PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Lotus Air


__ADS_3

Ratusan pendekar yang mengikuti sayembara serentak bergerak, mereka mempercepat langkah kaki bahkan tidak sedikit yang menggunakan ilmu meringankan tubuh guna mendahului peserta yang lain.


Berada di tepi hutan banyak pendekar yang berilmu rendah memilih jalur memutar, tidak langsung menerobos hutan lebat menuju ke lembah kelinci.


Bagi pendekar berilmu tinggi, hutan lebat menuju lembah kelinci merupakan tantangan tertentu, banyaknya binatang buas serta tumbuhan herbal langkah merupakan bonus yang mereka peroleh dalam sayembara ini.


Tampak dua pemuda tengah berada ditengah tengah hutan, mereka meninggalkan para.peserta yang lain jauh di belakang, ilmu meringankan tubuh yang sudah sempurna membuat kedua pemuda dapat bergerak cepat.


Dahan pohon dalam hutan bergerak bak ditiup semilir angin namun bukan angin penyebab nya, pergerakan cepat dari dua pemuda membuat kesan berbeda di tengah hutan yang tidak tembus akan cahaya matahari, Mahesa dan Caraka sengaja melintasi barang pohon agar tidak bertemu hewan buas.


Kurang dari dua jam pendekar kembar telah keluar dari hutan rimba, tampak hamparan Padang rumput menghiasi suasana lembah kelinci, pencarian letak bunga lotus air dimulai, mereka membagi dua, loka pencarian Mahesa akan berjalan menyusuri tengah lembah, sedangkan sang adik menyusuri sisi lembah.


Kepekaan Indra perasa Mahesa Dan Caraka di atas rata rata membuat mereka berdua yakin dapat menemukan bunga lotus air dalam waktu cepat.


Caraka menyisir sisi lembah di buat terkejut dengan pemandangan yang sangat indah di setiap lereng gunung kelinci, gunung dengan mitos raja kelinci yang dapat menanam banyak tanaman herbal membuat gunung kelinci sangat sulit di daki.


Dahulu kala seekor kelinci mendiami gunung ini dengan berbekal menanam tumbuhan untuk di makan kelinci sembarangan menanam, ia tidak memikirkan manfaat tanaman yang ia tanam, setelah ribuan tahun gunung tersebut menjadi area tanaman bermanfaat berbagai hewan hidup di gunung kelinci memuja sang kelinci, hingga akhirnya sang kelinci dapat menembus tahap tinggi dan menjelma wujud menjadi manusia.


Gunung dengan berbagai tanaman herbal berkualitas di jaga kuat oleh sang kelinci, bahkan para pendekar yang berniat memetik satu tanaman saja tidak segampang memetik tanaman di halaman rumah.


Caraka tersenyum melihat satu kuntum lotus air berada tepat di sisi lembah, di tengah kubangan air mirip sumur tumbuh tanaman lotus air, Caraka tidak serta merta mendekati tanaman lotus air, ia memusatkan seluruh panca Indra mendeteksi area yang ada untuk berjaga jaga hal hal yang berbahaya.


Tepat berada di tengah kubangan air dan hendak memetik tanaman lotus air, Caraka di kaget kan oleh secarik sahaya melesat cepat kearah nya, telah memasang kewaspadaan tinggi Caraka menghindar dengan gampang nya, "hai anak muda, alangkah baiknya jika kau meminta ijin sebelum memetik satu tanaman yang bukan milik mu," sahut seseorang yang berjalan kearah Caraka.


"maaf paman, hamba benar benar tidak tau jika tanaman yang tumbuh liar di atas gunung ada Pemiliknya," jawab Caraka sambil memberi hormat.

__ADS_1


"Semua tanaman yang tumbuh di gunung ini ada pemiliknya, jadi engkau jangan coba coba mengambil tanpa seijin sang pemilik," ucap sosok misterius.


Caraka yang telah keluar dari kubangan air terdiam, caraka mencerna situasi sebelum bertindak.


Cukup lama Caraka berdiam tanpa ia sadari sosok misterius telah berada di hadapannya, dengan senyum lembut sang misterius itu menyodorkan tanaman lotus air kepada Caraka.


