
Hanya itu yg dapat saya sampaikan untuk Kita semua, trimakasih.
tutur Bha Lyang panjang lebar penuh semangat dan harapan.
plok... plok... plok... plok... plok... plok.. plok...
terdengar suara tepuk tangan yg lain manyambut penyampaian yg telah di sampaikan Oleh patiriak 1 Bha Lyang.
Besoknya mereka mulai menyusun segala sesuatu yg dibutuhkan untuk menunjang rencana mereka.
Bha Lyang pergi ke kerajaan, untuk mengurus perijinan dan meminta restu dari pihak kerajaan.
Tyang pergi ke desa kampung ilalang untuk memanggil tenaga sewaan untuk pembangunan pisik perguruan.
Cheng Ming dan Xyang menyiapkan lahan untuk pembangunan pisik perguruan.
Seperti menebangi pepohonan lalu merapikanya.
Sementara Zhui dan Zhoy segera membuat Contoh poster yg akan mereka edarkan, untuk menarik/mengajak masyarakat atau yg ingin memasuki perguruan beladiri diri.
* Pagi pagi sekali Bha Lyang sudah berangkat menuju kerajaan Mandaliang, yg merupakan pusat pimpinan daerah. hutan belantara juga termasuk wilayah kekuasaan kerajaan Mandaliang, walau sebenarnya wilayah itu lebih dekat ke kerajaan Nusan.
Perkiraan orang normal Kalau ditempuh dengan berjalan kaki, akan memakan waktu sampai satu minggu, namun dengan kecepatan lari Bha Lyang yg luarbiasa cepat, jarak itu bisa ia persingkat jadi satu Hari saja.
saat menjelang sore hari, Bha Lyang sudah memasuki kawanan kerajaan. saat mau mendekati gerbang kerajaan, Bha Lyang pun menghentikan larinya, lalu berjalan seperti orang biasa.
penjaga gerbang pun memberi hormat pada Bha Lyang saat ia melewati gerbang.
apa kabar tuan Lyang...? Sudah lama tak berkunjung, ada angin apa gerangan yg membawa tuan datang ke sini..? tanya kepala penjaga berbasa basi dengan Bha Lyang.
tidak ada apa apa Hong Li... kebetulan lewat aja, ya tak ada salahnya singgah sebentar melihat lihat keramaian kota. sahut Bha Lyang yg ternyata mengenal kepala penjaga.
OK tuan.. Silahkan masuk.. kata kepala penjaga itu, setelah Bha Lyang melakukan registrasi.
trimakasih Hong Li dan tuan tuan semua. tutur Bha Lyang hormat pada para penjaga gerbang itu.
Karna Hari sudah mau malam, Bha Lyang berpikir gak baik bertamu ke tempat raja malam malam. untuk itu ia pun mencari penginapan untuknya bermalam.
setelah dapat kamar, Bha Lyang pun langsung masuk ke kamarnya. iapun istirahat setelah lelah seharian penuh berlari dengan kecepatan luarbiasa.
Keesokan harinya setelah selesai sarapan, Bha Lyang pun langsung menuju kerajaan. hanya butuh 15 menit berjalan kaki Dari tempat ia menginap semalaman. saat mendekati gerbang istana, Bha Lyang pun harus melewati penjagaan ketat para pengawal istana. walau Bha Lyang sudah dikenal di istana, namun tetap saja ia di tanya oleh penjaga.
Maaf tuan Lyang... apa sebelumnya Sudah punya janji dengan Raja apa blm..? tanya pengawal itu mengikuti prosedur yg ada.
Maaf Ghuncheng,,, saya blm punya janji sebelumnya.
tapi bisakah minta tolong sampaikan kepada baginda raja yg mulia, kalau saya ingin bertemu dengan beliau. tutur Bha Lyang sopan.
baiklah tuan Lyang... saya menghadap dulu... tunggu sebentar.
Ghuncheng berlalu memasuki istana raja Dan langsung melahirkan perihal kedatangan Bha Lyang.
Hormat baginda raja yg mulia.. tutur Ghuncheng sambil berlutut satu kaki, tangan di kepalkan ke depan wajah yg menunduk.
Ada apa komandan Ghuncheng, pagi pagi Sudah menghadap..?
hamba yg mulia.... di luar ada Petapa tua, tuan Bha Lyang ingin bertemu baginda raja.
ada urusan apa gerangan dia untuk menemuiku...?
hamba kurang paham yg mulia, cuma sepertinya ada hal penting yg ingin beliau sampaikan.
baiklah.... suruh dia masuk.
baik baginda rasa hamba laksanakan.
Ghuncheng pun berjalan mundur masih jongkok sampai lima langkah, lalu berdiri hormat kepada raja, Baru kemudian berbalik badan berjalan Keluar istana.
Setelah sampai di pos jaga, Ghuncheng pun langsung mengajak Bha Lyang masuk.
tuan Lyang..... Mari saya antar ke dalam.
merekapun memasuki istana.
setelah sampai di dalam, Ghuncheng langsung mundur sambil meletakkan satu Tangan di dada, badan sedikit membungkuk, sambil berjalan mundur Keluar istana.
namun untuk seorang pendekar terkena sekelas Bha Lyang hal itu tidak berlaku.
