Arisha mengerut dalam mendengar kata Ayah. Tak ada ayah seperti yang Wisnu katakan.


Apa ini semua adalah dalang dari pamannya? Rasanya Arisha tak percaya dengan ucapan Wisnu. Ia masih mematung menunggu ucapan berikutnya yang Wisnu katakan. Tak mungkin sang paman yang sering di katakan ayah bisa melakukan sesuatu untuknya yang bukan siapa-siapanya.

__ADS_1


"Hei kenapa bengong? Apa kau tidak mau pulang?" tanya Wisnu yang membuat Arisha tersadar.


"Siapa kau sebenarnya? Apa pamanku yang kau maksud dalang dari ini semua?" tanya Arisha yang tidak kunjung di jawab oleh Wisnu.


Mereka berdua berjalan menuju helikopter. Arisha duduk dengan rasa penasaran dan sangat marah.


"Awas saja jika sampai terjadi sesuatu dengan pernikahanku karena paman atau pria asing ini. Aku tidak akan memaafkan siapa pun. Paman tidak mungkin melakukan ini semua. Paman tidak mungkin mau ikut campur atas masalah yang ku lewati. Bahkan aku tidak pernah memberi tahu paman tentang apa pun di dalam rumahku." gumam Arisha yang merasa sangat heran.


Tak sadar jika dirinya tengah mendapat lirikan dari Wisnu secara diam-diam. "Mungkin tugasku sudah selesai, Arisha. Aku harap semua akan baik-baik saja. Aku hanya bisa menjagamu sampai di sini saja. Aku akan pastikan pria itu akan berjanji padaku." gumam Wisnu dalam hatinya.


Ikatan kekeluargaan yang mereka miliki masih begitu dekat. Wisnu memiliki ibu yang tak lain adalah kakak dari ayahnya Arisha. Dimana saat kecil Arisha dan Wisnu sering bertemu. Sayang mereka justru harus terpisah sejak Wisnu ikut dengan sang kakek ke luar negeri ketika kedua orangtuanya meninggal.


Dan Arisha yang tidak menyadari jika pria yang bersamanya selama ini adalah sepupunya. Kini mereka bertemu ketika sudah sama-sama menginjak masa dewasa. Lebih tepatnya Wisnu sudah sering tahu mengenai Arisha dari hubungan kerjanya bersama Reifan sebelum mengalami lupa ingatan itu.

__ADS_1


__ADS_2