PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Petualangan


__ADS_3

Organisasi bunga hitam bukanlah organisasi kecil yang terdiri dari perampok jalan, bunga hitam adalah kumpulan para pendekar kelas atas bahkan anggota terendah berada di tahap EKA akhir, organisasi yang dipimpin oleh Ki Jarkasi memiliki sepuluh tetua, tetua terendah berada pada tahap baru beranjak Dwi akhir.


Pertarungan sengit terjadi di Padang ilalang, dua pemuda di keroyok seratus pendekar, secara hitungan tentu kedua pemuda tersebut akan kalah dengan cepat, justru keadaan berbalik, setelah lebih dari dua puluh menit pertarungan terlihat setengah anggota bunga hitam terkapar tak bernyawa.


Caraka dengan kekuatan cakar dan pukulan tapaknya bagaikan gada sekali hantam sudah dipastikan mendapat luka dalam, namun bila bersarang pada area fital tubuh tentu nyawa melayang.


Mahesa tidak tinggal diam mengunakan pedang pemberian sang ibu tak satupun serangan lawan mampu menggores pakaiannya, jurus pedang neraka menyayat tubuh lawan tak terlihat.


Tak lebih dari dua jurus digunakan kedua pendekar muda ini telah membuat lawan kehilangan kepercayaan diri untuk menyerang lagi, apakah kekuatan bunga hitam yang dikatakan akan mendirikan kerjaan, sungguh sangat memalukan menghadapi kami berdua saja kalian kehilangan semangat,.. ucap Mahesa memancing emosi lawan, Caraka yang berdiri membelakangi kakak nya hanya tersenyum mengejek.


Ki Jampang yang telah tersulut emosi berteriak lantang,.. bunuh mereka berdua, jika ada yang mundur maka pedangku lawan kalian.


Mahesa dan Caraka yang mendengar ucapan Ki Jampang hanya mengembangkan senyum bersiap melakukan serangan cepat, tanpa aba aba kedua pemuda berpencar menaklukan musuh tanpa memberi ampun, kali ini Caraka tidak menggunakan jurus tapak, dengan mencabut pedang nya Caraka mendekat lawan lawan memberikan tebasan kuat mengandung tenaga dalam.


Demong sebagai tetua ke sembilan ditugaskan oleh Ki Jarkasi membantu Ki Jampang mengacaukan ajang pencarian bakat bergidik ngeri melihat dua pemuda yang baru dilihatnya membantai anggota bunga hitam tanpa berkedip, sebaik nya saya melarikan diri saja, jika sampai semua yang ada disini di bantai tentu tidak ada yang akan melaporkan kejadian ini,... batin Demong.


Berbagai formasi penyerangan maupun bertahan digunakan anggota bunga hitam namun tetap tidak dapat membendung serangan kedua pemuda yang sedang mengamuk.


Ki Jampang melihat anggota nya semakin berkurang mengambil inisiatif menyerang, dia berharap Demong membantu agar dapat melumpuhkan kedua pemuda yang diperkirakan Ki Jampang telah kehabisan tenaga dalam.


Tindakan Ki Jampang maju menyerang tentu merupakan kesempatan Demong untuk melarikan diri, kurang ajar kau Demong,.. batin Ki Jampang.


Melihat Ki Jampang telah maju, Mahesa mengambil inisiatif menghadapinya, anak muda apakah kau tidak sayang dengan nyawa mu, lebih baik kau pulang membantu kedua orang tua mu,... Ki Jampang mencoba memberikan penawaran agar Mahesa dan Caraka berhenti membantai anggotanya.


Mahesa dengan tenang kemudian maju menyerang menggunakan jurus tapak naga suci, tentu tujuan utama melumpuhkan pemimpin agar semangat juang mereka terpuruk.

__ADS_1


Menggunakan jurus pertama dari kitab naga suci sudah membuat Ki Jampang kewalahan, tak sampai lima kali tarikan nafas Ki Jampang telah tersungkur di tanah menahan sakit di beberapa bagian tubuhnya, sungguh jurus yang sangat sakti,.. batin Ki Jampang tanpa bisa berdiri lagi.


Setelah melihat pemimpin mereka tak bernyawa anggota yang tersisa melarikan diri tanpa memikirkan temannya, kakak terlalu cepat kau memberikan penyiksaan pada orang yang menyebarkan keangkara murka yang banyak,... ucap Caraka mendekat kearah sang kakak.


Didalam gedung tempat pencarian bakat, terjadi kegaduhan setelah mata mata yang bertugas memberikan kabar bahwa pasukan bunga hitam telah dibantai di Padang ilalang di pinggiran desa, Ranggawi dan Parwati yang mendengar berita tersebut segera meninggal gedung untuk memeriksa lokasi yang disebutkan, karena setahu mereka lokasi tersebut terdapat Mahesa dan Caraka.


