
Setelah selesai rapat, Xyang, Tyang, Zhui dan Zhoy pun berbincang bincang sejenak, sekedar melepas kangen sesama tetua perguruan.
kemudian merekapun melanjutkan tugas mereka sebagai tetua perguruan, yaitu memberi pelatihan pada murit murit perguruan sesuai kelas mereka.
Sesuai apa yg mereka bicarakan pada saat rapat, mereka mempersiapkan segala sesuatu yg berkaitan dengan penerimaan murit baru. merekapun pergi ke desa desa terdekat untuk melakukan seleksi awal.
merekapun pergi ke desa rumput ilalang yg merupakan desa paling dekat dengan perguruan hutan belantara.
Sesampainyadi desa kampung ilalang, merekapun menemui Xiao Yi.
apa kabar Xyang dan Tyang..? sapa Xiao Yi.
kabar baik kak Xiao. sahut Xyang dan Tyang.
ngomong ngomong, ada perlu apa kalian mencariku... ? sampai datang jauh jauh kesini..? Tanya Xiao Yi.
kami minta tolong sama kak Xiao, untuk menyebarkan bahwa perguruan kami membuka pendaftaran baru tahun ini. dan kami datang kesini untuk melakukan seleksi awal di desa ini, siapa tau Ada yg berminat. tutur Xyang.
oh... itu kalian gak usah hawatir. memang banyak remaja Dan anak anak desa ini, sering datang menemuiku untuk menanyakan hal itu. karna mereka pikir aku kenal dengan kalian. Jadi mereka pikir akan lebih mudah memasuki perguruan hutan belantara melalui aku, padahal aku kan bukan bagian dari perguruan, jadi aku tak tau akan hal itu.
Setelah perbincangan yg mereka lakukan, Xiao Yi pun mengajak mereka untuk menemui penatua kampung.
Selamat datang di desa kami pendekar Xyang dan nona tyang, sambut penatua kampung melihat kedatangan Xiao Yi beserta Xyang dan Tyang serta Zhui dan Zhoy.
salam penatua.... sahut Xyang Dan Tyang yg di ikuti Zhui dan Zhoy.
Setelah Xyang mengutarakan maksud kedatangan mereka. Xyang pun meminta ijin untuk menggunakan lapangan, untuk tempat pendaftaran dan seleksi awal.
tidak masalah pendekar... selama kalian membutuhkanya, pergunakan saja.
trimakasih penatua... dan kak Xiao telah membantu kami.. tutur Xyang.
Setelah semuanya di urus, besoknya merekapun membuka pendaftaran di lapangan. dua buah tenda serta beberapa kursi dan meja pun di pinjamkan penatua, untuk mendukung kegiatan yg akan di lakukan Xyang dan teman temanya.
Jam sembilan pagi acara sudah di mulai, para pendaftarpun sudah lagi mengantri untuk mengisi data diri dan mengambil nomor pendaftaran.
ternyata pendaftar yg datang tidak hanya dari desa kampung ilalang, melainkan Dari desa desa tetangga juga Turut datang untuk mendaftar.
Baiklah... semua sudah mengisi data diri dan mengambil nomor peserta.. Sekarang kita akan mulai kwalivikasi peserta, mengingat jumlah murit baru yg akan di terima hanya 50 orang saja, tadinya kami akan mengambil 10 orang setiap desa. namun karna Dari kelima desa terdekat sudah berada disini, maka Kami akan menentukan 50 orang yg akan jadi murit baru cukup di sini saja, untuk itu kami akan menyeleksi dari 796 pendaftar, akan ikut ke perguruan hutan belantara sebanyak 150 orang. maka dari itu kami akan meloloskan 150 orang untuk ikut seleksi ahir Di perguruan nantinya.
Setiap pendaftar mengantri untuk melakukan tes kejiwaan, yg di lakukan oleh Xyang. setelah tes kejiwaan, para pendaftar menuju Tyang untuk melakukan pemeriksaan struktur tulang dan otot. setelah itu lanjut ke pertarungan, yg di pimpinan Zhui dan Zhoy.
Dari 796 peserta Xyang meloloskan 650 orang. 146 orang lainya blm lulus karna berbagai hal.
mentalnya belum memenuhi syarat.
kondisi lagi kurang Sehat.
tidak siap tinggal di perguruan.
lalu Xyang pun membantu Tyang yg sedang memeriksa struktur tulang dan otot.
