
" Berhenti kalian.... "! Teriak salah seorang dari rombongan rampok itu.
Rombongan Xyang dan Tyang pun terpaksa berhenti karna penghadangan itu.
"Serahkan semua harta benda yang kalian miliki.. "! Maka kami akan membiarkan kalian pergi dengan nyawa yang melekat diraga kalian.. "! Teriak orang itu kembali, Tepatnya seolah memberi perintah kepada rombingan Xyang dan Tyang.
Salah seorang dari rombongan Xyang dan Tyang pun ingin menyahuti orang itu. Namun segera di tahan oleh Xyang, Dengan memberikan kode jari telunjuk di depan bibirnya. Alhadil orang itupun tak jadi menyahuti para perampok itu.
" Maafkan kami tuan tuan pendekar semua... "! Kami hanyalah sekelompok orang yang akan pergi ke hutan kegelapan.. "! Kami bukanlah saudagar atau pejabat yang memiliki harta benda yang tuan tuan pendekar mungkin inginkan.. " Kami hanya membawa perbekalan makanan dan beberapa pakaian untuk ganti selama kami berada di hutan kegelapan..." Tutur Xyang menjelaskan. Karna Xyang berusaha menghindari pertarungan yang dapat menguras tenaga sebelum mereka sampai di hutan kegelapan.
Mendengar kalau rombongan Xyang dan Tyang mau pergi ke hutan kegelapan. Para perampok itupun terlihat sedikit kaget. Dari raut wajah mereka terlihat jelas keterkejutan para anggota rampok itu. Namun bukan anggota rampok namanya, Kalau percaya begitu saja pada omongan orang yang mau mereka rampok.
Tiba tiba salah seoarang dari anggota perampok itu maju sedikit kedepan. Dia pun mulai mengamati satu persatu orang dari rombongan Xyang dan Tyang.
" Hahahahaha.... "!
" Kalian pikir, kalian bisa membohongi kami... "!? nha..... "!! Bentak orang itu dengan suara yang sangat lantang dan nyaring. Hala itu sengaja dia lakukan untuk menurunkan mental orang orang rombongan yang mau mereka rampok.
Xyang dan Tyang pun saling bertatapan, Seolah sedang membicarakan sesuatu. Setelah beberapa lama mereka saling bertatapan, Tyang pun menganguk pelan. Xyang pun maju sedikit ke depan rombonganya.
" Hai saudara.... "! Tak perlulah kiranya kau membetak terhadap rombongan kami... "! Apakah kau tuli, Sehingga tak mendengar apa yang tadi aku katakan... "! Kami tak membawa barang berharga, Seperti yang kalian tuduhkan itu.. "! Tak perlulah seharusnya saudara membentak kami... "! Tutur Xyang fengan suara yang berat, Karna mengandung tenaga murni.
Wusth......
Tappp....
Xyang pun menangkap sebuah senjata rahasia berupa belati kecil yang diarahkan padanya. Tatapan Xyang pun berobah menjadi dingin, Karna peelakuan para perampok itu.
Tiba tiba saja Xyang menghilang dari pandangan semua orang kecuali Tyang. Hanya sepersekian detiknya, Tiba tiba terdengar jeritan memilukan dari barisan para perampok. Ternyata oramg yang melempar senjata rahasia kepada Xyang, Sudah kehilangan sebelah tanganya. Dan hampir falam waktu bersamaan, Xyang sudah berada di tempatnya semula.
"Jangan paksa saya untuk berbuat lebih pada kalian... "! Tutur Xyang dengan nada yang dingin juga menakutkan.
__ADS_1
Tiba tiba saja seluruh anggota perampok itu terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Tubuh mereka pun mulai berkeringat dan gemetaran karna ketakutan, Dengan apa yang baru saja Xyang pertunjukkan kepada mereka.
" Aku beri waktu sepuluh detik..." Segera tinggalkan tempat ini... "! Teriak Xyang dengan suara lantang.
" Satu...."!!
" Dua.... "!
Baru juga hitungan kedua, seluruh anghota rampok pun sudah lari terbirit birit.
Melihat itu semua, Rombongan Xyang dan Tyang pun semakin yakin akan misi mereka kali ini. Semangat dan tekad merka pun jadi semakin kuat.
Setelah mereka melanjutkan perjalanan, Langkah kaki rombongan pun terlihat sangat bersemaangat sekali. Mereka pun bahkan terlihat asik saling tertawa dan bernyanyi dan bercanda satu sama lainya.
Saat sore menjelang, Mereka pun memutuskan untuk beristirahat di tengah jalan. Merekapun mendirikan tenda tenda darurat untuk tempat berlindung dari dinginya malam yang mencekam. Mereka menyalakan api unggun untuk mengjangatkan tubuh yang menggigil kedinginan. Mereka pun membuat tiga kelompok untuk tetap berjaga jaga saat sebagian tidur.
