
Empat hari telah berlalu perjalan Mahesa dan Caraka menuju kuil putih dengan jarak tempuh enam hari menggunakan kuda tentu merupakan perjalan panjang, waktu bukan lah penghalang bagi Mahesa dan Caraka dalam memenuhi tujuan awal nya.
Kakak ini desa terakhir sebelum kita mendaki ke gunung melud, sebaik nya kita menginap disini untuk malam ini,... ujar caraka memberikan saran.
Desa terakhir sebelum memasuk kaki gunung menuju kuil putih adalah desa melud, sesuai nama gunung.
Dua pemuda memasuki penginapan, memesan kamar untuk mereka beristirahat malam nanti, sebelum pelan mengantar mereka ke kamar masing masing, Mahesa dan Caraka memesan makan dan minuman mengisi perut.
Dengan perut yang telah di isi Mahesa dan Caraka menuju kamar masing masing untuk membersihkan diri serta beristirahat.
Malam makin larut tampak pengunjung penginapan mulai memasuki kamar masing masing, Mahesa dan Caraka masih mengobrol di sudut ruangan.
Adik setelah perjalan di wilayah timur selesai saya berencana mengajak lembayun beserta keluarga nya ke padepokan belibis putih memperkenal kan pada ibu dan mudah mudahan ayah mau ikut berkunjung ke padepokan,... Mahesa mengutarakan keinginan nya.
Itu sungguh bagus kak, mudah mudah dengan ada nya kakak lembayun kau tidak lagi jelalatan melirik perempuan,.. ledek caraka.
Kau,... ucapan Mahesa terhenti kala merasa kan ada nya titik tenaga dalam yang kuat menuju ke arah penginapan.
Kakak kau merasakan sekelebat tenaga dalam yang besar terpancar,... bisik Caraka.
Mereka berdua hanya diam membisu tidak melakukan pergerakan yang mencurigakan memancing sumber tenaga yang mereka rasakan tadi.
Tak berselang lama tampak dua orang sepuh berjalan memasuki penginapan, menggunakan baju ala kadar nya kedua pendekar sepuh itu memesan makan serta kamar tempat mereka akan beristirahat nanti.
__ADS_1
Tempat duduk yang kosong hanya menyisakan Mahesa dan Caraka tentu membuat kedua pendekar sepuh itu tidak terlalu curiga akan keberadaan dua pendekar muda.
Ki sudah lama sekali saya tidak turun gunung, badan makin cepat pegal, ingin cepat cepat pulang ke kuil,... ucapk Ki Romo.
Ha,... ha,... ha,...
Kau benar benar harus cepat menemukan penerus, umur tidak bisa membohongi keadaan, kasian para murid nanti apa bila kau wafat sebelum menetapkan penerus mu,... ucap Ki Jaya Ibda.
Kau benar benar tega mendoakan sahabat mu ini cepat meninggal, apa kau tidak sadar umur kita tidak terlampau jauh,... ledek Ki Romo Gede pemimpin padepokan kuil putih.
Setelah peperangan dikerajaan benua biru lima belas tahun silam Ki Romo Gede selalu mengasingkan diri dan menutup padepokan kuil putih, ia bertujuan mengurangi cibiran bibir dari padepokan lain.
Sesengguh nya kekuatan kuil putih tidak melemah namun menutup diri dari dunia luar membuat mereka tidak lagi diperhitungkan di wilayah timur, di bawah pimpinan kerajaan saat ini wilayah timur melahirkan banyak padepokan baru yang cukup besar, kecuali padepokan angsa putih asal raja Bumi Surya.
Caraka yang mengenali Ki Romo Gede berdiri menghampiri meja mereka, Caraka berniat mengutara kan maksud mereka bertandang ke kuil putih melalui bantuan Ki Romo.
Salam pendekar sepuh, perkenal kan saya Caraka dan ini Kakak saya Mahesa, bolehkah kami bergabung dengan pendekar sepuh,... ucap Caraka dengan sopan.
Ha,... ha,.. ha,..
Pucuk di cinta Wulan pun tiba,... ucap teman dari Ki Romo Gede.
