PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Menyelamatkan Lee Ming Vl


__ADS_3

Baiklah... mulai sekarang kau akan kami beri nama King dan perkenalkan ini Siharay. mulai sekarang kalian adalah teman. tutur Xyang.


King dan Siharay pun berjabat tangan.


baiklah... ayo Kita lanjutkan perjalanan kita. tutur Bha Lyang pada yg lain.


merekapun melanjutkan perjalanan menuju desa SEDOISE.


namun hari sudah menjelang malam, mereka melewati sebuah desa yg terlihat megah, namun sepertinya penduduk desa enggan Keluar rumah. sepanjang jalan desa mereka tak menemukan warga yg berada di luar rumah atau hanya Sekedar berpapasan di jalan.


Saudara Lyang... Sepertinya ada yg tak beres di desa ini,,, masih sore orang orang Sudah menutup diri Di dalam rumah. ya saudara Cheng Aku juga heran.... Kenapa dengan dengan desa ini, padahal harusnya desa ini sangat ramai, melihat bangunan yg megah megah berdiri dimana mana.


merekapun terus berjalan sampai mereka melihat sebuah penginapan, tertulis di tingkat penginapan Mawar.


saat mereka mendekati penginapan, penginapan itupun seperti ditutup Dari dalam, menandakan kalau di dalam ada orang.


Permisi...... !!!


Permisi....!!!!


ada orang dirumah dalam....!!?


teriak Bha Lyang berkali kali.


namun tak kunjung Ada orang membukakan pintu.


Apa penginapan ini Sudah kosong ditinggalkan pemiliknya...!? suara Xyang terdengar seperti bertanya atau bergumam.


permisi....... !!??


apa ada orang di dalam.....!!??


teriak Xyang dengan lantang.


Tiba tiba seorang wanita paruh baya membukakan pintu penginapan itu.


Maaf tuan dan nona.... kami sudah tutup, Kalau mau menginap di desa sebelah mungkin masih ada penginapan.


Maaf nyoya... apa desa sebelah yg nyonya maksud masih Jauh..? Tanya Cheng Ming.


kira kira 4jam berjalan kaki tuan,, Jawab pemilik penginapan itu.


Kalau boleh tau,,, Kenapa penginapan ini tutup..? Xyang bertanya penasaran.


Maaf tuan Dan Nona.. sudah lama penginapan ini tutup, namun Kalau siang hari buka dari jam 9 Sampai jam 4 sore, itupun hanya restoranya saja.


Kenapa begitu nyonya...? sedang kami mau menginap, dan kami sudah terlalu Lelah untuk menuju desa sebelah yg nyonya maksud.

__ADS_1


Maafkan Kami.. tuan Dan Nona.... Kami gak berani melanggar peraturan yg sudah di tetapkan penguasa daerah ini.


nyonya.. tolonglah... paling tidak, biarkan kami hanya Sekedar makan malam disini, setelah itu kami pasti pergi. tutur Bha Lyang sedikit memaksa.


Baiklah tuan Dan Nona.. tapi hanya sebentar ya.. takut patroli nanti datang Dan mengobrak Abrik tempat saya. silahkan masuk. pemilik penginapan mempersilahkan mereka masuk, lalu pintu di tutup Dan dukunganya kembali.


Tuan dan nona... Maaf kalian duduk di dapur aja, supaya patroli tak bisa melihat Kalau Ada tamu penginapan ini.


baiklah nyonya... terserah kau sajalah... sahut Bha Lyang.


tolong nyonya siapkan Kami makanan terbaik penginapan ini 4 porsi. tutur Cheng Ming.


Duurr... duurr.. duurr..


Duurr... Duurr.. Duurr...


Hei... nenek peot.. buka,, atau kuhancurkan pintu penginapanmu ini. terdengar suara pintu di gedor gedor kencang sekali. Dan teriakan orang dengan nada marah.


Maaf tuan dan Nona .. kalian sembunyilah dibawah tempat tidur itu,.. sambil menunjuk ke arah tempat tidur.


Sepertinya itu suara patroli... lalu pemilik penginapan itu berlari menuju pintu untuk membukanya.


Plakk... plakk.. plakk..


ampun.... ampun tuan...


Xyang yg mendengar itu tak dapat menahan diri. ia melesat cepat menuju ruang depan penginapan itu.


Hei.... hentikan perbuatanmu.... teriak Xyang dengan Nada marah.


oh.... Nenek peot... ternyata kau melanggar peraturan ya...!! pantas sekali Kau lama membukakan pintu. teriak orang yg menampar pemilik penginapan itu.


Maaf... maafkan aku tuan.. mereka Minta tolong untuk dibuatkan makan.. setelah itu mereka akan pergi... Jawab pemilik penginapan itu sambil bergetar ketakutan.


namun orang itu bukanya mengerti, malah mau memukul perempuan itu.


kurang ajarr.... teriak orang itu sambil mengangkat tanganya mau memukul perempuan pemilik penginapan itu.


pemilik penginapan itupun pasrah saja menerima perlakuan orang itu.


namun sebelum tangan orang itu mengenai wajah perempuan itu, tangan orang itu Di tahan oleh Xyang.


