PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Membantu Kota Buntuatas ll


__ADS_3

Xyang dan Tyang pun, berencana ingin menumpas orang orang jahat itu, Satu persatu. Tarsam pun berjanji akan membantu dengan beberapa masyarakat yang masih loyal sama Tarsam.


Mereka pun mulai menyusun rencana penumpasan.


Xyang dan Tyang pun berencana untuk menumpas prajurit penghianat terlebih dahulu. Mereka berencana akan pergi berdua saja tanpa Tarsam dan teman temanya. Karna mereka merasa akan terlalu beresiko bagi mereka, Jika ikut meberantas para prajurit penghianat itu.


Xyang dan Tyang pun pergi menuju kantor walikota, Yang sudah menjadi markas para prajurit penghianat. Di pintu gerbang, mereka melihat ada enam orang penjaga melakukan penjagaan ketat. Tak sembarangan orang yang mereka ijinkan untuk masuk kedalam kantor walikota.


Mereka langsung melumpuhkan penjaga yang berada di pintu gerbang itu. Dengan mengendap endap mereka terus bergerak menuju gedung kantor walikota.


Di depan gedung, Mereka melihat sekitar dua puluh orang sedang berjaga dengan ketat. Tanpa membuang buang waktu, Xyang dan Tyang pun segera melumpuhkan para prajurit penjaga itu. Lalu Xyang dan Tyang pun mulai memasuki gedung. Mereka melumpuhkan semua prajurit yang mereka temui tanpa terkecuali.


Sudah puluhan prajurit yang mereka lumpuhkan, Namun belum ada tanda tanda kemunculan pimpinan mereka akan datang. Xyang dan Tyang pun terus bergerak masuk ke dalam gedung. Semakin kedalam mereka memasuki gedung, Semakin bertambah kuat dan jumlah prajurit penjaga pun jadi semakin bertambah saja.


" Kak... "! Apa kakak yakin kalau mereka mereka ini murni prajurit yang berhianat.. "!? Atau apa ada sesuatu yang mempengaruhi atau mengendalikan mereka .."?! Tanya Tyang.


" Ia Tyang... "! Kakak merasa seperti ada hawa lain pada setiap prajurit yang sudah kita hadapi dari tadi.. " Cuma kakak gak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan.. " sahut Xyang pada Tyang.


Kini mereka memasuki sebuah ruangan yang terlihat agak besar, Dan banyak terdapat barang barang yang merupakan hasil jarahan dari para penduduk. Di dalam ruangan itu terlihat beberapa orang sedang sibuk menyusun beberapa barang barang berupa peti dan beberapa benda berharga lainya.


Mereka juga melihat ada empat orang yang duduk dengan santai, Sambil mengatur orang orang yang sedang menyusun barang barang yang ada di ruangan itu. Di meja terpisah dari empat orang itu, Terlihat seorang sedang tidur di kursi, Kedua kakinya di atas meja di silangkan, Sementara kedua tanganya di pungsikan sebagai bantal.


Setelah memperhatikan sejenak, Xyang dan Tyang pun berbagi tugas.


Setelah melumpuhkan penjaga yang berdiri di depan ruangan itu, Xyang dan Tyang pun menutup pintu dari dalam.


Semua mata yang ada di ruangan itu pun spontan memandang ke arah Xyang dan Tyang yang sudah bersiap menyerang.


" Siapa kalian.... "!? Berani beraninya berbuat onar disini... "!? Tanya seorang dari para pekerja yang sedang menyusun barang barang itu.


Mendengar teriakan anak buahnya, keempat orang yang tadi sibuk mengatur, Kini telah berdiri dan hendak menyerang Xyang dan Tyang. Tapi seorang yang tidur dengan kalian di atas meja tadi masih terlihat tidur seolah tak perduli kalau ada penyusup yang telah memasuki ruangan itu.


" Tangkap mereka... "! Jangan biarkan mereka lolos... "! Teriak seorang dari empat orang itu.


Mendengar perintah atasanya, orang orang yang tadi sibuk menyusun barang barang itupun bersiap untuk menyerang Xyang dan juga Tyang.


Namun belum juga mereka sempat melancarkan serangan, Mereka sudah tergeletak tak bernyawa. Orang yang melihat kejadian itupun sontak kaget setengah mati. Termasuk orang yang tidur dengan kaki di atas meja itu.


" Siapa kalian... "!? Berani sekali kalian berbuat onar disini kantor walikota.. "! Apa kalian sudah bosan hidup... "? Sehingga lancang mengganggu prajurit pemerintahan... "!? teriak orang itu setelah bangun dari pura pura tidurnya.


" Gak punya malu kalian... "! Masih berani beraninya kalian mengatasnamamakan pemerintahan dengan ulah kalian yang take lebih seperti perampok itu... "!? tutur Xyang penuh emosi.

__ADS_1


Prajurit itupun saling berbisik bisik satu dengan yang lainnya. Mereka khawatir kalau kalau orang yang ada di hadapan mereka saat ini adalah utusan pemerintahan.


" Siapa kalian sebenarnya... "? Dan ada urusan apa kalian kesini.. "? Tanya orang itu sedikit menahan gengsinya.