__ADS_1
Salam hormat baginda raja, semoga Sehat selalu. tutur Bha Lyang memberi salam tanpa harus berlutut satu kaki, hanya sedikit membungkukkan badan.
Selamat datang Petapa sakti pendekar Lyang....
ada angin apa yg membawa pendekar mampir ke istanaku yg kecil ini..? tutur sang raja merendah.
Silahkan duduk tuan pendekar. lalu Bha Lyang pun duduk di salah satu kursi yg ada disitu. sedang raja sendiri duduk di singgasananya.
Maaf baginda raja... kedatanganku kesini, ingin meminta izin pada baginda raja.
izin untuk apa gerangan tuan pendekar...?
Maaf baginda raja... hamba dan saudara hamba Cheng Ming, beserta cucu hamba, ingin mendirikan sebuah perguruan beladiri diri, yg mana lokasinya berada di tengah hutan belantara, yg merupakan tempat Kami tinggal selama ini. tutur Bha Lyang penuh hormat.
Wah... saya sebagai Raja si daerah ini, sangat mendukung rencana tuan pendekar sepenuhnya. namun kalau boleh tau, apa nama perguruan yg akan tuan pendekar dirikan itu..?
Maaf baginda raja sesuai lokasi daerah itu, Kami memberi nama perguruan Hutan Belantara. Sekalian minta restu dari baginda raja, karna kamu berencana untuk mengembangkanya nanti Jadi sebuah sekte. untuk itu kami meminta baginda raja memberi izin penggunaan lahan. namun untuk itu baru sekedar wacana kami saja yg mulia.
Pengawal.... suara Raja memanggil seorang pengawalnya.
hamba yg mulia baginda raja... sahut pengawal itu.
Tolong panggilkan paman Jhu Ma Kesini..!
hamba laksanakan yg mulia baginda raja.
pengawal itupun berlalu.
gak berselang lama.
hamba yg mulia baginda raja... Ada papa memanggil saya Kesini...?
Tolong paman buatkan surat izin pendirian perguruan serta bangunan, dan surat izin penggunaan lahan.
nama perguruanya, Perguruan Hutan belantara/ sekte Hutan Belantara. lokasi Di tengah hutan belantara, dan izin lahan 100 hektoare.
Hamba laksanakan yg mulia baginda raja.... Mohon bersabar menunggu beberapa waktu.
baiklah paman, lakukan dengan cepat.
baik baginda raja, hamba laksanakan. Jhu Ma pun berlalu.
Tak berselang lama, beberapa dayang kerajaan pun datang membawakan pesanan raja.
Silahkan dinikmati hidanganya tuan pendekar. lalu Raja memanggil salah satu pengawal pribadinya dan membisikkan sesuatu, pengawal itupun hanya mengangguk lalu pergi.
trimakasih yg mulia baginda raja atas kehangatan yg baginda beri untuk hamba yg hanya seorang rendahan ini. tutur Bha Lyang penuh sukacita.
sambil menunggu selesainya Surat izin, Bha Lyang dan Raja pun berbincang bincang tentang rencana Bha Lyang dan saudara serta cucunya.
Sekitar satu jam lebih, pengawal yg dibisikin raja tadi pun sudah kembali, dia membawa sesuatu namun dihatinya taruh Di belakang singgasana raja.
O.... ya tuan pendekar,,! apa nanti saya bisa menitipkan beberapa orang prajurit, dan sebagian anggota keluarga kerajaan yg ingin menimba ilmu di perguruanmu ...? tanya sang raja memecah keheningan.
Bha Lyang hanya terdiam, tak percaya akan penawaran yg raja berikan.
tuan pendekar tak usah hawatir, saya akan membayar upah untuk perguruan tuan sesuai dengan seharusnya.
Bukan.. bukan itu baginda raja....! hamba hanya tak mengira kalau baginda raja akan meminta hal itu, hamba tak menyangka baginda akan sampai segitunya mendukung perguruan yg akan kami bangun.
Oh... aku kira tuan pendekar keberatan atas permintaanku itu.
tentu saya tidak akan keberatan yg mulia. merupakan suatu kehormatan besar bagi kami jika perguruan kami nantinya di huni sebagian anggota keluarga kerajaan.
namun saya hawatir yg mulia... jika nanti kami tidak dapat membingbing mereka dengan baik. tutur Bha Lyang mengutarakan kehawatiranya.
Hahaha.... aku Zacky Wey menjamin bahwa mereka, tidak perlu di perlakuan husus walaupun mereka anggota keluarga kerajaan. seolah mengerti kehawatiran Bha Lyang.
trimakasih sebelumnya yg mulia baginda raja, atas jaminan yg telah baginda berikan. saya akan mendidik dan melatih setiap murit perguruan berdasarkan kemampuan mereka.
Karena di perguruan kami nanti akan ada pembagian bakat.
Yg pertama adalah, murit yg memiliki bakat biasa. yg maksudnya murit yg tidak memiliki bakat lebih dari manusia pada umumnya.
