
Tak banyak pembicaraan antara Xyang dan Tyang, Setelah tau duduk perkara yang menimpa desa itu dan desa desa sekitarnya. Nafsu makan mereka pun jadi hilang, Namun mereka tetap memakan seadanya supaya perut mereka gak kelaparan.
Merekapun memutuskan menginap juga di tempat itu untuk beberapa hari kedepanya.
Setelah tak bisa tidur nyenyak semalaman, Xyang dan Tyang pun dikejutkan dengan keributan di depan penginapan. Banyak warga berkerumun, Seperti mengelilingi sesuatu. Xyang dan Tyang pun pergi melihat apa sebenarnya yang telah terjadi.
Ternyata warga kembali menemukan beberapa sosok mayat yang sudah tidak utuh lagi. Beberapa warga yang merasa kehilangan anghota keluarganya pun, Mulai mengenali satu persatu jasad yang ada di hadapan mereka. Tiba tiba beberapa warga berteriak menangis histeris, Ternyata dua diantara beberapa jasad yang ada merupakan keluarga mereka. Xyang pun menanyakan beberapa hal pada seorang warga yang ikut berkerumun.
" Maaf tuan.. "! Apakah hal seperri ini sudah sering terjadi di daerah ini... "? tanya Xyang.
" Hal seperri ini sudah berulang ulang kali terjadi tuan.. " Dan tak seorangpun dari warga sini, Yang tau persis seperti apa kejadianya.. " Sudah tak terhitung jumlah warga yang tiba tiba ditemukan tewas, Dengan kondisi yang tidak jauh berbeda.. " Rata rata mereka yang jadi korban, adalah para pendekar yang mencoba mengungkap tabir yang ada di hutan kegelapan... " Semua itu bermula, Ketika seorang warga sini yang biasa mencari kayu dihutan, Ditemukan tewas dengan kondisi yang sangat mengerikan.. " Sejak saat itu, Banyak para pendekar yang mencoba mencari tau apa penyebab kematian itu.. " Tapi semua mereka yang mencobanya, Bahkan malah ikut menjadi korban juga.. " tuturnya panjang lebar.
" Apakah ada yang tau.. "? Itu semua perbuatan siapa .."? Apakah binatang buas atau perampok atau apalah gitu.. "? Tanya Xyang kembali.
"Justru itu tuan... "! Karna tak seorangpun yang pernah kembali dengan nyawanya, Setelah memasuki hutan itu... " Jadi warga gak pernah tau itu perbuatan manusia atau binatang buas atau bahkan mungkin dedemit penunggu hutan kegelapan.. " Tutur oarng itu lagi dengan nada yang sangat merasa khawatir sekali.
" Apa tuan tau dimana hutan kegelapan itu berada.. "? Tanya Xyang kembali.
" Jangan tuan... "!? Tuan jangan kesana... "! Saya melihat kalau tuan masih muda sekali untuk mendatangi hutan itu... "! Sayang sekali kalau tuan sampai mati muda... "! Tutur orang itu terbata bata.
__ADS_1
Xyang pun tak memaksa orang itu untuk memberitahukan posisi hutan itu. Karna ia berencana akan menyelidikinya dulu bersama Tyang. Mereka juga gak mau bertindak gegabah. Karna menurut cerita orang orang di desa itu dan desa sekitarnya, Sudah sangat banyak pendekar yang pergi kehutan itu, Tapi semuanya kembali sudah bukan sebagai manusia lagi, Tapi sudah menjadi mayat yang tak utuh. Bahkan menurut cerita yang nereka dengar pendekar senior bahkan beberapa di antaranya adalah ketua perguruan, Atau patriak perguruan terkenal saja, Tak mampu kembali dengan nyawanya.
Hari hari berlalu, Xyang dan Tyang masih sibuk mengumpulkan informasi tentang hutan kegelapan itu. Rata rata cerita yang mereka dapatkan semua sama. Namun tak ada satupun informasi, Yang dapat mengatakan tentang apa yang ada di dalam hutan itu. taunya hanya mayat sudah berada di tepi hutan dan ditemukan warga.
Xyang dan tyang pun dibuat kebingungan dengan kejadian yang menimpa daerah itu. Baru kali ini mereka menghadapi masalah yang tidak mengetahui apa penyebabnya. Sebenarnya bisa saja mereka tak perduli akan masalah yang menimpa desa itu. Namu jiwa kependekaran mereka yang kuat, Tak sanggup melihat suatu daerah dilanda masalah mengerikan seperti yang terjadi di desa Panjinx dan sekitarnya.
