PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Misi Pengawalan ll


__ADS_3

Ban***t....


teriak seseorang yg melompat turun dari pohon dengan santai.


berani sekali kau membunuh Dan melukai anak buahku. teriak orang itu terdengar sangat marah. karna tak Kurang dari 20 orang anak buahnya yg tewas seketika. Dan banyak lagi yg patah tulang dan pingsan.


Xyang dan Tyang pun memperhatikan orang itu, sambil mengukur kekuatanya.


Kakak..


Ada dua orang pendekar kaisar tahap 4 dan yg paling belakang itu, kemungkinan pendekar kaisar tahap 8 tingkat ahir.


sisanya paling tinggi pendekar raja dan pendekar bergelar ada 2 orang. tutur Tyang menerangkan pengamatanya.


kau benar Tyang...


namun kita harus tetap waspada, karna kita tak tau berapa jumlah mereka sesunguhnya. tutur Xyang.


baik Kak.. kalian semua siaga, sepertinya Kali ini kita harus bertarung. tutur Tyang pada pengawal yg lain.


Apa maksud dan tujuan kalian menghalangi perjalanan kami..? tanya Xyang masih dengan suara yg di aliri tenaga murni. para rampok pun merasakan kalau telinga mereka sakit, tak terkecuali ketua rampok itu. namun dia segera mengalirkan tenaga murninya ke telinga, sehingga dia bisa tenang.


bunuh mereka semua...!! teriak ketua rampok itu memerintahkan anak buahnya.


Jurus pedang api melingkar....


terdengar Tyang berteriak dengan lantang.


wuusssshhhh.....


lebih dari 20 orang anggota rampok yg berusaha menyerang, tiba tiba menghilang, hangus Jadi debu terkena jurus jarak jauh Tyang.


melihat hal itu, anggota rampok yg lain, langsung diam di tempat. ketakutan yg sangat melanda pikiran mereka. takut bernasip sama seperti teman teman mereka yg menghilang hangus jadi debu hanya dalam sekali serangan.


Kurang ajar.....!!


hiyaattt.... ketua rampok itu, tak bisa lagi menahan amarahnya, segenap tenaga ia kerahkan untuk menyerang Tyang.


pertarungan pun tak terelakan lagi, Tyang menghadapinya penuh konsentrasi, walau IA tau kemampuan ketua rampok itu masih jauh dibawahnya. tapi Tyang tak mau main main. karna banyak nyawa yg harus mereka selamatkan.


Jurus golok setan neraka.....!!!


ketua rampok itupun menggunakan jurus pamungkasnya, untuk menyerang Tyang. namun Tyang dapat menagkis dan menghindarinya dengan mudah.


kepala rampok itupun Makin kalap saja, karna setiap serangan mematikan darinya, dapat ditahan dengan mudah.


tang.. ting.. tang... ting...


terdengar suara besi beradu, antara golok ketua rampok dan trisula senjata Tyang.


Sementara anggota rampok yg lain, di hadapi oleh Xyang dan 4 pendekar bergelar, sementara yg lain hanya bersiaga, manatau ada kelompok rampok yg datang dari arah berbeda. jumlah rampok itupun sudah jauh berkurang, lebih dari separuh sudah ditumbangkan Xyang dan 4 pendekar bergelar.


Tyang sudah terlihat mendominasi pertarungan, ketua rampok itupun sudah terluka dimana mana, terkena sabetan Dan tusukan senjata Tyang. darah menetes hampir dari sekujur tubuhnya. namun ketua rampok itu masih saja terus berusaha untuk melukai bahkan membunuh Tyang.


tapi apalah daya, kemampuan yg ia miliki tak berarti apa apa buat Tyang.


Menyerahlah paman.. maka paman akan kami serahkan kepada petugas kerajaan. teriak Tyang.


Chuih... !! tak ada kata menyerah dikamus perampok seperti kami, lebih baik mati daripada menyerah. teriak ketua rampok itu lantang.


baiklah..... !


kalau memang paman memilih mati.... ! aku akan dengan senang hati mengabulkanya. teriak Tyang nyaring.


Jurus cakar maut.....


terdengar teriakan Tyang sangat lantang.


tangan Tyangpun seolah berubah jadi Baja yg keras, kuku kuku jarinya pun jadi sangat runcing seperti cakar harimau.


wuusssshhhh...


swaasssshhh...


terdengar suara deru angin di setiap pergerakan tangannkaka Tyang, kepala rampok itupun jadi panik, golok yg ia gunakan untuk menahan serangan Tyang pun sudah hancur berkeping keping kena kuku kuku tajam Tyang.