Yg kedua adalah, murit yg memiliki bakat sedang. yg maksudnya bakat mereka minimal 3 sampai 4 tingkat di atas murit Biasa.
Yg ketiga adalah, murit yg memiliki bakat bagus. yg maksudnya murit yg pasti lebih menonjol dari mereka yg berada di bakat sedang, minimal 2 sampai 3 tingkat.
__ADS_1
Yg ke empat adalah, murit zenius. yg dimana Dia posisi ini mereka yg memiliki bakat serta kontur tulang yg lebih baik dari yg lain. paling tidak 2 tingkat di atas bakat bagus.
Serta Kalau ada yg terahir Adalah, zenius Di antara zenius. yg mana murit yg berada di kelompok ini adalah, mereka yg mampu melampaui yg berbakat zenius. paling tidak 2 tingkat.
Dan setiap kelompok ini akan kami tetntukan dengan 2 test.
Pertama.
saya dan saudara Cheng akan memeriksa, kondisi tubuh mereka lewat nadi dan jalan darah.
Kedua.
Akan Di lakukan sparing atau tanding tarung antar peserta.
Namun pembagian kelompok juga di ambil berdasarkan keahlian. atau bakat apa yg mereka miliki, karna perguruan yg akan kami bangun memiliki 4 paket jurus.
diantaranya.
*Jurus pedang. yg terdiri dari beberapa bagian.
*Jurus trisula. sama seperti jurus pedang, juga ada beberapa bagian.
* Jurus tangan dan tapak. juga terbagi Dari beberapa bagian.
* Jurus kaki seribu. juga terbagi dari beberapa bagian.
Kesemua itu akan menentukan kelompok dan kelas masing masing murit.
Kira kira seperti itulah hal yg akan kami laksanakan dan terapkan yg mulia baginda raja. tutur Bha Lyang menerangkan panjang lebar. Zacky Wey pun mendengarkan dengan seksama tanpa menyela sekali pun.
Tak terasa ternyata Jhu MA sudah berada di situ ikut mendengarkan penuturan Bha Lyang dengan antusias.
Maaf baginda raja,,, hamba jadi ikut mendengar penuturan tuan pendekar yg melegenda ini. tuturnya memuji Bha Lyang sesuai yg ia ketahui.
Tuan Jhu tak perlu melebih lebihkan, nati saya jadi sombong. tutur Bha Lyang sedikit bercanda mencairkan suasana.
Hahahaha...
lalu merekapun tertawa lepas... mendengar candaan Bha Lyang.
Setelah menandatangani dan memberi cap kerajaan si surat izin yg telah di buat Kasim Jhu Ma, Zacky Wey memberikanya pada Jhu Ma, dan menyerahkanya pada Bha Lyang.
pengawal... seru Zacky. tanpa disadari komandan pengawal yg dimaksud pun segera mengambil sesuatu yg tadinya Dia Taruh Di belakang singgasana raja. Dan menyerahkanya kepada Bha Lyang.
tuan pendekar... harap terima partisipasi dari kami, sebagai tanda dukungan dari kerajaan Mandaliang yg saya pimpinan.
tuan pendekar tak perlu hawatir, ini semata mata hanya bentuk dukungan kami saja, tidak ada embel embel lain dari itu. bukan juga pertanda perguruan tuan terikat sepenuhnya dengan kerajaan.
Bha Lyang pun lega setelah mendengar penuturan Raja Zacky Wey.
trimakasih baginda raja...! atas segala yg telah di berikan kepada Kami. besar harapan kami kalau yg mulia baginda raja mau hadir saat peresmian nanti.
Oh... ya tuan pendekar...! dengar dengar dua ponakan saya sudah mendahului disana, apakah itu benar..?
O... ya... benar baginda raja, Zhui dan Zhoy meminta kami menjadi guru mereka saat kita kebetulan satu penginapan kala itu. atas izin saudara Zee Wey, ahirnya merekapun ikut dengan kami.
O.... bagus lah kalau begitu, jadi tidak terlalu sungkan nanti bila anggota keluarga yg lain juga berlatih Disana.
baiklah baginda raja... saya mohon pamit undur diri. sekali lagi trimakasih untuk segala kemudahan dan dukungan serta partisipasinya. tutur Bha Lyang.
Bha Lyang pun kembali kepenginapan, karna hari sudah menjelang sore, iapun memutuskan untuk bermalam Lagi di penginapan tempat ia menginap semalam.
****Trimakasih sebelumnya buat teman teman yg masih setia mengikuti tulisan saya ini.
Jangan lupa tetap dukunganya Dan vote bintang lima.
jangan lupa juga untuk share, comet Dan like nya ya....
untuk saran dan kritik serta masukanya Sangat saya harapkan.
Trimakasih sebelumnya... 🙏🙏😊
oh.. ya.... jangan lupa jaga kesehatan semua ya.. Di dalam kondisi seperti saat ini, lebih baik menjaga Daripada mengobati.
gak ada salahnya kita ikuti anjurkan pemerintah.
Salam Sehat selalu buat Kita semua.
__ADS_1
God Bless You all and Me**..