Paman apa ga ada Cara lain memperlakukan wanita seperti itu. tutur Xyang dengan tangan kanan menggengam tangan orang itu erat.


Siapa kau bocah... berani menasehatiku.... apa kau Sudah bosan hidup... apa Kau tak takut sama Baron simalaikat maut dari perguruan lembah setan..? teriak orang itu yg ternyata bernama Baron. dengan harapan mendengar namanya dan perguruanya membuat Xyang Takut.


namun Xyang tak menunjukkan rasa Takut sedikitpun, membuat Baron sedikit heran. karna anak Di depanya gak takut dengan nama besarnya dan nama besar perguruanya.

__ADS_1


Maaf paman Baron... aku gak perduli paman siapa, Dan dari mana paman berasal. tapi aku tak mau ada kesewenang wenangan di depanku, apalagi terhadap seorang wanita lemah.


Baron pun murka mendengar ocehan Xyang, Dan berusaha menarik tanganya yg masih Di genggam Xyang. namun usahanya tak berhasil. gengganman tangan Xyang ternyata begitu kuatnya.


lalu Baron pun berusaha menampar Xyang dengan tangan satu lagi. namun Lagi lagi bukanya mengenai sasaran, tanganya Malah kembali Di tangkap oleh Xyang.


lalu Xyang menendang perut Baron. Baron pun mental keluar penginapan tersungkur di tanah. perutnya terasa langsung mules.


Baron pun bangkit sambil meringis. siapa sebenarnya anak ini..? tenaganya kuat sekali. sialan... umpat Baron dalam hati.


Awas kalian.... teriak baron sambil berlalu pergi dari penginapan itu.


Siapa dia nyonya....? Ada hubungan apa nyonya dengan orang itu..? Xyang bertanya pada pemilik penginapan itu.


Seperti katanya tadi tuan.. dia itu baron.. seorang utusan perguruan lembah setan, yg tiap hari seperti ini datang menagih upeti yg sudah mereka tetapkan. tutur pemilik penginapan itu.


sebenarnya Baron itu dulunya orang baik, namun entah kenapa semenjak ia pergi Dari kampung ini, katanya berguru ke lembah setan. saat kembali lagi ke kampung ini bersama 5 orang anak buahnya, perangainya Jadi berubah, diapun menantang dan mengalahkan semua Jawara desa ini.


semenjak itu kegilaan Baron pun Makin menjadi, ia mulai meminta upeti kepada setiap warga. awalnya hanya dua keping perunggu per satu rumah 5 keping perunggu untuk usaha kecil, 10 keping usaha menengah dan 15 keping perunggu untuk usaha besar. itupun hanya sekali sabulan, namun lama lama ia memintanya setiap sekali seminggu.


Wargapun masih berusaha menyanggupinya, toh keamanan desa dia jamin.


namun makin lama petmintaan Baron Makin gak masuk akal, ia dan kelompoknya meminta upeti per hari. dan parahnya lagi, bagi yg tidak bersedia atau gak mampu mereka gak segan


segan menyiksa warga. sampai sampai banyak warga yg meninggal karena ulahnya dan kelompoknya.


merekapun mulai membawa gadis gadis desa ini untuk memuaskan hasrat mereka sebelum gadis gadis itu di jual Jadi budak atau ke pelacuran.


Mulai saat itu warga pun gak berani Keluar rumah saat sore Sudah menjelang. Baron Dan kelompoknyapun mengancam, barang siapa masih berkeliaran di atas jam 4 sore mereka akan menyiksanya. dan untuk usaha akan di obrak abrik bila masih melayang tamu di atas jam 4 sore.


hal itu juga yg membuat banyak penguasa Di desa ini bangkrut Dan dukunganya tikar.


sedang upeti masih terus di minta tiap Hari, gak perduli punya gak punya, ya harus ada.


begitulah tuan sampai apa yg tuan lihat barusan. Kata pemilik penginapan menutup ceritanya.


Baiklah tuan.. ayo Kita Kesini dapur mungkin makanan sudah di siapkan pegawai saya. tutur wanita itu sambil bergegas ke dapur.


sesampai Di dapur Xyang pun bergabung dengan yg lain untuk menikmati hidangan yg sudah di sediakan pemilik penginapan itu.


mereka pun makan dengan lahapnya, seperti gak pengaruh sama kejadian barusan.


**Trimakasih buat teman teman semua, masih mengikuti tulisan saya. 🙏🙏


Jangan lupa like, Coment , kritik Dan saranya ya... supaya tulisan yg saya buat ini semakin bagus.


oh.. ya... jangan lupa juga Dukunganya da vote bintang Lima ya...

__ADS_1


Trimakasih sebelumnya... 🙏🙏😊😊**


__ADS_2