PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Misi Pengawalan


__ADS_3

Brakkk....


terdengar suara meja digebrak kencang oleh seorang dari pendekar itu.


pelayan.....!!! teriaknya Lagi dengan suara lantang.


seorang pelayan datang berlari tergopoh gopoh, menghampiri mereka.


Apa yg bisa saya bantu tuan...? tanya pelayan itu gemetar ketakutan.


siapkan kami hidangan paling baik dari restoran ini....!!! jangan lupa anaknya juga...!!! cepat.... teriak seseorang sambil mendorong pelayan itu hingga tersungkur di ubin, lalu pergi dengan ketakutan yg sangat.


tak terkecuali rombongan bangsawan yg Di kawal Xyang dan Tyang.


melihat itu Xyang Dan Tyang tak bisa diam saja melihat klyen mereka ketakutan, sampai berhenti makan dan gemetaran.


Maaf tuan tuan pendekar.... tutur Xyang. apa kalian bisa untuk tidak bertindak arogan..? Soalnya klayen kami yg berada di meja sebelah Jadi ketakutan karna perbuatan kalian itu.


hahahahaha....


hei bocah.... siapa kau...?? berani sekali kau memerintah lima Iblis gurun.


Sudah bosan hidup rupanya kau ini. teriak seorang dari pendekar itu, yg mengaku bernama lima Iblis gurun.


Sekali lagi maaf paman, kami hanya memastikan agar klayen kami merasa aman. tutur Tyang dengan sopan.


persetan dengan klayen kalian....!!


dasar bocah sial....


braakkk....


belum selesai orang itu bicara, tubuhnya sudah terlempar kebelakang belakang hingga menabrak meja yg ada di belakangnya.


orang itu tersungkur di lantai, darah mengalir deras dari mulutnya.


Maaf tuan tuan... aku hanya membela diri saja. tutur Xyang dengan santainya.


melihat seorang temanya tersungkur, salah seorang bermaksud menyerang Xyang dengan pedangnya.


buugghh.....


belum juga orang itu sempat menyerang, tubuhnya sudah ambruk di lantai restoran. Di langsung pingsan tak bergerak.


Maaf tuan tuan... aku tak ingin menyakitinya kalian. kami hanya mau gak ada yg berbuat onar Di tempat ini.


Tiga orang yg tersisa gemetar ketakutan, melihat apa yg menimpa dua teman mereka, bahkan mereka tak sempat melihat serangan Xyang atau Tyang, tau tau teman mereka Sudah terlempar dan yg satunya langsung pingsan.


Maafkan teman teman saya pendekar.... mereka tak tau sopan santun. tutur seorang yg mungkin paling di tuakan diantara mereka berlima.


baiklah kalau begitu. tutur Xyang dengan nada dingin.


Xyang dan Tyang pun kembali kemenangan mereka.


tuan tuan dan nyonya.. silahkan lanjutkan makanya.. tutur Tyang pada para bangsawan itu.

__ADS_1


Saat pesanan para pendekar itu telah siap, mereka pun memutuskan untuk membungkusnya saja.


nyonya.. tolong bungkus saja makanan Dan minuman pesanan kami. tutur seorang dari mereka, namun kami ini Nada bicaranya Jauh dari kata garang, bahkan terbilang lembut, karna ketakutan akan Xyang dan Tyang.


Keesokan harinya rombongan yg dikawal Xyang dan tyang pun berangkat pagi pagi sekali.


setelah memeriksa kreta Dan bawaan mereka masih Utuh, merekapun melanjutkan perjalanan.


Mereka Sudah berjalan jauh, ketika sore tiba mereka akan melintasi gurun yg panas Dan tandus. dibatang pohonpun tak ada tumbuh di gurun itu, hanya beberapa kaktus saja yg terlihat tumbuh seperti mau tidak mau.


Tuan.... apa kita istirahat di tengah gurun atau lanjut jalan terus..?


tanya tyang kepada salah satu bangsawan itu. Sepertinya sangat berbahaya, kalau kita bermalam Di tengah gurun ini. soalnya Kalau ada badai pasir, bisa bisa hancur semua kreta kita. tutur bangsawan itu.


baiklah tuan... sahut Tyang sopan.


Kak Xyang... Kita jalan terus sampai melewati gurun pasir ini. karna berbahaya Kalau Kita istirahat di tengah gurun, bisa bisa kita habis di lahap badai pasir, ucap Tyang menirukan perkataan bangsawan tadi.


baiklah.. ayo terus jalan. teriak Xyang pada para pengawal yg lainya.


baik tetua Xyang... Jawab serentak para pengawal.


Hari sudah malam saat rombongan mereka melintas di tengah gurun.


tiba tiba sebuah kreta pengangkut barang terguling, karna salah satu rodanya Keluar dari jalur lintasan. secepat kilat Xyang melompat dan memotong tali pengikat kuda. kalau tidak kuda kuda penarik kreta itu bisa mati tercekik tali pengikat.


Ahirnya mereka pun memutuskan untuk istirahat sejenak Di tempat itu, sambil membereskan kembali kreta yg jatuh tadi.


tak sampai setengah jam, kreta sudah kembali berdiri, barang barangpun sudah di naikkan kembali.


mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


tiba tiba ada anak panah meluncur deras ke arah kreta bangsawan. Xyang dan Tyang pun dengan sigap menangkap beberapa anak panah yg datang, do tambah para pendekar bergelar juga menangkap beberapa anak panah lainya.


apa ada yg terluka...? tanya Xyang pada para pengawal.


kami baik baik saja tetua.. jawab beberapa pengawal serentak.


