Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Memfitnah Menantu


__ADS_3

Setibanya Reifan di kediaman sang ibu, suara teriakannya begitu menggema. Bahkan Dara sangat kaget mendengar suara pintu mobil dan rumah yang begitu keras di hempas. Reifan benar-benar habis kesabaran saat ini.


"Siapa tuh, Tan? Apa Nalendra?" tanya gadis yang ternyata adalah Gina.


"Tante rasa itu suara Reifan. Tapi tidak mungkin dia datang kesini sendirian." ujar Dara yang mendengar tak ada suara siapa pun selain Reifan yang berteriak.


Karena penasaran ia pun keluar kamar bersama Gina. Sampai di ruang tengah terlihatlah Reifan berdiri dengan wajah memerahnya.


"Rei, kamu sama siapa kesini?" tanya Gina berusaha tersenyum. Meski rasanya ia agak takut menatap wajah sang mantan yang sudah ingat masa lalu mereka dulu.


Sementara Dara tak bersuara apa pun. Ia sudah bisa menerka apa yang membuat sang anak sampai semarah ini. Pelan ia melangkah mendekati Reifan yang menatap tajam padanya.

__ADS_1


"Rei, turunkan tatapanmu itu. Aku Ibumu, tidak pantas kau perlakukan seperti itu." pintah Dara masih berusaha berani.


Namun, Reifan sama sekali tidak merespon ucapan ibunya. Dara mengalihkan pandangan ke arah belakang Reifan. Dimana Arisha dan Nalendra baru tiba dengan langkah terburu-buru dan napas yang tersengal.


Sebelumnya Dara sudah berdebat dengan Nalendra tentang berkas itu. Dan kini semua tidak bisa lagi ia tutupi.


"Kamu tidak berhak marah pada Ibu. Apa yang Ibu lakukan itu semua demi kebaikan kamu kedepannya. Rei, dengar Ibu dulu." Lembut Dara bertutur kata.


Ia menggenggam tangan Reifan namun pria itu dengan kasar menepisnya. Apa pun alasannya ia tidak akan terima pembelaan apa pun dari sang ibu.


Mendengar itu Arisha tercengang kaget. Bagaimana mungkin sang ibu mertua justru menyudutkan namany. Arisha menggeleng saat melihat Reifan menatapnya saat ini.

__ADS_1


"Bu, apa yang Ibu katakan? Bagaimana mungkin aku yang menawarkan itu? Justru aku menemui Ibu untuk bertanya apa jalan yang Ibu inginkan agar aku dan Reifan tidak Ibu paksa berpisah terus menerus. Aku lelah, Bu." jawab Arisha menatap sendu sang ibu mertua.


Di saat seperti ini pun ia justru di fitnah oleh Dara. Kini Arisha menatap sang suami dengan penuh harapan. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


"Rei, terserah padamu mau percaya atau tidak. Yang jelas aku tidak melakukan itu. Aku hanya menurut apa yang Ibu minta. Aku hanya ingin hidup kita tenang tanpa bayangan wanita itu." Jari telunjuk yang Arisha gunakan menunjuk ke arah Gina. Usai mengatakan isi hatinya, Arisha tak ingin lagi mendengar kejadian di rumah itu.


Ia memilih pergi tanpa ada yang mengejar. Nalendra ingin mencegah kepergian sang kakak ipar namun Arisha tak menghiraukan panggilannya. Ia terus melangkah dengan mengusap air mata yang jatuh.


"Kak Arisha! Kak!" panggil Nalendra.


"Lepaskan aku, Ndra." sahut Arisha.

__ADS_1


"Biarkan dia pergi." sahut Reifan yang membuat Nalendra heran. Arisha pun langsung melangkah cepat mendengar ucapan sang suami.


Merasa di saat seperti ini justru Reifan tidak percaya dengannya.


__ADS_2