Mahesa dan Caraka yang telah menggagalkan rencana bunga hitam menyerang gedung pencarian bakat sedang duduk di teras rumah Ki Sarjo, tampak Ranggawi dan Parwati menghampiri kedua anak nya yang sedang duduk bersantai.


Siapa yang dapat mencelakai kedua anak,... bisik Ranggawi menggoda istri, ibu mana yang tidak khawatir mengetahui anaknya sedang bertarung, walaupun kekutan kedua anaknya berada dilevel tanpa tanding tentu ia pasti khawatir.


Ibu, ayah apakah pertandingan telah selesai, dan siapa yang menjadi pemenangnya,... ucap Mahesa berkelit melihat wajah ibunya yang tampak khawatir.


Parwati tanpa menjawab pertanyaan Mahesa langsung memeluk kedua anaknya, bisa kah kalian tidak melakukan petulangan untuk beberapa waktu ke depan, ibu belum siap berpisah dari kalian berdua,... dengan tersedu Parwati berucap.


Ranggawi yang mendekat kearah ketiga orang yang sangat di sayangin nya cuma bisa tertawa, kau yang memutuskan untuk melepaskan kedua anak mu terjun ke dunia persilatan tapi malah kau juga yang melarang mereka pergi, bukan begini cara kita mendidik anak anak agar menjadi kuat, biarkan mereka menentukan takdirnya sendiri,... ucap Ranggawi menguatkan sang istri untuk berpisah dengan kedua anaknya.


Apa' bagaimana bisa hal itu terjadi, coba kau ceritakan dengan lengkap,.. ucap Ki Jarkasi dengan rasa tidak percaya.


Demong menceritakan semua hal yang ia alami tanpa satupun terlewatkan, bahkan kekuatan pendekar kembar itu perkiraan Demong melebihi Raksa kaliwang.


Ki Jarkasi terlihat mencerna ucapan Demong, menurut Ki Jarkasi di wilayah barat tidak ada pendekar kembar yang kemampuan nya melebihi Raksa Kaliwang.


Kau jangan membual Demong, hanya untuk menutupi kegagalan mu kau mengarang cerita yang tidak masuk akal, hukuman bagi orang yang gagal melaksanakan tugas tentu kau tau Demong,... ucap Ki Jarkasi dengan amarah.


Tak berselang lama Kedua pengawal Ki Jarkasi meju memenggal kepala Demong, hilang lah nyawa tetua ke sembilan dari anggota organisasi bunga hitam.

__ADS_1


Buang mayat orang tak berguna itu, ini pelajaran bagi kalian yang gagal melaksanakan tugas,... ancam Ki Jarkasi.


Di aula gedung pencarian bakat, setelah berita yang membuat kegaduhan dapat diredam, pertandingan yang mengisahkan dua peserta lagi di lanjutkan.


Tampak murid padepokan naga berdiri terakhir setelah pertarungan selesai, tentu hal ini di luar dugaan semua ketua yang hadir, terdengar tepuk tangan meriah mengiringi kemenangan murid padepokan naga.


Ranggawi yang telah kembali ke dalam gedung menyambut muridnya dengan senyum bangga, setelah pembagian hadiah sesuai yang di tetapkan para murid berbakat dan tetua yang hadir membubarkan diri kembali ke padepokan masing masing.


Mahesa dan Caraka berdiri di depan gerbang desa daun melepaskan kepergian kedua orang nya kembali ke padepokan yang mereka pimpin.


Sebelum meninggalkan kedua putra kembarnya Parwati berpesan agar mereka sering memberikan kabar kepada kedua orang tuanya dan saling menjaga dalam menempuh panjang nya petualangan mereka nanti.


Mahesa dan Caraka memilih mengisi perut dan menginap semalam lagi sebelum memulai petualangan nya.


Adik apakah kau sudah di ijinkan oleh ayah meminum arak,... ucap sang kakak kala mereka menghabiskan malam.


Tentu sudah kak, bahkan kadang kami minum bersama kala melaksanakan misi bersama,.. tantang sang adik yang langsung menenggak segelas arak yang tergeletak di atas meja.


Sehabis minum arak kedua kakak beradik beristirhat sebelum memulai petualang keesokan harinya.


Setelah membersihkan diri agar tubuh bugar, kedua saudara turun kebawah menyantap makan yang telah mereka pesan.


Kakak arah mana yang pertama kita tuju,.. ucap Caraka di sela sela makan.


Kita hompimpa saja, andai kau yang menang kita ke rah timur jika aku yang menang tentu sebaliknya,.. jawab Mahesa sambil di iringi tawa keduanya.

__ADS_1


Hompimpa di menagkan Caraka, tentu jalan pertama mereka ke wilayah timur.


__ADS_2