Kena kau..... teriak Tyang.


srreettt....


Satu cakaran Tyang tak dapat dihindari ketua rampok itu. tubuhnya langsung terbelah Jadi beberapa bagian, tanpa sempat menjerit sama sekali.


Para rampok yg masih tersisa, langsung kabur melarikan diri, begitu melihat ketua mereka Sudah jadi mayat yg mengenaskan.

__ADS_1


4 pendekar bergelar mencoba mengejar, tak perlu dikejar. lebih baik kita lanjutkan perjalanan. teriak Xyang.


Ahirnya merekapun mengurungkan niatnya untuk mengejar rampok yg kabur.


Setelah mereka menguburkan massal mayat para rampok, merekapun melanjutkan perjalanan. tentunya setelah merapikan batang kayu yg melintang di jalanan.


merekapun ahirnya sampai di sebuah desa yg terlihat megah, namun sepi, sangat jarang mereka bertemu warga di desa itu. mereka pun terus berjalan, sampai mereka menemukan sebuah penginapan yg besar, bahkan bisa di bilang mewah. namun saat mereka masuk, seorang keamanan penginapan itu mempersilahkan mereka masuk. tapi raut wajah keamanan itu terlihat kacau.


Apa masih Ada kamar yg kosong nona..? tanya seorang bangsawan pada seorang wanita resepsionis penginapan itu.


maaf tuan... bukanya Kami tak menerima kalian. tapi apakah kalian pendekar berilmu tinggi..? atau memiliki pengawal pendekar berilmu tinggi..? tanya resepsionis itu.


Emang kenapa nona..? apakah itu syarat mutlak penginapan ini..? bangsawan itu balik bertanya pada resepsionis itu.


sebenarnya tidak tuan... namun ahir ahir ini, hal itu bisa dikatakan wajip, karna setiap Ada pengunjung yg datang kesini, malamnya pasti datang beberapa pendekar hebat untuk memerah para tamu penginapan ini. sedang kamu tak bisa berbuat apa apa, kalau tak ingin penginapan kami dihancurkan oleh mereka.


karna itu juga desa ini Kami sangat sepi, karna takut ada orang yg mau menginap di wilayah ini.


Setelah Xyang dan Tyang memberikan jaminan keamanan, ahirnya merekapun manginap disini penginapan itu.


Xyang dan 2 orang pendekar bergelar berjaga di dalam, sedang Tyang dan yg lain berjaga Di luar, sambil menjaga kreta dan barang bawaan mereka.


Malam pun tiba, para bangsawan sedang asik bersantap malam, di ruangan depan penginapan yg merupakan restoran. Sementara Tyang dan yg bertugas di luar makan sambil duduk dimana tempat mereka mau.


ketika mereka tengah menikmati makanan yg tersedia.


wah.... wah... wah...


ada tamu rupanya.... berarti kita akan mendapat uang ni kak.. tutur seorang kepada seorang lain yg dipanggil kakak oleh yg lainya.


Hei.... pengawal busuk... ..!!


apa kreta ini yg kalian kawal....?


tanya seorang dari mereka dengan nada menghina. seorang pendekar bergelar yg berjaga di luar pun tersinggung dengan ucapan orang itu.


Hei... manusia busuk... ..!!


jaga mulutmu kalau berbicara... baj***an...


balasnya gak kalah hinanya.


Kak... ternyata ada yg punya nyali juga pengawal busuk ini. tutur seorang seolah meledek.


pengawal itupun langsung maju menyerang orang itu dengan segenap kemampuanya.


pertarungan pun terjadi.


Tyang hanya mengamati dari tempat duduknya. ia melihat pengawal itu bisa mengalahkan orang itu, asal tidak dikeroyok.


Sesuai perkiraan Tyang, orang itu sudah mulai terpojok kewalahan, diserang oleh pengawal itu. ternyata mulutmu saja yg besar... tetapi kemampuanmu kosong... tutur pengawal itu mengejek.


orang itupun sangat marah mendengar ejekan pengawal itu.


Hei... kalian kenapa diam saja ... ayo bantu aku membunuh orang ini. teriaknya kepada temanya yg hanya diam menonton.


Hahahaha...


dasar tak tau malu...


hiiiyyaaaattttt....


Jurus tapak sakti....


teriak pengawal itu dengan keras..


duckghh....


orang itupun terlempar jauh kebelakang, ketika pukulan telak pengawal itu mengenai dadanya, sebelum teman teman nya menantunya.


orang itupun ambruk tak dapat bangkit lagi.


