
Belum juga Tyang bangkit berdiri, ular itu sudah melesat cepat menyerang Tyang melesat cepat menyambut serangan ular itu.
Bboommmm....
terjadi ledakan, yg menggetarkan dinding Goa. Terlihat Tyang mundur beberapa langkah, akibat pertemuan dua kekuatan itu. Sementara ular itu terlihat, baik baik saja, namun ada yg aneh, kulit ular itu seperti terkelupas dari tubuhnya. Wajah ular itu pun nampak sangat panik. Tyang menyadari saat ini adalah saat terlemah dari ular itu. Tanpa membuang buang waktu Tyang mencabut pedangnya.
Jurus dasar pedang....!!!
srreettt..... '
seketika itu juga kepala ular itu, terlepas dari batang lehernya. Ular itupun terjatuh ke lantai goa dengan kondisi sudah tak bersepakat lagi. Tyang pun mengambil permata siluman itu yg lumayan besar. Hampir sebesar kepalan tangan orang dewasa.
Mereka pun kembali berjalan memasuki goa semakin dalam lagi. Baru saja mereka berjalan 20 meter, mereka pun terhenti langkahnya, mereka melihat ada terdapat banyak sekali Ginseng merah darah disitu. Tanpa berpikir panjang lagi, mereka pun mengambil semua ginseng yg berumur 300 thn ke atas. Jumlahnya cukup banyak sekitar 20 ribu buah. Bahkan ginseng yg sudah berumur seribu tahun bahkan lebih, Ada sekitar 200 buah. Semua ginseng iti disimpan di gelang dimensi Xyang dan Tyang. Sementara Zhui dan Zhui hanya mengantongi 5 buah saja.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan, semakin kedalam Goa. Lantai goa yg mulai merasa licin pun membuat langkah kalian mereka harus hati hati. Suhu di dalam Goa pun sudah terasa lebih dingin dari suhu goa paling luar.
Ketika mereka berjalan menyusuri goa itu, kembali mereka merasakan aura yg lebih pekat dari ular tadi. Apa lagi ini.."? gumam mereka dalam hati masing masing, menyadari aura yg semakin pekat itu, hingga membuat langkah kaki mereka terasa sangat berat sekali untuk melangkah.
Tiba tiba lantai goa bergetar, ketika mereka mendengar suara seperti gerakan langkah kaki yg sangat besar di dalam goa itu. Mereka pun meningkatkan kewaspadaan diri masing masing. Bahkan kini, pedang mereka pun sudah terhusus Keluar dari sarungnya.
Tiba tiba, terdengar suara yg menggema, namun wujud yg mengeluarkan suara itu sama sekali tidak terlihat.
Apa yg kalian cari disini... "? Tanya suara itu. mereka pun berpikir, kalau aura pekat yg mereka rasakan adalah milik manusia penjaga goa itu, namun perkiraan mereka salah.
tak tau sejak kapan, di hadapan mereka kini berdiri seekor rubah bertubuh besar, lebih kurang 5 kali ukuran orang dewasa.
Hei.... " anak anak... "! apa yg kalian lakukan disini...? segeralah pergi dari sini sebelum saya akan membunuh kalian semua. tutur rubah besar itu!
Maaf rubah besar,.." sepertinya kami tak akan bisa memenuhi permintaanmu itu. Tutur Xyang enteng.
baiklah,,,, "!! jangan salahkan aku, atas kematian kalian.
Tiba tiba saja rubah besar itu, melesat cepat ke arah Xyang. Kuku kuku tajam dan runcing miliknya di arahkan ke perut Xyang. Xyang pun melompat ke pinggir, menghindari serangan itu. Namun blm juga Xyang berdiri, rubah besar itu, kembali melesat lebih cepat lagi, dan kuku kukunya pun terlihat memanjang, dan berobah warna jadi hitam.
Xyang yg mendapat serangan dadakan itu pun, hampir saja tak mampu menghindar.
Zhui yg melihat Xyang terdesak pun, segera menyerang rubah besar itu.
__ADS_1
Jurus pedang api menderu....!!
wush..... Zhui pun melesat sangat cepat, mengarahkan pedangnya keleher rubah besar itu. Rubah itu pun hanya bisa menahan setiap sabetan dan tusukan pedang Zhui.
Xyang yg sudah dalam posisi siap kembali pun, tak menyia nyiakan kesempatan.
Jurus tapak maut....!!!
Wut... Wut.. Wut...
serangan Xyang dan Zhui, tak henti hentinya menyasar bagian fital dari rubah besar itu.
serangan demi serangan yg dilancarkan pun, tak semua dapat di hindari dengan di elakan rubah besar itu.
Bug...
