
Baiklah tuan.. ayo Kita Ke dapur mungkin makanan sudah di siapkan pegawai saya. tutur wanita itu sambil bergegas ke dapur.
sesampai Di dapur Xyang pun bergabung dengan yg lain untuk menikmati hidangan yg sudah di sediakan pemilik penginapan itu.
mereka pun makan dengan lahapnya, seperti gak pengaruh sama kejadian barusan.
Lagi enak enaknya menikmati hidangan, terdengar suara gemuruh seperti suara sepatu kuda yg saling bersahutan, kalau do prediksi dari suara yg terdengar, paling tidak 50 kuda sedang berlari melintasi desa.
Berhenti....
terdengar suara keras menghentikan langkah kuda yg berlari.
Sepertinya penginapan ini menyediakan rumah makan, ayo kita istirahat dan mengisi perut disini. terdengar seseorang bicara lantang. mungkin dialah peminpin pasukan berkuda itu.
lalu merekapun turun dari kuda masing masing, dan menautkan tali kekang kuda pada tempat yg tersedia.
Nyonya... sepertinya mereka Adalah pengunjung penginapanmu. tutur Bha Lyang.
Permisi..... permisi.... apa ada orang di dalam...
terdengar suara seseorang dari mereka berteriak ke dalam penginapan. namun Dari nada bicaranya terdengar seperti orang bangsawan.
Maaf.. tuan tuan... ada perlu apakah tuan tuanya ini mampir di rumah saya..? Tanya pemilik penginapan dengan sopan.
Maafkan kami nyonya... kami melihat ada tulisan penginapan dan restoran, maka dari itu kami ingin istirahat disini dan sekedar mengisi perut yg kosong. sahut seseorang juga dengan sopan.
Maafkan Kami tuan tuan... bukanya tidak boleh tuan tuan istirahat disini, namun.... wanita itu tidak melanjutkan bicaranya.
namun kenapa nyonya...? tanya orang itu penasaran.
Maaf tuan... persediaan kami gak cukup, melihat tuan tuan sangat ramai. paling Kami bisa menyediakan 20 porsi saja, karna memang stok sudah habis. udah gitu penginapan ini juga gak sanggup menampung tuan tuan semua. tutur wanita itu.
tidak masalah nyonya,.. apa Kami bisa minta tolong.. "
apakah kira kira yg bisa kami bantu tuan..?
kami memiliki persediaan pangan yg banyak, bisakah nyonya tolong untuk mengolahnya Jadi makanan untuk kami, masalah penginapan tak masalah kalau semua gak ketampung, asal tuan kami dapat ruangan, kami tak masalah. Jawab seorang yg kemungkinan kepala pengawal.
baiklah tuan.... tolong bawa kedalam persediaanya, biar segera Kami olah.
sepuluh orang dari mereka memasuki penginapan, sedang sisanya mencari tempat di luar penginapan.
__ADS_1
kelompok Xyang melihat sepuluh orang itu, sepertinya dari keluarga bangsawan melihat pakaian yg mereka kenakan layaknya putri dan pangeran. Lima orang dari mereka sepertinya pengawal pribadi, terlihat dari seragam yg mereka kenakan.
namun ada yg menarik dari seragam para pengawal itu, terlihat jelas di dada sebelah Kiri ada lambang kepala elang putih.
Sedang bangsawan itu lima orang, dua Laki Laki dan tiga wanita. Sepertinya mereka ayah ibu Dan tiga anaknya.
Setelah selesai makan, Bha Lyang, Cheng Ming, Xyang Dan Tyang pun Keluar dari dapur menuju ruang tamu rumah makan itu. tak ketinggalan Siharay dan King juga ikut keluar.
para bangsawan itu terkejut melihat King, ya Karena memang ukuranya yg sebesar singa dewasa membuat bangsawan itu bergidik ketakutan.
melihat hal itu Tyang pun angkat bicara.
Maaf tuan dan nyonya.. kalau King membuat kalian Takut, tapi gak usah hawatir, King ini tidak buas,,, kecuali di ganggu.
lalu merekapun duduk mengelilingai meja yg masih kosong.
Bangsawan Laki Laki paruh baya itupun ahirnya buka suara.