Melihat seorang teman mereka ambruk... yg lain langsung maju menyerang pengawal itu, Tyang masih memperhatikan saja pertarungan itu, namun karna di keroyok lima orang, pengawal itu Mulai kewalahan untuk sekedar bertahan.


Satu orang pendekar bergelar yg lain pun masuk ke pertarungan membantu temanya. keadaan pun sudah jauh lebih baik.


pertarungan pun semakin sengit, walau Kalah jumlah, 2 pendekar bergelar itu mampu mengimbangi serangan bahkan sesekali mereka juga bisa melancarkan serangan balik.


2 pendekar bergelar itupun mulai mendominasi pertarungan, namun tiba tiba mereka terlempar kebelakang, ternyata seseorang telah menyerang mereka saat mereka sibuk menyerang lima orang itu.


hahahah....


jangan kalian pikir aku akan biarkan anak buahku kalian lumpuhkan lagi. teriak orang itu penuh percaya diri.

__ADS_1


2 pengawal itupun sudah berdiri kembali, dari mulut mereka terlihat darah menetes.


kalian mundur... tiba tiba Tyang sudah di samping mereka saat mereka bersiap mau menyerang kembali.


baiklah tetua Tyang. lalu mereka mundur menjauh dari arena pertarungan.


Dasar licik... bisa bisanya paman menyerang mereka yg tak menyadari kedatangan paman yg tiba tiba. tutur Tyang kesal.


Hahahaha....


licik katamu .... mereka saja yg tak....


buugghh.....


tiba tiba suara orang itu terhenti, dan kini dirinya sudah tersungkur di tanah. dia meringis kesakitan akibat pukulan Tyang yg tepat bersarang di kepalanya.


hahahahaha...


Bagaimana rasanya paman... enak..? gurih..? atau nikmat...? tutur Tyang dengan nada mengejek.


Kurang ajar...


beraninya menyerang orang yg blm siap...


maki orang itu.


Hahahaha....


bukankah tadi paman yg lebih dulu bertindak seperti itu...?


Kenapa paman marah saat hal yg sama paman alami.


orang itupun hanya diam menahan malu. iatelah diperlakukan seorang gadis kecil di hadapan anak buahnya.


Karna malu yg sudah terlanjur, orang itupun melesat secepat yg ia bisa untuk menyerang Tyang. namun Tyang menghindari setiap serangan yg ia berikan dengan mudahnya. bahkan tubuhnya sudah mendapat banyak luka, akibat beberapa kali tangan dan kaki Tyang bersarang di tubuhnya.


Bantu aku bodoh... teriaknya dengan marah, pada anak buahnya yg hanya melihat saja dirinya Sudah terluka.


serang.....!!


teriakan anak buahnya terdengar lantang, mencoba mambantu ketua mereka yg sudah terluka itu.


Tyang yg Di keroyok puluhan orang itu, terlihat masih santai. bahkan sesekali IA melancarkan serangan pada orang orang itu, setiap satu serangan yg ia berikan 1 atau 2 orang itu jatuh tak bangun lagi.


hanya hitungan menit saja, jumlah orang itu tinggal 5 orang saja, termasuk yg mereka panggil kakak itu.


apa hanya ini kemampuan kalian...? tanya Tyang sengaja membuat emosi lawanya meninggi.


Kurang ajar....


Jurus pedang halilintar....


teriak ketua rampok itu nyaring.


Tyang pun tak tinggal diam.


Jurus trisula melingkar......


teriak Tyang tak Kalah nyaring.


Duuaarrr.....


terdengar suara ledakan yg dasyat, saat kedua jurus itu bertemu.


orang itu terpental menghantam 4 anak buahnya yg tersisa. mereka pun terlempar bersama lalu terjatuh di tanah.


sedang Tyang hanya mundur dua langkah saja. 4 anak buahnya langsung pingsan. sedang ketua rampok itu, masih tergeletak meringis kesakitan sambil memegangi dadanya yg terasa remuk.


darah segar mengalir dari mulut, mata, hidung serta telinganya.


Tyang pun mendekatinya. ampun Nona... ampuni aku... aku bersumpah akan jadi orang baik setelah ini.


baiklah... paman aku ampuni untuk kali ini, tapi lain kali bila kita bertemu, dan paman masih sama seperti sekarang, aku tak akan memberi ampun Lagi.


trimakasih nona. trimakasih atas kesempatan yg nonaberikan untuk Kami.


****Trimakasih teman teman semua, masih setia dgn tulisan saya ini.


jangan lupa like, Coment, share serta saran dan kritiknya.


Jangan lupa juga dukunganya serta vote dan bintang lima ya..


Trimakasih sebelumnya

__ADS_1


__ADS_2