Hahahaha.....


ternyata ada makanan empuk mencoba melewati wilayah Kita ketua... terdengar seseorang bicara penuh percaya diri.


serahkan semua barang bawaan kalian atau kalian akan mati mengenaskan Di Tangan Kami. teriak seseorang yg berbadan tegap penuh otot otot menonjol di tubuhnya.


Maaf tuan tuan... mohon ijinkan kami lewat, kami tidak membawa barang berharga sama sekali. tutur Xyang berbohong.


perduli setan apa yg kau katakan, setiap yg lewat tempat ini harus menyerahkan semua barang bawaanya. tak terkecuali kalian... tutur seorang dari para rampok itu.


apa kalian mengenal lima Iblis gurun..? tanya Xyang mencoba menebak nebak.


darimana kalian tau nama kelompok itu. tanya seseorang dari rampok itu mulai takut.


melihat reaksi rampok itu saat Xyang menyebutnya nama Iblis gurun, Xyang Jadi yakin Kalau mereka ini adalah kelompok yg sama.


mereka teman Kami, mereka juga yg menyuruh kami untuk melanjutkan perjalanan melewati gurun ini. tutur Xyang membohongi para rampok itu.

__ADS_1


Bagaimana ketua..? bisik seorang pada yg lain yg ternyata ketua kelompok itu.


Hahahaha....


jangan kalian kira bisa memnohongi kami. tutur yg di bilang ketua tadi.


kalau kalin tak percaya ya sudah... aku hanya mengatakan apa adanya. tutur Xyang masih berusaha meyakinkan para rampok itu.


Ketua... ! sebaiknya kita percaya sama mereka, kalau ternyata mereka memang teman lima Iblis gurun.. bisa Habis riwayat kita.


mendengar itu Xyang Jadi makin pede berbohongnya. semua itu dia lakukan Hanya untuk menghindari pertarungan. Karna walau bagaimanapun, banyak rombongan mereka yg berkemampuan di Bawah beberapa rampok itu. sedang dari segi jumlah, rampok itu jauh lebih banyak.


untuk itu Xyang mencoba menghindari bentrokan langsung.


Baiklahhh...


kami akan melepaskan kalian, tapi tolong berikan kami beberapa koin perak. soalnya kami kelparan, sudah lama tak ada yg lewat dari sini.


mendengar permintaan rampok itu, seorang bangsawanpun memberikan beberapa koin perak yg rampok itu minta. berikan saja ini Nona... tutur bangsawan itu pada Tyang. lalu Tyang menyerahkanya pada rampok itu.


mereka pun ahirnya bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus bertempur melawan rampok itu.


Saat sinar matahari mulai muncul di umumkan Timur, rombongan pun sudah memasuki desa Tongyun. merekapun mencari rumah makan sekedar mengisi perut yg kosong. mereka pun berhenti di depan sebuah rumah makan yg tak terlalu besar, namun cukuplah buat para bangsawan untuk duduk Sekedar menikmati hidangan.


Seminggu sudah perjalanan mereka. blm ada hambatan berarti yg mereka hadapi.


mereka telah melewati berbagai medan dalam seminggu ini. mulai dari hutan, gurun serta lembah. namun semua mereka lalui dengan semangat.


Namun kali ini mereka akan melewati jalur yg orang orang bilang sangat rawan, setiap yg lewat wilayah itu belum ada yg selamat tanpa kehilangan harta atau barang bawaan mereka.


untuk itu sengaja mereka memilih siang hari, waktu yg dipilih untuk melewati daerah itu.


benar saja, baru dua jam mereka berjalan, rombongan mereka terpaksa berhenti. karna ada beberapa pohon besar yg sengaja diburu tebang untuk menghalangi jalan.


Semua siaga.. ada yg sengaja menghalangi jalan kita. teriak Xyang pada para pengawal.


para pengawalpun mengawasi sekitar berharap menemukan orang yg sengaja menghalangi perjalanan mereka.


keluar kalian jangan bersembunyi seperti tikus yg berusaha menghadang kucing.


teriak Xyang yg di aliri tenaga murni.


Tiba tiba, beberapa orang berjatuhan dari atas pohon. namun sebagian masih bisa menjaga keseimbanga tubuh, dan mendarat dengan suara kaki di tanah. tapi naas bagi mereka yg ilmunya rendah, ada yg langsung mati karna jatuh tepat di atas batu atau batang pohon yg melintang di jalan.


Ban***t....


teriak seseorang yg melompat turun dari pohon dengan santai.


berani sekali kau membunuh Dan melukai anak buahku. teriak orang itu terdengar sangat marah. karna takut Kurang dari 20 orang anak buahnya yg tewas seketika. Dan banyak lagi yg patah tulang dan pingsan.


Xyang dan Tyang pun memperhatikan orang itu, sambil mengukur kekuatanya.


****Trimakasih teman teman semua, masih setia dgn tulisan saya ini.


jangan lupa like, Coment, share serta saran dan kritiknya.

__ADS_1


Jangan lupa juga dukunganya serta vote dan bintang lima ya..


Trimakasih sebelumnya ....🙏🙏😊**


__ADS_2