
" Jebloskan mereka ke dalam penjara isolasi... "! , Xyang pada para pasukan. Hari itu juga kantor walikota sudah berhasil dikuasai rebut kembali dari tangan para penghianat itu.
Berita penumpasan penghianat yang bermarkas di kantor walikota pun dengan cepat beredar. Xyang dan tyang pun makin dikenal di kota Buntu Atas dan juga di negri Awan putih.
Sementara itu di sekte hutan belantara, Bha Lyang sebagai ketua 1 Dan Cheng ming sebagai ketua 2 sekte, Bersama seluruh anggota sekte, Sudah mulai pasrah dan mulai menerima kenyataan, Kalau Xyang dan Tyang mungkin sudah meninggal.
Mereka pun sudah menjalani hari hari seperti biasa, Ketika Xyang dan Tyang menghilang.
Sekte hutan belantara yang sudah semakin berkembang, Sudah masuk kedalam daftar sekte besar. Atas ijin baginda raja, Lahan yang di pergunakan sekte hutan belantara pun sudah betambah tiga sampai empat kali lipatnya.
Setelah hilangnya Xyang dan Tyang Zhui dan Zhoy pun, Ditetapkan menjadi tetua satu dan tetua dua. Kemampuan mereka yang memang terbilang jauh melebihi para tetua yang lain, Membuat mereka di tunjuk sebagai pengganti Xyang dan Tyang.
Zhui dan Zhoy sebenarnya enggan menerima mandat itu. Tapi atas dukungan seluruh tetua dan persetujuan Bha Lyang dan Cheng Ming, mereka pun ahirnya menerima jabatan sebagai tetua satu dan tetua dua.
Sekte hutan belantara juga sudah mulai merambah ke bidang bisnis. Mereka mereka yang di percaya menjalankan merupakan orang orang pilihan. Kemampuan bisnis dan beladiri mereka pun terbilang cukup baik.
Bahkan pemimpin bisnis pun merupakan seorang pendekar raja tingkat ahir. Tak heran kalau kelompok perampok yang mencoba menghadang perjalanan mereka, Dibuat babak belur. Bahkan tak jarang pebisnis lain pun, Menumpang perjalanan bersama mereka. Tentunya setelah sepakat tentang upah pengawalan.
Ada lima kelompok pebisnis yang terpilih.
masing masing kelimpok beranggotakan dua puluh orang. Yang masing masing dikepalai pendekar raja tingkat ahir. Sementara kru yang lainya paling tidak pendekar kelas empat tingkat lima sampai tingkat ahir.
__ADS_1
Dengan adanya kelompok bisnis, Sekarang para murit sekte pun sudah tidak dipungut biaya lagi. Karna penghasilan sekte terbilang lumayan besar. Bahkan di sela sela waktu luang mereka, Mereka juga membuat berbagai kerajinan tangan, Bahkan karya karya yang lain, Yang melmiliki nilai jual dipasar. Seperti obat obatan dan lain sebagainya.
Jumlah penghuni sekte pun semakin ramai saja. Banyak diantaranya keluarga yang di ajak oleh anggota sekte, Karena kemiskinan yang melanda.
Jauh dari sekte Hutan belantara, Xyang dan Tyang semakin dikenal sebagai pahlawan pendekar kembar. Di kota Buntu atas di negri Awan putih. Nama mereka semakin harum. Seluruh masyarakat dan pejabat pejabat di negri itupun, Selalu memuja muja kemana pun mereka melangkahkan kaki.
Kota buntu ataspun kini benar benar sudah aman dari perampok, pemberontak dan penghianat, Yang selama ini telah meresahkan masyarakat. Xyang dan Tyang pun kembali melanjutkan perjalanan mereka, Untuk kembalai ke sekte hutan belantara, yang telah lama mereka tinggalkan.
Banyak masyarakat kota Buntu Atas dan oejabat pejabat melepas kepergian mereka. Tak jarang pula mereka diberikan hadiah hadiah yang sangat menggiurkan. Namun Xyang dan Tyang hanya mengambil sebagian saja. Mengngingat kota itu butuh dana besar untuk memulihkan perekonomian mereka.
