PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Membantu Kota Buntuatas lV


__ADS_3

Tarsam dan rekan rekanya pun melaksanakan seperti apa yang Xyang dan Tyang katakan. Mereka pergi menyusup ke markas pemberontak, Mereka pun menemui orang orang yang mereka kira masih mau insyaf. Dan meminta pada orang orang itu agar memberitahukan juga pada yang lainnya.


Ternyata setelah aksi penyusupan Tarsam dan rekan rekanya, Banyak sekali pemberontak yang memilih meninggalkan markas dan memilih bergabung dengan pak Tarsam dan rekan rekanya. Dengan jaminan dari Xyang dan Tyang, Mereka pun jadi yakin untuk bergabung.


Setelah semua berkumpul di rumah tinggal Tarsam, Merekapun menyusun rencana penumpasan markas utama pemberontak itu. Dengan petunjuk yang akurat, Mereka yang telah memilih kembali memihak pemerintahpun menjelaskan secara detail bentuk ruangan ruangan yang ada di dalam markas itu. Merekapun dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, Oleh Xyang dan Tyang.


Setelah perencanaan mereka cukup matang, Merekapun langsung bergerak tanpa mengulur waktu lagi. Mereka yang memiliki kemampuan lebih baik, Sengaja disuruh bergerak duluan untuk memancing pimpinanya keluar. Markas itupun Sudah dikepung dari segala pintu masuk. Tak satupun mereka biarkan lolos. Karna sebelum penyerangan terjadi, seluruh anggota pemberontak sudah di beritahukan tentang penyerangan ini. Namun kebanyakan mereka mengira itu hanya bualan Tarsam semata.


Sementara di ruang utama markas pemberontak, Patrick sangat ketakutan menghadap pimpinan pemberontak Bernardo.


" Ada apa Patrick.. "? Kenapa kau terlihat ketakutan seperti di kejar setan saja.. "?


" Maaf bos... "! Maaf beribu kali Maaf... "!


" Katakan saja Patrick... "!! Gak perlu banyak basa basi... "! Ada apa sebenarnya yang terjadi... "!? Bentak Bernardo melihat Patrick yang gugup dan ketakutan.

__ADS_1


Patrick pun ahirnya menceritakan kejadian yang sedang terjadi di pintu gerbang markas.


" Kurang ajar.... "!! Berani beraninya Tarsam kutukupret itu mengacak acak tempatku.."! Sudah bosan hidup rupanya ba****an itu... "! maki Bernardo penuh emosi yang meluap luap.


" Masalahnya, mereka dibantu sepasang pendekar kembar yang sangat sakti bos.. "!!


" Pendekar sakti katamu... "?! Apa kamu pikir aku ini bukan orang sakti... "? Bentak Bernardo pada Patrick.


Patrick yang mendapat tanggapan gak mengenakkan dari pimpinanya pun hanya bisa menerima saja tanpa berani melawan. Karna dia tau persis sifat Dan arak Bernardo pimpinanya itu.


Patrick pun segera membawa Bernardo untuk segera menghadapi keganasan Xyang dan Tyang. Bernardo pun melihat langsung sepak terjang Xyang dan Tyang. Seketika sekujur tubuh Bernardo merinding, Muncul rasa takut di hatinya yang paling dalam.


Rasa takut yang ada dalam hati Bernardo pun tak dapat di sembunyikan dari penglihatan Patrick anak buahnya itu.


" Ada apa bos.... "? Apa sekarang bos jadi takut... "?! Tanya Patrick memastikan dugaanya.

__ADS_1


" Hei... Patrick... "!! Aku Bernardo... kepala dan pemimpin pemberontak.. "! Biar kau tau saja... "! Sedikit pun tak ada rasa takut dihatiku setelah melihat mereka..." Walau memang harus kuakui kalau aku tak mengira masih sangat muda..." Dan kau juga pasti sudah tau keniasaanku, Kalau aku tak membunuh anak anak... " Untuk itu... Aku perintahkan kau untuk membunuh mereka.. "! perintah Bernardo pada Patrick, yang berusaha menutup rasa takutnya.


Sementara Bernardo berniat melarikan diri, dan menyuruh Patrick untuk menghadapi Xyang dan Tyang. Namun ternyata gelagat yang ditunjukkan Bernardo, Terbaca dengan jelas oleh Patrick.


Sementara Bernardo dan Patrick sibuk berdebat, Pasukan mereka sudah tinggal sedikit. Kini mereka sudah di kepung.


" Apa kalian mau saling bunuh..."? Atau kami yang membunuh kalian... "!!? Terdengar lantang suara Xyang.


Bernardo dan Patrick pun langsung diam bagai disambar petir. Begitu menyadari mereka hanya tinggal berdua saja.


" Tolong ampuni Kami.. " Berikanlah Kami kesempatan untuk menebus dosa dosa kami.. " Rengek Bernardo memelas memohon pengampunan tak tau malu.


Xyang bergerak sangat cepat, Dan tanpa ada yang menyadarinya, IA telah melumpuhkan ilmu Bernardo dan Patrick.


" Jebloskan mereka ke dalam penjara isolasi... "! Perintah Xyang pada para pasukan. Hari itu juga kantor walikota sudah berhasil dikuasai rebut kembali dari tangan para penghianat itu.

__ADS_1


__ADS_2