
Dengan beberapa petunjuk yang di berikan Justin jugalah, Ahirnya kini Xyang dan Tyang sudah berada jauh dari kota awan putih.
mereka kini sudah berada di kota Buntuatas .
Dari kota Buntuatas, mereka memerlukan 5 bulan perjalanan naik kuda. Hingga Baru sampai ke kerajaan Mandaliang tempat asal mereka berdua.
Kota Buntuatas merupakan kota yang luas dan padat penduduk.
Namun ada yang aneh menurut mereka dengan keadaan kota ini. Melihat kepadatan bangunan bangunan yang ada di kota Buntuatas, Dan menurut data statistik yang dapatkan dari Justin sebelum sampai di kota ini. Kota buntu atas merupakan sebuah kota yang sangat sibuk. Bahkan tak ada Istilah siang atau malam di kota ini.
Namun apa yang mereka lihat di kota Buntuatas, Berbanding tarbalik dengan apa yang mereka lihat sekarang. Kota Buntuatas terlihat sangat sepi. Tak banyak masyarakat yang terlihat di luar rumah mereka. Mereka yang keluar rumah juga kelihatan tergesa gesa atau terburu buru dan terlihat seperti ketakutan.
Melihat hal seperti itu, Xyang dan Tyang pun menjadi curiga. Jangan jangan ada terjadi sesuatu di kota Buntuatas ini. Xyang dan Tyang pun bermaksud untuk menyelidikinya.
Xyang dan Tyang pun pergi ke sebuah warung makan, Untuk mengisi perut yang kosong, Sekalian mencari informasi tentang kondisi kota Buntuatas saat ini.
Mereka pun masuk ke sebuah warung makan yang terlihat agak sepi pengunjung. Mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan.
" Selamat datang di rumah makan kami tuan dan nona.. "! Mau pesan makanan.. "? Atau Sekedar minum..."? Disini tersedia beraneka macam makanan dan minuman... "! Tuan dan nona tinggal pilih... "! Tutur seorang pelayan yang menghampiri mereka sesaat setelah mereka duduk di kursi.
Mereka pun lalu memilih beberapa makanan dan minuman.
" Sebentar tuan dan nona, kami siapkan dulu pesananya..." Lalu pelayan itupun berlalu meninggalkan mereka.
" Kak .."! Sepertinya susah mendapatkan informasi di tempat ini... "
" Sabar saja Tyang... "! Mungkin sebentar lagi akan ada pengunjung yang lain datang... " kalaupun tak ada, setidaknya kita sudah mengisi perut yang kosong.. " Sahut Xyang.
Tak berapa lama, Sekelompok pendekar memasuki rumah makan. Mereka terdiri dari delapan orang.
" Pelayan....."! Bawakan kami makanan paling enak yang ada di warung ini... "! Teriak seorang dari para pendekar itu. Setelah itu, mereka terdengar asik ngobrol.
__ADS_1
" Coba keluarkan semua harta yang barusan Kita dapatkan... "! Biar kita hitung bareng bareng... "! Ujar seorang yang mungkin ketua kelompok itu.
Lalu mereka semua menaruh barang barang yang baru mereka dapatkan di atas meja. Lalu mereka pun sibuk memisahkan setiap barang berharga yang mereka dapatkan. Dan mereka pun membagi hasil yang mereka dapatkan.
" Setiap hari pendapatan kita makin berkurang saja... "! Kalau begini terus.. " Lama lama kita bisa latihan kelaparan di kota ini.. " ujar sang ketua kelompok dengan nada resah.
" Ia ni kak... " Semua itu karna ulah para pejabat yang selalu menggangu kita ketika beraksi.. " sahut seorang lagi.
Dari obrolan yang Xyang dan Tyang dengarkan, Mereka ahirnya mendapat sedikit gambaran, Kalau ternyata di kota Buntuatas ini sedang terjadi kekacauan.
Kekacauan yang di sebabkan oleh para perampok dan prajurit pemerintahan, Yang saling berebut mendapatkan kekuasaan.
Kekacauan itu terjadi semenjak Walikota Jhonatan meninggal dunia karna di bunuh para pemberontak. Dan pemberontak itupun semakin merajalela setelah kekuasaan kosong sepeninggal Jhonatan. Para perampok pun tak mau ketinggalan. Mereka juga mengambil kesempatan dari kekosongan kekuasaan tersebut.
Namun ahir ahir ini, Pemerintah pusat mulai menurunkan beberapa prajurit handal, Untuk mengatasi para pemberontak dan juga para perampok.
Namun ternyata, Para prajurit itupun malah ikut ikutan memeras rakyat.