Silahkan kisanak berdua bergabung, kebetulan kami membutuhkan teman berbincang,... ucap Ki Romo mempersilahkan kedua saudara kembar.
__ADS_1
Bagi Ki Romo ia tidak mengenal jati diri dari Caraka yang sesungguh nya, berbeda dengan Ki Jaya, terkenal dengan julukan pendekar kelana Ki Jaya tentu mengenal siapa saja yang bertengger di puncak pendekar, tentu Ki Jaya pun mengenal Caraka dengan julukan naga emas.
Caraka mengutaran semua maksud dan tujuan mereka, Ki Romo menyambut baik niat dari kedua saudara, ia bahkan menawarkan perjalan bersama menuju kuil putih esok.
Tampak di dalam ruangan pribadi Ki Romo, empat orang sedang berbincang serius, niat yang di utarakan Mahesa sepanjang jalan mulai pagi hingga sore menjelang mereka tiba di padepokan kuil putih belum juga di setujui langsung oleh Ki Romo, berbeda dengan Ki Jaya, ia yang telah mengetahui asal usul kedua pendekar kembar langsung menyetujui bahkan Ki Jaya memaksa Ki Romo untuk bergabung, namun Ki Romo sendiri belum bisa mengambil keputusan karena ia harus mendiskusikan dengan seluruh tetua kuil putih.
Saya pribadi setuju mengenai rencana kisanak berdua, namun posisi yang membuat saya harus mengambil keputusan bersama, jadi saya mohon kisanak berdua bersabar hingga esok hari setelah pertemuan di gelar,.. ucap Ki Romo meyakin kan Mahesa dan Caraka.
Pertemuan yang di laksanakan di aula pedepokan kuil putih berjalan dengan lancar bahkan keputusan para tetua kuil putih di luar dugaan Mahesa, para tetua tidak ragu ragu mengikuti ajakan Mahesa bergabung dalam kelompok mempersatu kan kembali benua biru.
Mendapat dukunn penuh dari kuil putih tentu tujuan awal Mahesa dan Caraka, padepokan yang menutup diri sekian lama tentu mempunyai persiapan yang matang kala membuka diri terjun kedalam dunia persilatan.
Tak terasa telah lima hari Mahesa dan Caraka berada di kuil putih, sikap ramah Ki Romo dan para tetua membuat mereka betah berlama lama, setelah selesai jamuan makan malam Ki Romo mengajak kedua saudara berbincang di halaman padepokan, nak mungkin waktu ku tidak banyak lagi, tujuan mulia Kalian mungkin menjadi harapan terakhir ku, sebelum semua tercapai sudi kiranya kalian menjadi pelindung padepokan kuil putih kelak,... ucap Ki Romo kepada Mahesa dan Caraka.
Umur tidak ada yang tau, sebelum jasad berpisah dengan roh alangkah baik nya Ki Romo mau mengangkat murid lagi, saya mempunyai teman dengan tingkat kecerdasan yang baik, semoga ia bisa menjadi pelindung bagi padepokan kuil putih kelak,.... ucap Mahesa memberi saran.
Maaf Ki, kami berdua bukan tidak berkeinginan memenuhi permintaan Ki Romo, tapi kami berdua bukan lah bagian dari padepokan kuil putih, alangkah baik nya jika usulan kakak menjadi jalan keluar,... timpa Caraka mendukung usulan sang kakak.
Ki Romo hanya diam sambil menatap langit malam sebelum ia menyetujui saran dari kedua saudara.
Baik, saya menyetujui saran kalian, sekiranya siapa yang akan ku jadi kan murid,.... jawab Ki Romo dengan wajah penuh harapan.
Nama nya PANJI, ia merupakan kawan kami, serta ketua markas utama dari kelompok kami, jika Ki Romo tidak keberatan saya akan mengabari nya melalui merpati pesan agar ia mau menjadi murid Ki Romo serta bertandang ke mari,... ucap Mahesa mempertegas ucapan nya.
__ADS_1
Keesokan hari nya setelah mengirim kabar ke markas utama Mahesa dan Caraka memohon ijin pamit, ia berencana melanjutkan perjalanan menyambangi tiga atau empat padepokan lagi sebelum menuju ke padepokan naga memohon restu sang ayah.