
Memang ada beberapa murit zenius, yg sudah menguasainya, namun mereka blm memenuhi standard tetua. karna mereka blm mampu mengeluarkan kekuatan setiap jurus minimal 80%.
dari 10 murit zenius baru mampu mencapai paling tinggi 60%.
Karna standard menjadi tetua ada beberapa hal yg harus dipenuhi oleh calon tetua.
harus menguasai seluruh jurus KITAB perguruan.
harus mampu mengeluarkan 80% kekuatan setiap jurus.
bertarung melawan patriak 1 atau 2.
Standard itu di tetapkan, untuk menghindari adanya tetua yg di paksakan. karna hampir 80% dari seluruh murit yg sudah berlatih lebih dari setahun sudah menguasai seluruh jurus, namun kekuatan yg mampu mereka keluarkan bahkan ada yg cuma 5%saja. hal itu tentu jauh dari kata bagus.
untuk itulah standard di berlakukan.
untuk jumlah tetua juga, Di sesuaikan dengan kebutuhan sekte.
Sementara Xiao Yi dan Lee Ming, serta tiga kepala gerbang di wajibkan berlatih jurus KITAB sekte hutan belantara. tak terkecuali 12 anak buah mereka masing masing.
Sementara di desa SEDOISE banyak kejadian kejadian aneh terjadi.
semenjak tewasnya Shiau Bhong, semua anak buahnya pada pingsan, namun beberapa waktu berikutnya merekapun sadar dari pingsanya. namun hal aneh terjadi, mereka semua mangamuk mereka membunuh siapa saja yg mereka temukan, tak perduli orang tua, anak anak, ibu ibu bahkan hewan sekalipun tak luput dari kekejian mereka.
Mereka mangamuk tanpa berhenti, sampai mereka kehabisan tenaga dan pingsan. tapi setelah beberapa jam pingsan, mereka sadar Lagi dan mangamuk lagi.
kejadian itu membuat para warga, banyak yg meninggalkan kampung mereka. sebagian lagi bertahan di dalam rumah tak berani keluar. karna kalau mereka Keluar rumah, anak buah Shiau Bhong pasti membunuh mereka. bahkan para pendekar yg ada di desa itupun tak sanggup untuk melumpuhkan mereka.
Kabar itupun sampai ke telinga Bha Lyang. hatinya jadi semakin sedih, karna semua kekacauan di desa SEDOISE itu adalah akibat perbuatan istrinya. karna istrinya Sudah tewas, ahirnya para anakbuahnya yg telah di berikan jarum mantra, jadi tak terkendali, dan mengamuk terus.
Bha Lyang yg sedang berduka pun mau tak mau harus membereskan masalah yg ada di desa SEDOISE. ia pun berencana pergi kesana. namun Cheng Ming yg menyadari Bha Lyang dalam kondisi sekarang ini, hawatir akan keselamatan orang orang itu. ahirnya Cheng Ming pun ikut kesana bersama Bha Lyang.
Mereka pun berangkat setelah berpamitan pada para tetua. Sekalian menugaskan para tetua untuk menghendel sementara semua administrasi dan urusan sekte.
__ADS_1
awalnya Xyang dan Tyang ingin ikut serta ke desa SEDOISE, namun karna Zhui dan Zhoy merasa tak mampu mengurus sekte berdua saja, ahirnya mereka pun tak jadi ikut serta.
Hanya butuh waktu 3 hari saja buat Bha Lyang dan Cheng Ming, mereka pun sudah sampai di desa SEDOISE yg mereka tuju.
betapa terkejutnya mereka melihat apa yg mereka temukan disana. banyak mayat mayat berserakan di jalanan dan dimana mana, akibat tak ada yg berani menguburkan mereka, sedang anak buah Shiau Bhong tak perduli akan hal itu. mereka tak terkendali sama sekali.
Air mata menetes membasahi pipi Bha Lyang dan Cheng Ming melihat kondisi desa yg mengenaskan itu.
merekapun menguburkan secara massal para korban keganasan anak buah Shiau Bhong itu.
Namun saat mereka lagi membereskan mayat mayat itu, beberapa orang pun menghampiri mereka, dan tanpa bicara Sama sekali, mereka langsung menyerang Bha Lyang dan Cheng Ming secara brutal.
