PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
[Menyelamatkan Lee Ming lll


__ADS_3

Sudah banyak para pendekar aliran putih yg mencoba membasmi, namun semua pulang dengan luka luka yg parah. gak sedikit juga yg tewas disana. Pedagang itupun bercerita dengan semangat.


tak terasa hari sudah mulai gelap, dan sebentar lagi mereka akan sampai di sebuah desa yg cukup ramai. namanya desa Tanah Tinggi.


Saat malam menjelang merekapun Sampai di desa Tanah Tinggi.


tuan apa kalian akan ikut manginap disini desa ini..? Tanya pedagang itu kepada Bha Lyang Dan Cheng Ming.


ya.. Kami rasa juga sebaiknya bermalam Di sini saja, Soalnya desa berikutnya masih Jauh, sekitar 5 jam perjalanan.


Ahirnya merekapun manginap disini desa itu.


mereka mencari penginapan di tengah desa, yg lebih ramai.


karna kamar yg tetbatas, Ahirnya mereka berempat pun tidur Satu kamar. memang kamarnya lumayan besar dan ada empat buah kasur di dalamnya.


sekitar jam 8 malam, mereka berencana mau pergi makan diwaktu restoran yg ada di penginapan itu.


di restoran lantai satu meja sudah terisi penuh semua, di lantai dua sebenarnya masih Ada yg kosong, tapi untuk dua orang saja.


Ahirnya mereka Di bawa pelayan ke lantai tiga restoran itu. kebetulan masih Ada meja kosong yg cukup untuk 6 orang. Ahirnya mereka pun susuk disitu.


Setelah memesan beberapa menu makanan, mereka pun menunggu tanpa Ada yg bicara. mereka terbawa pikiran masing masing.


setelah setengah jam lebih pesanan mereka pun datang. tanpa banyak bicara mereka pun makan dengan lahap. Sampai sampai mereka nambah dua Kali. pengunjung yg ada Disana kelihatanya para bangsawan semua, terlihat Dari pakaiyan yg mereka kenakan, semua berpakaian bagus dan cara mereka bicara Dan menikmati hidangan sungguh teratur. berbeda dengan Bha Lyang, Cheng Ming, Xyang Dan Tyang yg makan sangat lahap.


Selesai makan mereka berjalan jalan di desa, karna kebetulan ada pasar malam Di desa itu. suasana yg sangat ramai Oleh para pengunjung pun terdengar busing dimana mana. namun mereka tetap menikmatinya. terutama Xyang Dan Tyang yg notabene memang masih anak anak. mereka pun memainkan berbagai permainan yg ada.


tak terasa malam pun sudah larut. pasar malam pun sudah mulai pada tutul.


merekapun segera pulang.


Di tengah perjalanan pulang Xyang Dan Tyang asik mengobrol tentang serunya permainan yg ada di pasar malam itu.


Berhenti kalian....


Tiba tiba terdengar suara seseorang menghentikan langkah kaki mereka.


mereka serentak menoleh ke arah datangnya suara itu.


ternyata mereka banyak jumlahnya. sekitar 20 orang Dan kelihatanya mereka juga para pendekar, melihat Cara berpakaian Dan senjata yg mereka bawa.


Apakah tuan tuan memanggil Kami...? Tanya Bha Lyang pada orang itu.


ya.... kami memang sengaja menunggu kalian disini. Kata seorang yg mungkin kepala kelompok itu.


ada urusan apa tuan tuan menunggu Kami,,,? apa ada yg perlu..? tanya Cheng Ming.


ya Kami mau kedua anak itu ikut kami menemui ketua kami. Kata kepala kelompok itu.

__ADS_1


untuk apa gerangan mereka ikut tuan tuan sekalian...? tanya Bha Lyang.


kalian gak perlu tau urusan Kami... yg pasti mereka harus ikut Kami. Kata kepala kelompok itu dengan nada sinis.


Hahahaha....


Lucu kalian ini,,, Kami gak boleh tau urusan apa...!! sedang kalian mau membawa cucu saya... Kata Bha Lyang sambil tertawa.


bunuh kedua orangtua itu... dan tangkap anak kecil itu. perintah kepala kelompok itu pada anak buahnya.


sebagian Dari mereka maju menyerang Bha Lyang Dan Cheng Ming.


sebagian lagi berencana menangkap Xyang Dan Tyang. Bha Lyang Dan Cheng Ming pun langsung menapak serangan orang orang itu.


sekilas Bha Lyang melihat ada seperti jarum tertancap ditubuh leher orang orang itu.


saudara Cheng... jangan kau bunuh mereka cukup kau lumpuhkan saja dengan mencabut jarum yg ada di belakang leher mereka itu. mereka itu adalah suruhan istriku Shiau Bhong. kasihan mereka Kalau sampai mati, Soalnya mereka itu dalam pengaruh mantra Shiau Bhong.


baiklah saudara Lyang. balas Cheng Ming.