Sebuah pukulan Xyang mendarat tepat di wajah rubah itu.
rubah itu pun mental kebelakang hingga menabrak dinding Goa.
Rubah besar itu pun meringis kesakitan, terlihat darah segar keluar dari mulutnya.
Tiba tiba tubuh rubah itu bergetar, tanganya di rentangkan menengadah ke atas. Seketika hawa dingin Goa itu terasa seperti berat dan padat. Membuat Xyang dan Zhui susah untuk bergerak. Tubuh rubah itupun sudah diselimuti udara padat, yg berubah seperti salju.
Seisi goa pun bergetar hebat, seprti mau runtuh saja. Xyang yg melihat hal itu tak baik pun, segera menyerang rubah itu sebelum tarlambat.
Aaahhhh..... !!
Tubuh Xyang terlempar beberapa meter ketika hampir saja mencapai rubah itu.
Zhui yg menyadari kekuatan rubah itu meningkat drastis pun, tak tinggal diam.
Jurus tendangan kaki seribu.... "!!
Jurus tapak maut.... "!!
Zhui melesat sangat cepat, menyerang rubah itu. Namun tarlambat, rubah itu tiba tiba saja menghilang. Sehingga serangan Zhui pun hanya mengenai dinding Goa dan menghancurkan dinding Goa itu.
__ADS_1
ackkhhh....!
jeritan kesakitan dari Zhui, ketika tiba tiba saja rubah itu sudah berada di belakangnya, dan menghantam punggung Zhui dengan keras.
Zhui terlempar hingga menabrak dinding Goa.
Zhui berusaha bangkit, dan menyeka darah yg menetes di sudut bibirnya. Namun belum sempat Zhui berdiri tegak, sekelebat bayangan rubah besar itu, dengan sangat cepat kembali menghantam bahu Zhui.
Zhui kembali terlempar jauh, dan merosot Di lantai goa. Tubuh Zhui pun sudah penuh dengan luka luka dan bersalah. Zhui berusaha menghentikan pendarahan dengan menggunakan tenaga murni miliknya.
Xyang pun segera membantu Zhui yg sudah mengalami luka dalam yg lumayan parah. Melihat Xyang membantu Zhui, rubah besar itu pun menyerang Xyang dengan cepat. Menyadari serangan yg datang dengan cepat, Xyang pun menarik pedang Dan menahan serangan rubah itu. Rubah itu pun menarik seranganya, melihat pedang Xyang yg hampir menebas putus tanganya.
Melihat celah pertahanan rubah itu, Xyang dengan menambah kecepatan seranganya, menebas leher rubah itu, namun rubah itu masih mampu mengelak walau tidak sepenuhnya. Bahu rubah itu pun terluka sobek yg dalam akibat tebasan pedang Xyang.
Zhui yg sudah dapat berdiri, mengumpulkan sisa tenaganya segera menebas leher rubah itu. Namun lagi lagi rumahbitu masih dapat menghindar walau ia harus merelakan tangan kananya terputus, akibat serangan Zhui. Rubah itupun terlihat sibuk mencoba menghentikan pendarahan pada dua luka yg dia alami.
Xyang tak memberinya kesempatan sama sekali, dengan menambah kecepatan seranganya kekuatanya, Xyang kembali menyerang rubah besar itu, yg sudah terluka parah. Kali ini serangan Xyang sudah tak mampu lagi di hindari rubah besar itu. Rubah itu, hanya menahan serangan pedang Xyang dengan kuku tajamnya yg keras seperti baja.
Trang...
serangan Xyang yg menggunakan kekuatan penuh itu, tak mampu ditahan kuku tajam rubah besar itu. Kukunya pun putus, sedang pedang Xyang masih melaju mengenai kepala rubah itu, hingga terbelah menjadi dua bagian.
rubah itupun ambruk, jatuh dengan kepala terbelah dua.
Zhui yg melihat Xyang sudah berhasil membunuh rubah besar itu pun, langsung terjatuh duduk karna kelelahan. Dan luka dalam yg dia alami.
Zhoy segera menghampiri Zhui yg terlihat sangat kelelahan. Dan membantunya mengobati luka dalam yg dia alami.
Zhui pun memuntahkan darah hitam dari mulutnya.
Perlahan kondisi Zhui pun terlihat membaik, berkat bantuan Zhoy dan Xyang. Zhui sudah dapat berdiri dan berjalan. Walau dadanya masih sedikit sakit.
Mereka pun memutuskan untuk bermeditasi di sana, sambil membantu Zhui memulihkan luka luka yg di deritanya.
. ****Semoga Lancar Dan gak bolong bolong sampai Tiba lebaran.
** jangan lupa like, Coment serta dukungan Dan vote juga bintang lima ya....
__ADS_1
*Trimakasih sebelumnya... 😊🙏🙏****