Akibat dari semua itu, Kondisi perekonomian masyarakat pun menjadi terpuruk. Banyak pedagang memilih diam diam rumah, Karna takut barang daganganya malah di ambil paksa oleh pemberontak, Perampok dan juga prajurit utusan pemerintah pusat.
Xyang yang merasa kasihan pada penduduk kota Buntuatas pun berencana menemui perangkat pemerintah setempat. Dengan petunjuk yang punya warung makan, Xyang dan Tyang pun pergi menuju rumah seorang abdi desa yang bernama Tarsam.
" permisi.... "! Pak Tarsam... "! Permisi... "! Teriak pemilik warung makan yang bersedia mengantarkan Xyang dan Tyang ke rumah abdi desa tersebut.
" Ya... "! Ada apa pak Morgan... "!? sahut Tarsam setelah di panggil beberapa kali.
" Ini pak Tarsam... "! Tuan dan nona ini ingin bertemu dengan pak Tarsam.. " Sahut Morgan.
" Oh... Ya... "! Silahkan masuk... "! sahut Tarsam mempersilahkan Xyang dan Tyang untuk masuk kedalam rumahnya.
" Silahkan duduk tuan dan nona... "! tutur Tarsam mempersilahkan Xyang dan Tyang untuk duduk.
__ADS_1
" Kalau begitu, saya langsung pamit saja tuan.." nona.. "! pak Tarsam.... "! Takut ada tamu yang datang, Nanti gak ada yang melayani. Tutur Morgan sambil berlalu.
" Sebelumnya maaf ni pak Tarsam... " Bukan bermaksud untuk mencampuri atau gimana.." Cuma menurut kabar yang kami dengar, di kota Buntuatas ini, sedang terjadi pergolakan di kalangan...."
" Maaf tuan dan nona... "! Saya tutup pintu dulu, takut apa yang mendengar percakapan kita, Bisa bisa bahaya... " Sambil Tarsam buru buru menutup pintu rumahnya.
" Mari.. Tuan dan nona,, ' Kita bicara di kamar saya saja..." Karna di sini bisa saja pembicaraan kita di dengar oleh kelompok kelompok itu... " Sambil Tarsam berjalan menuju kamar Tarsam, Yang berada tepat di tengah bangunan rumah Tarsam, Yang lumayan luas itu.
" Silahkan duduk..."! tutur Tarsam.
lalu Tarsam pun menceritakan semua masalah yang ada di kota Buntuatas saat ini. Mulai dari pemberontak sampai perampok, Bahkan prajurit utusan pemerintah pusat yang juga malah ikut ikutan memeras rakyat.
Bahkan mereka semua itu tak segan segan membunuh warga yang mereka pikir melawan atau berusaha menolak keinginan mereka. Bahkan anak anak gadis tak luput jadi korban mereka.
Anak anak gadis itu dipaksa melayani nafsu birahi mereka, Bila menolak maka tak ayal lagi, Anak gadis itu akan di bunuh dan di gantung di tengah lapangan kota.
Tarsam mengaku tak kuasa berbuat apa apa, Mengingat jumlah mereka yang tidak sedikit. Sedangkan tak banyak warga yang berani melawan. Pernah Tarsam mengumpulkan para warga untuk di ajak melawan kelompok kelompok yang keji itu. Namun tak banyak warga yang mau mengambil resiko terbunuh oleh kelompok kelompok itu.
Mereka lebih memilih diam dirumah dan menunggu pemerintah pusat menggantikan kedudukan walikota yang sedang kosong itu.
Bahkan Tarsam di hukum dan di copot jabatanya sebagai abdi desa. Tarsam pun di penjara beberapa bulan. Kemudian dibebaskan karna sudah sakit sakitan.
Setelah bebas, Tarsam mau tidak mau harus berobat kesana kemari untuk menyembuhkan penyakitnya. Seluruh harta kekayaan Tarsam pun sampai habis, Buat biaya berobat yang sangat mahal. Rumah Tarsam saat ini adalah satu satunya hartanya yang masih tersisa.
Untuk menyambung hidup, Tarsam pun terpaksa memakan buah buahan yang dia cari dari hutan, Atau beberapa warga suka mengantarkan makanan pada Tarsam.
Atas petunjuk dari Tarsam, Xyang dan Tyang pun mengetahui beberapa markas pemberontak dan perampok, Sedangkan prajurit utusan pemerintah pusat, Bermarkas di kantor walikota.
Xyang dan Tyang pun, berencana ingin menumpas orang orang jahat itu, Satu persatu. Tarsam pun berjanji akan membantu dengan beberapa masyarakat yang masih loyal sama Tarsam.
Mereka pun mulai menyusun rencana penumpasan.
__ADS_1
* Trimakasih atas segala bentuk dukungan yang teman teman berikan. 🙏😊