Maaf tuan dan nona pendekar, kalau kehadiran Kami disini mengusik ketenagan tuan dan nona pendekar. perkenalkan nama saya Zee Wey dan ini istri saya Shin Sin serta anak kami yg pertama Zang Wey yg kedua Zhui Wey serta yg ketiga Zhoy Wey.
serta ini para pengawal Kami. tanpa menyebutnya satu satu.
Tak masalah tuan Zee... Kami tidak merasa terusik atau terganggu, tidak sama sekali. namun Kalau boleh tau darimanakah tuan dan nyonya ini berasal, dan hendak Kemana..? Tanya Bha Lyang.
Lalu tuan dan nona pendekar dari mana dan mau kemana ? Tanya Zee Wey.
Oh... lalu kami dari hutan belantara menuju desa SEDOISE.
hutan belantara...!? apakah tuan pendekar ini yg bernama Petapa tua Bha Lyang..!? Tanya Zee Wey penasaran.
wah... sepertinya tuan orang yg berpengalaman tinggi, hingga orang rendahan seperti saya aja tuan tau. sahut Bha Lyang merendah.
Suatu kehormatan buat kami, bisa bertemu orang yg memiliki nama besar seperti tuan Di tempat ini. sahut Zee Wey sambil memberi hormat pada Bha Lyang, Di ikuti istri dan anak anaknya.
Tidak usah sungkan tuan. Bha Lyang masih merendah.
Kek... jadi kakek rupanya punya nama besar di dunia persilatan, wah... kami Jadi ikut bangga... tutur Xyang Dan Tyang bersamaan.
Bha Lyang pun hanya tersenyum saja mendengar kekaguman cucu cucunya.
dan apakah benar tuan yg satunya pendekar sakti Cheng Ming..?! tanya Zee Wey kembali.
__ADS_1
Hehe.. tuan melebih lebihkan saja sahut Cheng Ming.
wah... beruntung sekali kami hari ini, bertemu dua orang pendekar legenda si tempat ini... seru Zee Wey tak bisa meredam kekagumanya.
Mendengar pembicaraan itu, para pengawal itupun langsung bersujud memberi hormat pada Bha Lyang dan Cheng Ming.
mereka pun Jadi salah tingkah diperlakukan setinggi itu.
Sudahlah saudara saudara gak perlu seperti itu, Kami gak sehebat yg kalian dengar. tutur Cheng Ming merendah.
sedangkan Xyang Dan Tyang makin kagum aja dengan kedua Kakek guru mereka, yg ternyata sudah di anggap legenda.
Kalau boleh tau siapakah kedua anak yg cantik dan tampan yg bersama tuan tuanya ini..? tanya Zee Wey.
Oh.....
perkenalkan ini cucu kami Xyang dan Tyang. Xyang dan Tyang pun memberi hormat kepada Keluarga Zee Wey.
apakah mereka anak yg disebut sebut anak luarbiasa itu...!? tanya Zee Wey kembali. Bha Lyang hanya mengangguk pelan. sedang Xyang dan Tyang merasa bangga dalam hati disebut anak luarbiasa.
kami hanya anak kembar yg biasa saja paman Zee.. sahut Xyang sambil menunduk hormat.
Gak lama hidangan untuk Keluarga Zee Wey pun sudah di hidangkan di meja.
Mari tuan dan nona pendekar, gabung Sama kami menikmati hidangan seadanya. Ajak Zee Wey.
Silahkan tuan dan nyonya makan saja, kami Baru selesai makan. sahut Bha Lyang.
Ahirnya malam itu mereka menginap di penginapan itu. mereka pun terlihat sangat akrab ngobrol sampai hampir larut malam.
Bha Lyang Dan Cheng Ming ngobrol dengan Zee Wey Dan istrinya, serta para pengawal hanya mendengar saja pembicaraan tuanya Dan pendekar legenda itu.
Sementara Xyang Dan Tyang asik ngobrol sama Zhang Wey Zhui Wey dan Zhoy Wey.
** **Terimakasih banyak buat teman teman yg masih setia dengan tulisan saya ini.
Jangan lupa ya..
like Coment dan share..
jangan lupa juga kritik serta saran dan masukanya, supaya saya bisa memperbaiki bila ada salah dan Kekurangan Dari tulisan saya.
__ADS_1
O... ia.. jangan lupa juga dukungan dan vote bintang Lima ya....
Terimakasih sebelumnya.... 🙏🙏😊**