Setelah di periksa struktur tulang dan otot para peserta, yg lolos jadi semakin berkurang. tinggal 500 orang. sisanya yg 150 orang blm memenuhi persyaratan.
kondisi badan terlalu lemah.
kondisi otot yg masih blm memenuhi standard perguruan.
struktur tulang yg masih terlalu lemah.
Setelah itu, Xyang dan Tyang pun membantu Zhui dan Zhoy untuk memimpin pertarunagn antar calon murit.
namun pertarungan kali ini, bukan peserta lawan peserta, namun peserta melawan penguji yaitu mereka berempat, dari situ mereka mengetahui tekad dan kemampuan calon murit yg akan ikut mereka kembali perguruan.
Hari sudah sore, namun masih banyak peserta yg blm mendapat giliran bertarung.
untuk itu merekapun memutuskan untuk melanjutkanya esok hari.
__ADS_1
peserta yg sudah mendapat giliran, esok hari tak perlu lagi bertarung. karna setiap peserta yg sudah bertarung sudah memiliki penilaian tersendiri dari penguji.
Ahirnya merekapun manginap disini desa kampung ilalang. penatua sudah menyiapkan ruangan husus buat mereka. untuk konsumsinya pun sudah semua di sediakan.
Trimakasih penatua dan kak Xiao... kami Jadi gak enak diperlakukan seperti ini. tidak perlu sungkan Xyang... semua ini tak ada apa apanya, dibandingkan petolongan kalian dulu. kalau tidak ada kalian, Mungkin desa ini sampai sekarang masih jadi desa yg lebih penderitaan. tutur Xiao.
ah.. kak Xiao bisa aja,,, itukan sudah lama berlalu kak... sahut Tyang.
mau sampai kapanpun jasa kalian tak akan pernah terlupakan Oleh penduduk desa kampung ilalang ini. buktinya... semua makanan dan fasilitas ini. ini bukanlah dari Kami, melainkan pemberian warga yg gembira melihat kalian datang lagi ke desa ini. tutur Xiao kembali.
baiklah penatua dan kak Xiao.. tolong sampaikan rasa trimakasih kami kepada warga. atas sambutan hangat yg warga berikan untuk kami.
penatua dan Xiao Yi hanya tersenyum saja.
Setelah mereka selesai makan dan berbincang bincang, merekapun pergi ke ruangan yg telah di sediakan untuk mereka.
memang apa yg telah kalian lakukan untuk warga desa ini Xyang..? sepertinya mereka sangat menghormati kalian... tutur Zhui penasaran.
ah... gak ada apa apa kak Zhui... cuman sedikit bantuan kami aja, Kala itu Ada rombongan perampok yg menunda desa ini itu aja koq. tutur Tyang merendah.
Keesokan harinya, merekapun melanjutkan kegiatan penerimaan calon murit.
mereka berempat langsung turun tangan bersamaan untuk menguji peserta.
Hasilnya mereka telah menentukan 150 orang yg akan ikut mereka kembali perguruan hutan belantara, untuk melakukan tes kelolosan untuk di terima atau tidak jadi murit di perguruan.
Setelah selesai semua kegiatan penerimaan calon murit baru seleksi awal, mereka pun kembali ke perguruan hutan belantara.
namun sebelumnya mereka memberitahukan kepada peserta yg lolos, untuk segera datang ke perguruan paling lama 3 hari dari hari ini.
lalu merekapun kembali ke perguruan.
Sesampainya di perguruan, merekapun melaporkan hasil kerja mereka kepada patriak 1 dan 2.
kek... kami sudah melakukan seleksi awal, dan hasilnya paling lama 3 hari lagi, 150 orang akan datang kesini, untuk mengikuti seleksi ahir penerimaan murit baru.
baiklah kek... kami pamit dulu. tutur mereka serentak.
Hari yg ditunggu pun tiba. sebuah lapangan yg cukup luas sudah di sulap menjadi tempat pendaftaran atau tepatnya tempat seleksi ahir penerimaan murit baru.
seluruh calon murit yg lolos Di seleksi awal pun telah tiba. Ada yg di antar saudara, Ada yg di antar orang tua dan tak sedikit pula yg datang sendiri bersama teman sesama calon murit baru.
tak sedikit juga para pendekar yg datang sekedar melihat acara itu, tampak juga beberapa tamu undangan. yg sengaja mereka undang untuk memeriahkan acara Kali ini.