" Tyang... "! Sepertinya kita sudah terlalu lama meninggalkan sekte hutan belantara.. " Ingin rasanya aku segera sampai..." tutur Xyang disela sela obrolan mereka di perjalanan.
Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa seminggu sudah perjalanan mereka. Mereka hanya singgah di beberapa desa atau kota, Hanya sekedar makan dan istirahat. Selebihnya mereka terus berjalan tanpa lelah.
Terkadang mereka terlibat obrolan, Terkadang mereka hanya terus berlari dan berlari dengan kecepatan sedang saja. Sampai mereka menemukan sebuah desa yang terlihat megah, Tapi penduduknya seperti kekurangan gizi dan makanan. Banyak yang mereka lihat penduduk disana, Seperti terkena penyakit busung lapar. Dilihat dari ciri cirinya, kepala terlihat lebih besar dari badan, perut buncit padahal badan kurus kering. Dan masih banyak ciri ciri lainya.
Ahirnya Mereka pun memutuskan, Untuk mencari tau tentang apa yang terjadi di desa itu. Mereka pun memilih mencari informasi di rumah makan. Tak butuh waktu lama, merekapun menemukan sebuah rumah makan Yang terlihat mewah dari luarnya. Namun setelah mereka memasuki rumah makan itu, Hanya ada beberapa orang yang duduk mengelilingi sebuah meja yang cukup besar. Tapi jelas terlihat meja mereka hanya ada singking dan beberapa makanan olahan berbahan dasar singkong juga.
Orang orang itupun sontak terdiam, Melihat Xyang dan Tyang yang memasuki rumah makan tersebut. Sebenarnya Xyang dan Tyang menyadari hal itu, Namun mereka purak purak gak tau, Supaya kehadiran mereka tak menjadikan suasana yang berbeda.
Terlihat seorang pelayan, Lari tergopoh gopoh mendekati meja Xyang dan tyang.
__ADS_1
" Maaf tuan dan nona... "! Sepertinya Tuan dan Nona bukan orang sini... "! Kalau Tuan dan Nona mau mencari penginapan, Kami akan memberikan pelayanan terbaik kami.. "! Tapi kalau Tuan dan Nona mau memesan makanan,,.." Kami hanya memiliki singkong rebus dan beberapa makanan yang berbahan dasar singkong juga..." Serta minumanya, hanya ada Air putih dan teh pahit saja... " Maafkan kami sebelumnya tuan..." Tutur pelayan itu sambil membungkuk di hadapan Xyang dan Tyang.
" Baiklah nyonya... "! Bawakan saja makana apa yang ada.. " Kami sudah terlanjur berhenti disini.. " Tutur Xyang dengan sopan tentunya.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Xyang dan Tyang pun tak sengaja mendengar semua obrolan orang orang yang mereka di dalam rumah makan itu.
Merekapun memakan pesanan yang sudah di sjikan di atas meja tempat mereka duduk. Setelahnya pelayan itu pun hendak pergi meninggalkan mereka. Namun Tyang memanggil pelayan itu, Dan memintanya duduk menemani mereka makan, Awalnya pelayan itu menolak, Namun karna Tyang terus membujuk, Akirnya pelayan itupun bersedia menemani mereka.
Melanjutkan cerita yang mereka dengar tidak sengaja dari pengunjung rmah makan, Mereka pun menanyakanya kepada pelayan itu, Tentang benar tidaknya cerita itu.
Ahirnya pelayan itupun menceritakan semua mulai dari awal terjadinya musibah yang melanda desa itu, Sampai keadaan desa menjadi seperti apa yang Xyang dan Tyang lihat saat ini. Xyang dan Tyang pun menjadi prihatin mendengar cerita dari pelayan itu. Pelayan itu pun pamit setelah menceritakan semuanya kepada Xyang dan Tyang.
Tak banyak pembicaraan antara Xyang dan Tyang, Setelah tau duduk perkara yang menimpa desa itu dan desa desa sekitarnya. Nafsu makan mereka pun jadi hilang, Namun mereka tetap memakan seadanya supaya perut mereka gak kelaparan.
Merekapun memutuskan menginap juga di tempat itu untuk beberapa hari kedepanya.
>>BERSAMBUNG<<
Maaf teman teman semua baru nongol lagi nih..
🙏🙏
__ADS_1