Ketika orang orang itu sudah berhasil dikuasai lumpuhkan, beberapa warga yg rumahnya dekat lokasi itu pun memberanikan diri menghampiri Bha Lyang dan Cheng Ming.
tuan Lyang dan tuan Cheng... tolonglah kami tuan, sudah beberapa hari ini kami blm makan, kami tak berani keluar rumah sekedar membeli makanan atau mencabut singkong di ladang, karna ketika ada yg keluar rumah, pasti akan langsung diam bunuh oleh mereka. Sementara persediaan makanan yg ada di rumah telah habis semua.
tutur orang itu penuh harap.
Bha Lyang dan Cheng Ming pun ahirnya menemani warga ke kebun, sekedar mengambil singkong dan buah buahan lain yg bisa dimakan.
ketika diperjalanan mereka dihadang beberapa orang anakbuah Shiau Bhong.
namun Bha Lyang dan Cheng Ming segera membereskanya
Seminggu penuh Bha Lyang dan Cheng Ming berada di desa SEDOISE, kondisi Di sanapun sudah lebih baik. bahkan seluruh anakbuah Shiau Bhong sudah berhasil dikuasai sadarkan, memang ada beberapa orang terpaksa dibinasakan karna Bha Lyang dan Cheng Ming tak mampu untuk menyadarkanya, karna kemampuan mereka hampir menyamai Bha Lyang dan Cheng Ming.
Setelah kondisi sudah diyakini aman, tak ada lagi anakbuah Shiau Bhong yg tersisa Bha Lyang dan Cheng Ming pun pamit kembali ke sekte hutan belantara. tak lupa mereka meninggalkan sekantong koin emas untuk masyarakat desa SEDOISE, untuk mambantu memilukan perekonomian desa itu.
Para warga pun berterimakasih dan melepas kepergian Bha Lyang dan Cheng Ming. perangkat desapun berjanji akan menggunakan uang koin yg mereka terima dengan sebaik mungkin.
Bha Lyang dan Cheng Ming pun pergi dari desa SEDOISE. Perasaan Bha Lyang sudah semakin membaik.
Seperti saat berangkat, merekapun hanya butuh waktu tiga hari untuk sampai kembali di sekte hutan belantara.
__ADS_1
Hari masih siang saat mereka sampai di sekte. para tetua sekte pun manyambut kedatangan kedua patriak mereka. para murit juga ikut menyambut Bha Lyang dan Cheng Ming.
Selamat datang kembali di sekte hutan belantara, patriak. seru mereka serentak, sambil memberi hormat pada patriak mereka.
Bha Lyang dan Cheng Ming pun sumingrah melihat sambutan yg dilakukan tetua Dan para murit.
Sementara para tetua dan para murit kembali melanjutkan aktifitas mereka, Bha Lyang dan Cheng Ming pergi menuju vavilun masing masing untuk istirahat.
Namun saat malam menjelang, terdengar suara derab langkah kuda mendekati sekte.
para penunggang kuda itupun berhenti ketika mendekati pintu gerbang sekte. Lee Ming yg kebetulan kepala penjaga disana, mengetahui para penunggang kuda itu, dari seragam yg mereka kenakan.
Maaf tuan tuan, ada urusan apa gerangan tuan tuan datang malam malam ke sekte kami ini.? tanya Lee Ming sambil membungkuk hormat pada prajurit kerajaan yg datang.
Maaf tuan,,, saya komandan Bhao, beserta 3 prajurit untusan kerajaan Mandaliang ingin bertemu patriak Bha Lyang, ada pesan husus dari baginda raja Zacky Wey, yg saya harus sampaikan langsung pada beliau. ini pesan darurat, tolong segera sampaikan pada patriak akan kedatangan kami ini.
baik komandan Bhao.
Lee Ming pun langsung memerintahkan seorang anak buahnya, untuk menemui tetua Xyang atau Tyang, untuk menyampaikan pesan ini.
sekitar 15 menit orang suruhan Lee Ming sudah kembali bersama dengan Xyang.
Maaf komandan Bhao membuat and telah menunggu.
mari ikut saya untuk menemui patriak kami. tutur Xyang dengan penuh hormat.
merekapun bergegas menuju vavilun Bha Lyang. tapi hanya Xyang dan komandan Bhao saja, sedang 3 orang prajurit menunggu Di pos jaga bersama Lee Ming.
*****Terimakasih buat teman teman yg masih setia mengikuti tulisan saya ini.
jangan lupa ya teman teman untuk like, Coment dan share.
jangan ketinggalan vote serta dukungan dan bintang lima ya..
__ADS_1
Trimakasih sebelumnya... 😊🙏🙏***