Kali ini Xiao Yi dinginya husus oleh Xyang untuk jadi pembawa acara.
Xiao Yi pun sudah naik ke atas panggung.
Selamat datang untuk para tamu undangan...
Selamat datang untuk para pendamping..
Selamat datang untuk para tamu yg Sekedar ingin menyaksikan acara ini.
Dan tentunya para peserta calon murit perguruan hutan belantara.
Yg terhormat pejabat daerah serta rombongan, yg telah hadir memenuhi undangan.
Yg terhormat para undangan husus..
Dan tak lupa juga kita sambut patriak perguruan ini, untuk segera menempati tempat yg telah disediakan.
para hadirin dimohon untuk berdiri.
gemuruh tepuk tangan menyertai Bha Lyang dan Cheng Ming yg berjalan menuju kursi mereka.
Setelah Bha Lyang dan Cheng Ming duduk, para hadirin pun dipersilahkan Duduk kembali.
__ADS_1
selanjutnya, kita sambut para peserta calon murit perguruan hutan belantara.
150 orang yg lolos seleksi awal pun memasuki lapangan, dan merekapun serentak memberi hormat kepada patriak dan para t as much yg hadir.
gemuruh tepuk tangan para hadirin pun kembali terdengar riuh.
Baiklah... baiklah...
sebelum kita memasuki acara sesunguhnya. kita akan saksikan terlebih dahulu, gerakan beberapa jurus kebanggaan perguruan yg akan di peragakan para tetua perguruan.
yg pertama Kita sambuutt ....
* tetua 1, saudara Xyang.....
berikutnya,,, kita sambuutt...
* tetua 2, saudari.... Tyang....
selanjutnya... kita sambuutt....
* tetua 3, saudari.... Zhui.....
terahir sekali... kita sambuutt...
* tetua 4, saudari..... Zhoy.....
Gemuruh tepuk tangan para hadirinpun kembali terdengar riuh. manyambut kemenangan empat tetua.
para tetua pun memberi hormat kepada patriak, lalu para hadirin.
merekapun melakukan gerakan serentak, mendemonstrasikan gerakan pedang perguruan hutan belantara.
para hadirin yg menyaksikanya pun terpukau, takjub akan kehebatan ilmu pedang perguruan hutan belantara yg mereka saksikan.
selanjutnya, gerakan trisula. mereka pun bergerak serentak dan serasi. para hadirin yg menyaksikanya pun makin terpukau. sebagian hadirin yg tahun lalu juga hadir, jadi tak ragu lagi akan kemampuan para tetua muda perguruan ini.
Selanjutnya, mereka melakukan gerakan gerakan dari Kitab tangan sakti.
gerakan serentak yg mereka lakukan, seolah gerakan itu adalah gerakan tari tarian yg indah. namun para pendekar yg hadir, mengetahui kalau gerakan itu adalah mematikan.
wah... hebat sekali gumam mereka tanpa sadar.
Selanjutnya, gerakan gerakan dari Kitab kaki 1000. kembali gerakan serentak yg mereka pertontonkan, membuat takjub para hadirin yg ada di tempat itu.
tepuk tangan yg sangat meriah terdengar, ketika mereka telah dalam posisi siap Dan memberi hormat. pertanda selesai sudah demo gerakan ilmu Bela diri yg mereka miliki.
Baiklah.....
kita tadi Sudah menyaksikan gerakan gerakan yg di demonstrasikan para tetua perguruan.
trimakasih para tetua, sudah memberikan tontonan yg sangat luar biasa buat Kita semua. tutur Xiao Yi.
Selanjutnya Kita akan dengarkan Kata Sambutan mewakili patriak perguruan hutan belantara.
kepada patriak 2 pendekar legenda Cheng Ming, Di persilahkan naik ke podium.
tepuk tangan hadirin tak ketinggalan.
Cheng Ming mengangkat kedua tanganya, agar para hadirin kembali tenang.
*Trimakasih buat teman teman yg masih setia mengikuti tulisan saya ini.
Mohon dukungan saran dan kritiknya.
jangan lupa like dan Coment serta vote dan bintangnya ya..
trimakasih... 🙏🙏👍😊
__ADS_1