Penantian Cinta Sejati Kembali

Penantian Cinta Sejati Kembali
Reifan Putus Asa


__ADS_3

"Oh ternyata anda masih bisa terlihat baik-baik saja setelah kabar perginya Dokter Arisha ku dengar?" pertanyaan itu tiba-tiba terdengar dari arah belakang di mana Reifan saat ini tengah membuka pintu mobilnya. Pria itu baru saja turun dari apotik untuk membeli obatnya yang sudah habis dan saat ini Reifan sangat membutuhkan obat itu.


Tangannya urung membuka lebar pintu mobil dan menutupnya kembali. Reifan melihat sosok pria yang tak asing baginya. Yah pria ini pernah mengunjungi Reifan saat ia di rumah sakit dan bersama Arisha, sang istri.


Kening Reifan mengerut dalam kala jari telunjuknya terangkat di udara menujuk wajah pria itu.


"Tentu anda tidak akan lupa dengan saya, Tuan Reifan?" sahut pria itu dengan cepat. Reifan hanya diam menunggu ucapan apa yang ingin pria itu sampaikan sampai rela menemuinya di pinggir jalan seperti ini.


Namun, beberapa saat suara pria tersebut tak kunjung terdengar. "Katakan segera. Saya tidak punya banyak waktu. Dan dari mana anda mengetahui jika Arisha pergi?" tanya Reifan yang tentu sangat penasaran.

__ADS_1


"Kau tidak akan menemukan Arisha selama kau tidak bisa menjadi pria tegas. Selama masih ada penderitaan yang kau berikan pada Arisha, maka aku akan pastikan kalian tidak akan pernah bertemu." Reifan terbungkam seribu bahasa saat mendengar penuturan pria itu yang kini sudah melangkah pergi meninggalkan Reifan.


"Hei, tunggu! Apa maksudmu bicara seperti itu? Apa kau tahu dimana istriku?" Reifan berlari mengejar pria itu sembari menarik jasnya.


Hal apa pun jika itu mengenai Arisha, maka Reifan tak akan pernah membiarkannya terlewat begitu saja. Reifan sudah sangat mencemaskan sang istri yang entah kemana.


Wisnu bukannya memberi tahu Reifan, ia justru hanya memberikan beberapa lembar foto yang terlihat di sana Reifan tengah bersama Gina di berbagai tempat. Reifan tak tahu apa maksud Wisnu memberikan foto tersebut.


Pria itu menghilang secepat kilat meninggalkan Reifan yang hanya berdiri mematung saat ini. Banyaknya foto mesra dirinya bersama Gina membuat Reifan merasa sangat bersalah pada Arisha. Ia sudah melupakan sosok wanita yang menjadi pendamping hidupnya di kala susah mau pun senang.

__ADS_1


"Arisha, dimana kamu? Aku minta maaf untuk semua ini. Aku benar-benar salah. Ku mohon pulanglah..." gumam Reifan lemas kala melangkahkan kakinya.


Ia memasuki mobil tanpa bisa berkata apa pun lagi. Sejak saat itu Reifan sadar jika sang istri bukan menghilang, melainkan pergi darinya karena masalah yang ia buat sendiri. Reifan mencabut tuntutannya pada ibu, Gina, mau pun Nalendra. Entah firasatnya begitu kuat jika Arisha bukan di culik mereka.


Duduk menyendiri di taman rumah, Reifan memandangi sebuah foto di ponselnya. Foto pernikahannya dengan Arisha yang selama lupa ingatan rasanya begitu sulit untuk Reifan percaya.


Wanita cantik yang mengenakan kebaya putih itu menatapnya penuh cinta.


"Tuan, apa kita tidak meminta bantuan detektif saja?" tanya sang supir yang mendekati Reifan.

__ADS_1


Di rumah ini tinggal pelayan dan supir yang bisa Reifan percaya. Bahkan mereka pun dengan setia menemani Reifan di saat sepi seperti ini. Kepergian Arisha benar-benar tak bisa di lacak oleh siapa pun. Dan Reifan yang masih tidak tahu apa pun juga bingung selain ikut mendengarkan saran dari dua orang kepercayaannya di rumah itu.


__ADS_2