Tiba tiba saja, Ketika sebagian baru saja mulai memejamkan mata, Merwka mendengar suara desingan seperti sesuatu membelah angin menuju kebarah mereka.
Jleb.. jleb... jleb..
Ting.. ting... ting..
Hanya sepersekian detik saja, Terdengar ratusan bahkan ribuan anak panah menghantam apa saja yang berada di tempat itu. Untungnya semua rombongan sudah terlebih dahulu berlindung, Sehingga gak ada yang terkena anak panah yang datang bagai hujan badai yang deras sekali. Kini tempat itupun sudah di tutupi ribuan anak panah yang berserakan dimana mana.
" Hahahahaha.... ""
Terdengar suara tawa yang lantang dari beberapa orang. Mungkin mereka puas setelah mengira bawhwa sasaran mereka sudah tewas mengenaskan tertembus ribuan anak panah.
" Mereka pikir, Bisa berbuat semaunya pada kelompok kita... "! Hahaha...... "! Mampus kalian semua... "! Terdengar seseorang berbicara dengan sombongnya. Karna mengira aksinya telah beehasil.
Mereka pun mendekat ke tempat rombongan Xyang dan Tyang sebelumnya berada. Mereka terkejut bukan main, Ketika mendapati tak seorangpun ada mayat di tempat itu. Wajah mereka mulai terlihat khawatir.
__ADS_1
" Ketua.... "! Bagaimana bisa, Mereka tak ada disini... "? Sedangkan tadi, Jekas jelas kita semua melihat mereka disini tidur... "? Tanya seorang kepada ketua kelompok mereka.
" Cari dan bunuh mereka semua... "!! Teriak sang ketua kepada anggotanya.
Mereka pun mulai berpencar beberapa kelompok, Untuk mencari orang orang dari rombongan Xyang dan Tyang.
Tiba tiba terdengar jeritan di beberap tempat hampir bersamaan. Hanya hitungan detik saja, teriakan teriakan yang memilukan itu pun hilang, Dan kini berganti dengan kesunyian yang mencekam.
" Apa yang terjadi... "? Teriak sang ketua rampok itu. Namun tak ada sahutan yang dia harapkan. Kesunyian semakin mencekam. Suara jangkrik pun sampai terdengar nyaring sangkin sunyinya keadaan di tempat itu.
" Kurang ajar... "!! Keluar kalian ba****an... "!! Jangan beraninya bersembunyi seperti pengecut... "!! Teriak ketua rampok itu dengan nada marah berapi api, Mengetahui kalau anak buahnya sudah banyak yang mati.
" Hahahahahaha....... "!
" Pengecut katamu... "!? Bukankah kalian yang pengecut.. "! Menyerang orang dengan ribuan anak panah ketika target kalian sedang tertidur nenyak.... "? teriak Xyang dengan nada mengejek.
Xyang dan yang lain pun keluar dari persembunyian mereka. Tak satu pun dari mereka yang terluka. Senyum sinis teelihat jelas diwajah mereka, Membuat ketua kelompok rampok itu menjadi semakin emosi dibuatnya.
" Kurang ajar... "!! Ternyata aku terlalu menganggap enteng kalian... "!! teriak ketua rampok itu.
" Baiklah aku akan serius dari sekarang.. "! Gerutunya tak jelas ditujukan kesiapa.
" Tuan Xyang dan nona Tyang... " berikan saya kesempatan untuk menghadapi mulut kitor itu... "! Sekalian aku ingin menjajal jurus jurus baru yang telah kalian ajarkan pada kami.. "! Tiba tiba saja Rendi, Seorang pemuda yang berbakat yang ikut dalam rombongan Xyang dan Tyang, Mengajukan diri untuk menghadapi ketua rampok itu.
Mengetahui kemampuan Rendi memang diatas rata rata dari rombongan yang ikut misi itu. Xyang dan Tyang pun mengangguk bersamaan. Memberi ijin pada Rendi.
"Trimakasih tuan Xyang dan nona Tyang, Atas kepercayaanya... " Saya gak akan membuat kalian malu, Dengan cara mengalahkan simulut sampah yang disana itu... "! Tutur Rendi sengaja bicara keras, Agar memanving emosi ketua rampok yang akan jadi lawan tandingnya.
" Baiklah Rendi... " Berhati hatilah... "! Walaupun ilmu kesaktianmu berada di atasnya, Tapi pengalaman bertarungnya jauh diatasmu.. " Tutur Xyang mengingatkan Rendi supaya tidak gegabah. Rendi pun hanya mengangguk menanggapi nasihat Xyang.
>>>Bersambung<<<
__ADS_1