"Ambil lah lotus air ini, jangan kau berikan kepada siapa pun karena ini milik mu, jika memang seseorang yang hendak kau bantu membutuhkan tanaman lotus air maka cukup engkau saja yang mengobati nya," ucap sosok misterius sambil menyodorkan satu pucuk lotus air ke hadapan Caraka.


Caraka yang telah sadar dari lamunan kembali di buat bingung akan kelakuan sang sosok misterius, ia tidak menyangka dapat memperoleh lotus air dengan cuma cuma.


" Terima kasih aki, hamba membutuhkan lotus air untuk mengobati putri jendral, sedangkan hamba sendiri tidak sakit jadi hamba tidak membutuhkan lotus air," ucap Caraka.


Sambil tersenyum sang misterius bercerita tentang kegunaan lotus air, Tananam yang khasiat nya menyembuhkan luka bakar, racun mengandung bisa api, dan luka dalam dari tenaga dalam api.


Caraka yang mendengan penjelasan aki terdiam, Caraka tidak menyangka tubuh nya yang memiliki dua inti dapat diketahui oleh sosok yang berada di hadapan nya.


" Maaf aki, jika boleh tau, sebener nya aki ini siapa, bagai mana aki bisa mengetahui tubuh saya?" tanya caraka.


" Anak muda, saya dikenal dengan kakek tanaman jadi engkau tidak usah risau dengan penjelasan ku tadi, sesungguhnya tubuh mu itu berkah dari yang diatas, tubuh tiga bintang hanya dapat di jumpai seratus tahun sekali, jadi kuharap kau memilih jalan kebijakan sebagai pedoman hidupmu," ucap aki tanaman.


Setelah meyakini perkataan aki tanaman caraka duduk bersila di pinggir kubangan air untuk menyerap inti lotus air.


Di tempat lain berada tepat di tengah hamparan Padang ilalang, Mahesa di buat tertegun terdapat danau membentang luas, hampir di setiap sisi danau terdapat tanaman lotus air, Mahesa yakin tanama ini yang dapat menyembuhkan penyakit sang putri jendral.


Mahesa bergerak perlahan memetik lotus air, ia yakin tak semudah memetik tanaman biasa, kewaspadaan tinggi di terapkan Mahesa guna mengantisipasi serangan yang akan ia temui.

__ADS_1


Dua buah lotus air berada di genggaman Mahesa namun hal yang tidak diinginkan tak jua datang, Mahesa bergerak cepat menuju tempat semula,


ia berharap caraka telah menunggunya.


Setibanya di lokasi awal mereka bertemu Mahesa sedikit terkejut melihat sang adik tampak berbeda dari biasanya, warna kulit yang biasa terpancar kini berubah, sebelum nya warna kulit Caraka hampir mirip kulit albino, namun sekarang telah berubah ke warna kulit normal.


" Apa yang terjadi adik, mengapa warna kulitmu tampak berbeda?" tanya Mahesa.


Caraka yang ditanya oleh sang kakak hanya diam, Caraka juga memperhatikan kulitnya, tampak perubahan yang signifikan, " ini pasti penyebab saya mengkonsumsi lotus air, tapi apa yang di bawa kakak, kenapa mirip seperti yang saya konsumsi," batin Caraka.


Melihat adiknya hanya diam, Mahesa menepuk pundak agar sang tersadar dari lamunan.


" kakak, apakah yang kamu bawa itu tanaman lotus air?" tanya kembali Caraka.


Mahesa merasa kesal, sang adik ditanya malah balik bertanya, dengan memasang wajah marah Mahesa hanya mengangguk tanda benar.


Dalam perjalanan kembali ke kadipaten rongso, Mahesa tidak henti hentinya bertanya perihal perubahan warna kulit sang adik, sang adik yang ditanya hanya senyum senyum saja.


****


Mohon maaf karena pendekar kembar tidak update selama beberapa terakhir.


Keadaan saya memaksakan harus di rawat di rumah sakit karena penyakit tipus, mungkin beberapa hari ke depan pun update pendekar kembar akan terhambat.


Sekali lagi mohon maaf

__ADS_1


__ADS_2