" Kami adalah orang yang akan menghukum prajurit penghianat seperti kalian ini... "! Tutur Tyang dengan lantang.


" Hahahaha.....


" Aku sarankan kalian untuk menebas leher kalian masing masing, Sebelum aku sendiri yang akan menebasnya dengan perlahan lahan.. "! Teriak orang itu setelah tau Xyang dan Tyang bukan utusan pemerintahan.


" Asal kalian tau saja... "! Aku adalah Broke Justin..."! Kepala prajurit nomor lima.. "! Orang yang tidak pernah mengampuni siapapun yang melawan perintahku... "! Teriak orang itu yang ternyata bernama Broke Justin dengan sombongnya.


" Sombong sekali kau prajurit... "! Baru kepala prajurit nomor lima saja lagakmu sudah seperti seorang kaisar saja... "! Dasar sampah tak berguna... "! Teriak Xyang dengan nada yang sengaja seperti mengejek.


" Kurang ajar...."!! Berani sekali mulut busukmu itu mengejek pimpinan kami.. "! Teriak seorang dari empat orang itu, Yang take terima pimpinanya di ejek.


" Ayo..." Bunuh mereka ..."! Sobek mulut busuknya yang sudah mengejek komandan kita... "! teriak orang itu dengan penuh emosi.


" Seraaang..... "!!


Mereka berempat pun maju bersama menyerang Xyang dan Tyang. Senjata andalan mereka pun sudah siap untuk menebas leher musuh.


Xyang dan Tyang pun menghindar dengan mudahnya. Bahkan mereka sengaja mempermainkan ke empat prajurit yang sudah dilanda emosi yang meluap luap itu.


Namun setiap serangan mereka dapat di hindari oleh Xyang dan Tyang. Bahkan mereka selalu mendapat luka setiap kali mereka melancarkan serangan.


" Hahahahaha...


" Apa hanya segitu saja kemampuan para penghianat... "?! Menyedihkan sekali.. "! Ejek Tyang pada empat prajurit itu.


" Mundur kalian semua... "! Kalian bukan tandingan mereka.. "! Aku akan membalaskan sakit yang kalian rasakan.. "! Teriak Broke Justin jumawa.


" Bersiaplah kalian menerima kematian oleh kepala prajurit nomor lima ini... "!! Teriak Broke Justin penuh percaya diri.


" JURUS HALILINTAR DARI LANGIT..... "!!!!


Terdengar teriakan Broke Justin menggema di seluruh ruangan itu.


Swuutthhh.....


" Matilah kalian.... "!!

__ADS_1


Melihat Broke Justin menggunakan jurus pamungkasnya, Xyang dan Tyang hanya tersenyum simpul. Bahkan mereka tak berusaha untuk menangkis ataupun menghindari pukulan jarak jauh itu.


Blarrr....


Terdengar suara ledakan yang menggelegar ketika pukulan jarak jauh itu mengenai Xyang dan Tyang.


Seisi gedung pun jadi bergetar bagai Genoa bumi berkekuatan 20 skala rihter bahkan lebih hebat lagi. Seketika saja seluruh gedung menjadi penuh debu dan tembok gedung yang hancur sebagian.


" Hahahaha.....


" Ternyata cuma segitu kemampuan yang mereka miliki..."! Teriak Broke Justin pada anak buahnya.


Namun senyuman Broke Justin hanya sesaat saja menghiasi bibirnya. Karna dia masih merasakan aura yang sangat kuat dari arah ledakan yang terjadi.


Seketika saja mata Broke Justin melotot seperti mau keluar dari wadahnya.


" Gak mungkin..."! Mana mungkin kalian selamat dari seranganku barusan... "!? Teriaknya penuh kaget tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Hahahaha....


" Pukulanmu yang lebih lemah dari pukulan bayi itu... "! Bahkan rambutku saja tidak bergerak sama sekali.."! Kau pikir kami akan mati dengan pukulan seperti itu... "!??


" Hahahaha....


" Jangan mimpi kau prajurit penghianat... "! Nyamuk saja tak akan mati dengan pukulan seperti itu... "! Teriak Xyang.


" Sekarang gantian... "! Aku yang akan menyerangmu... "! Bersiaplah.... "!!


" JURUS TAPAK SAKTI.... "!!


Terdengar teriakan Xyang yang memekakan telinga. Seketika itu Xyang melesat dengan cepat menyerang Broke Justin.


Bug... bug.. bug.. bug..


Aaaaaaaaaa...... "!!


Terdengar teriakan Broke Justin dengan kencang sekali, Diikuti tubuhnya yang terlempar hingga menabrak tiang besar yang ada di tengah gedung itu.


Seketika saja Broke Justin tewas tak berkutik lagi. Seluruh badanya terlihat hancur seperti tak memiliki tulang. Darah segar mengalir dari sekujur tubuhnya yang remuk.


Keempat anggota Broke Justin yang melihat kejadian itu pun memilih bunuh diri. Mereka tak mau menderita seperti apa yang telah menimpa pimpinan mereka.

__ADS_1


* **Maaf teman teman semua... " Lama tidak up. Maklumlah.. " Lagi sibuk Ojol... Jadi tak sempat menulis cerita. 🙏🙏


* Semoga kita semua baik baik saja. 👍😊**


__ADS_2