Setelah sekian lama berada di desa panjinx, Mereka pun ahirnya memutuskan, Untuk bekerjasama dengan orang orang perguruan. Mereka pun berencana, Untuk mendatangi satu persatu perguruan atau sekte yang ada di desa Panjinx dan sekitarnya.
Banyak yang menyambut baik niat Xyang dan Tyang. Namun tak sedikit pula yang menganggap kalau mereka itu gila, Gak sayang nyawa, Atau sesumbar. Namun mereka tak putus asa. Dengan persetujuan dan keikut sertaan sebagian sekte dan perguruan. Mereka pun mulai menyusun rencana yang matang, Untuk memasuki hutan kegelapan. Berbagai perlengkapan dan persenjataan pun di siapkan sebaik mungkin.
Berdasarkan hasil musyawarah yang telah dilaksanakan, Mereka akan pergi ke hutan kegelapan dua minggu lagi. Karna mereka menunggu baju anti senjata tajam, yang terbuat dari bahan baja. Mereka memesan baju itu kepada pembuat pakaian perang yang terbaik di daerah itu.
Setelah dilakukan seleksi yang ketat, Limabelas orang jumlah mereka yang akan berangkat memasuki hutan kegelapan yang menjadi penomena mengerikan itu.
Siang dan malam mereka berlatih keras, Tanpa mengenal lelah.
Tiga hari sebelum hari keberangkatan, Para pendekar itu pun kembali di uji oleh Xyang dan Tyang. Untuk memastikan kesiapan pisik dan mental mereka semua yang akan ikut pada misi itu. Xyang dan Tyang pun cukup merasa puas dengan perkembangan mereka semua. Setidaknya mereka yang ikut sudah memiliki kemampuan minimal pendekar raja tingkat lima ke atas.
Hari keberangkatanpun tinggal sehari lagi. Mereka semua terlihat sibuk mempersiapkan segala perbekalan, Baik senjata, Pakaian pelindung dan perlengkapan perlengkapan lainya yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Tak lupa juga mereka mempersiapkan perbekalan sandang pangan mereka selama pergi ke hutan kegelapan.
__ADS_1
Akan makan waktu tiga hari paling cepat, Bagi mereka untuk mencapai sisi luar hutan itu. Karna Xyang dan Tyang juga, Gak mau memaksakan mereka untuk berlari. Xyang dan Tyang tak mau, Kondisi mereka kelelahan begitu sampai di sisi luar hutan kegelapan. Untuk itulah mereka hanya berjalan santai saja. Selain karna mereka juga membawa beberapa gerobak yang di tarik oleh sapi yang membawa perbekalan mereka.
Hari keberangkatan pun tiba. Mereka yang akan ikut pada misi itupun sudah bersiap siap di depan penginapan Xyang dan Tyang. Selain mereka yang pergi, Banyaknjuga diantara warga dan keluarga mereka yang ikut, Turut mengantarkan mereka ke depan penginapan Xyang dan Tyang.
Setelah semua sudah siap, Mereka pun mulai perjalanan. Para warga dan keluarga ikut mengantarkan sampai gerbang desa. Di gerbang desa, Tangis istri dan anak mereka yang ikut pada misi itu pun pecah. Namun mereka terus melanjutkan perjalanan, Karna tekad mereka sudah bulat, Untuk menghentikan semua kejadian mengerikan yang melanda daerah tempat mereka tinggal.
Setelah berjalan setengah hari, Mereka pun berhenti sejenak untuk melepas lelah, Dan mengisi perut yang terasa lapar.
Setelah melanjutkan perjalanan sekitar dua jam, Xyang pun memberi aba aba, Supaya mereka semua lebih waspada. Xyang merasakan ada suatu pergerakan yang melaju ke arah mereka. Tyang juga dapat merasakan apa yang Xyang rasakan.
Perjalanan mereka pun jadi semakin lambat, Karna Mereka juga harus waspada.
Benar saja, Sekitar sepuluh menit berikutnya, Ada beberapa orang yang menghadang perjalanan mereka. Dari gerak gerik dan gestur tubuh penghadang itu, Xyang dapat merasakan kalau mereka itu adalah perampok yang ingin merpas harta benda milik kelompok Xyang dan Tyang.
Sekilas Xyang maupun Tyang bisa merasakan, Ada beberapa pendekar tingkat kaisar kelas menengah di dalam kelompok penghadang itu. Dan beberapa pendekar itu merupakan pimpinan rampok itu.
" Berhenti kalian.... "! Teriak salah seorang dari rombongan rampok itu.
Rombongan Xyang dan Tyang pun terpaksa berhenti karna penghadangan itu.
__ADS_1
>>>BERSAMBUNG<<<
Maaf baru bisa update lagi.. 🙏