Sementara Xyang Dan Tyang Sudah bertarung dengan sebagian orang orang itu.


jurus demi jurus sudah dikeluarkan, namun belum ada tanda tanda ada yg akan kalah.


Tyang pergunakan jurus andalan teriak Xyang pada Tyang, yg sudah mulai muak dengan keadaan.


Jurus trisula kembar... teriak Tyang sambil mengayunkan trisula miliknya menyerang musuh.


Pertarunagn sengitpun terjadi tanpa dapat dihindari.


walau dengan bersusah payah dan sedikit luka di tubuh, Xyang Dan Tyang pun Sudah menyelesaikan pertarunagn mereka.


Sementara Bha Lyang Dan Cheng Ming pun Sudah Selesai. namun kepala kelompok tadi ternyata Sudah kabur.


Dan orang orang yg sudah di sadarkan Bha Lyang Dan Cheng Ming pun mulai tampak kebingungan.


Tenang saudara saudara... Sekarang kalian sudah bebas Dari pengaruh jahat Shiau Bhong, cuma saran saya jangan kembali dulu ke desa SEDOISE. karna saya hawatir kalian akan ditangkap Lagi olehnya.


baiklah paman Lyang.. Jawab seorang yg ternyata masih mengenal Bha Lyang.


Bha Lyang pun memberi mereka seorang Lima keping emas, Dan sepuluh koin perak.


20 orang mereka yg disadarkan Bha Lyang Dan Cheng Ming. lain halnya yg berusaha menangkap Xyang Dan Tyang, mereka semua mati. karna Xyang Dan Tyang ga tau hal itu. mereka lupa Akan apa yg pernah diceritakan Bha Lyang Kala itu.


ke duapuluh orang itu pun berpencar, Ada yg menuju rumah saudara atau teman yg ada di desa Tanah Tinggi.


Sementara Bha Lyang Dan yg lain pulang kerumah penginapan.


Di penginapan mereka ngobrol tentang hal yg Baru terjadi.

__ADS_1


saudara Lyang sepertinya rencana kita tidak akan berjalan, karna kita sudah ketahuan oleh istrimu.


ya.. saudara Cheng... sepertinya Kita harus merubah taktik untuk menghadapi mereka yg sudah akan bersiap atau bahkan mereka bisa aja datang menemui Kita.


untuk itu Kita harus waspada, sebab Xyang Dan Tyang blm cukup paham dengan keadaan ini. mereka blm berpengalaman sama sekali akan taktik pertempuran.


Ahirnya malam itu Bha Lyang Dan Cheng Ming pun telah membuat rencana, dengan dua opsi.


opsi pertama mereka menyerang ke desa SEDOISE.


sedang opsi kedua, mereka menghadapi kedatangan pasukan Shiau Bhong.


setelah Hari menjelang pagi Baru mereka tidur.


pagi pagi sekali mereka pun melanjutkan perjalanan, namun mereka tak lagi bersama para Pedagang itu, karna takut Kalau anaknya Shiau Bhong menghadang dan bisa saja pedagang itu terkena Imbasnya.


pedagan itupun setuju, dan merekapun berangkat duluan.


Bha Lyang Dan yg lain menyusul Satu jam kemudian.


Ahirnya mereka pun pergi mengambil jalan berbeda dari para pedagang itu, mereka melalui jalan setapak yg memang hanya untuk perjalananya kaki saja.


di perjalanan Bha Lyang Dan Cheng Ming tampak lebih waspada Dari biasanya.


apa ada musuh kek.. ? tanya Xyang. kelihatanya kakek dalam kondisi waspada.... lanjutnya kembali.


ya... kakek cuma gak mau Kita kecolongan saja. Jawab Bha Lyang singkat.


Mereka pun terus berjalan, sampai hari menjelang sore mereka masih blm ada tanda tanda atau ganguan. kek.. Hari sudah sore.. apa ada penginapan dekat sini..? tanya Xyang.


tidak Xyang... Kita sengaja mengambil jalur hutan untuk menghindari pasukan nenek kalian di perjalanan.


karna menurut kakek mereka Sudah tau tujuan kita, dan sedikit banyaknya dia akan mencoba mengganggu perjalanan kita.


untuk itu malam ini Kita manginap disini hutan saja, mudah mudahan ada gubuk kosong atau goa tempat untuk istirahat.


Mereka terus berjalan Sampai cahaya matahari telah hilang berganti rembulan. kebetulan bulan sudah bersinar menerangi malam.


karna tidak menemukan gubuk atau goa, mereka pun memilih tempat yg agak terbuka, untuk beristirahat.


Bha Lyang Dan Cheng Ming bergantian terjaga. Karna ga menutup kemungkinan pasukan Shiau Bhong menemukan mereka Di hutan itu.


Trimakasih teman teman masih mengikuti tulisan saya.


jangan lupa tetap dukunganya ya...


Kritik Dan saranya juga untuk memperbaiki kwalitas tulisan saya.


O.. Ya... like Dan vote bintang Lima juga ya..

__ADS_1


Makasi sebelumnya... 🙏🙏😊


__ADS_2