PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Meninggalkan Pulau


__ADS_3

Ternyata John seorang nelayan, yg menukar Ikan tangkapanya pada petani ubi di sebrang pulau, sebelum ia ahirnya terbawa gelombang ombak besar sampai terdampar di pulau itu.


Merekapun mulai memikirkan cara untuk pergi meninggalkan pulau itu.


mereka pun ahirnya bersepakat untuk memperbaiki perahu John yg rusak.


Setelah dua hari mereka memperbaiki perahu John. Tiba saatnya mereka berlayar meninggalkan pulau itu menuju kerajaan arah timur, sesuai peta yg dimiliki John. Karna ke arah tidurlah mereka akan menemukan daratan terdekat. Dan disana terdapat sebuah kota besar yg bernama kota Awan Putih. karna kita itu memang selalu di delimit awan putih hampir sepanjang harinya.


Mereka pun mulai mendayung perahu yg mereka tumpangi. Dibantu layar yg tidak begitu besar sebagai pendorong memanfaatkan tiupan angin. Ombak yg besar membuat mereka berjuang dengan keras mempertahankan keseimbangan perahu agar tidak tarbalik dan tenggelam. John yg memiliki pengalaman berlayar lebih banyak, selalu memberi arahan pada Xyang dan Tyang.


Sudah dua Hari mereka di tengah lautan, namun belum juga ada terlihat tanda tanda adanya daratan yg mereka tuju.


berdasarkan arah terbit matahari, mereka pun mendayung dan mengarahkan perahu mereka ke arah itu.


lima hari sudah mereka berlayar, baru tampak daratan jauh di arah timur, seperti yg tertera di peta yg John miliki. Mereka pun semakin semangat untuk mendayung perahu itu. sekitar 100 meter lagi jarak mereka dari pulau itu, tiba tiba saja ombak besar menghadang laju perahu mereka. Perahu pun sudah hampir penuh oleh air laut, yg masuk dengan paksa, membuat perahu mereka hampir saja tenggelam. Namun dengan sigap John membuang air dengan menggunakan gentong besar. Sehingga perahu mereka pun tak jadi tenggelam.


Mereka pun ahirnya bisa berlabuh dengan selamat di sebuah dermaga kecil milik nelayan di daerah itu.


Xyang dan Tyang pun berpisah dengan John di tempat itu, karna mereka lebih memilih jalan darat, ketimbang jalur laut yg sewaktu waktu ombak besar bisa saja menggulung dan menengelamkan mereka.


Sesuai dengan namanya, kota awan putih selalu saja di liputi awan putih, untungnya hari ini awan tak setebal hari hari biasanya.


Xyang dan Tyang pun mulai berjalan menyusuri jalan, mereka mau mencari pasar untuk membeli beberapa pakaian, karna pakaian yg mereka kenakan sudah sangat tidak layak pakai lagi.


Sangat sulit buat mereka menemukan pakaian seperti yg biasa mereka kenakan. Karna memang model pakaian Di daerah itu jauh berbeda dengan di tempat asal mereka. Ahirnya mereka pun memilih pakaian yg ada di jual di pasar itu.


Tak sedikit orang yg memperhatikan mereka karna ras mereka yg jarang di jumpai di daerah itu. Namun lagi mereka yg sudah biasa bepergian, hal itu mereka anggap biasa saja. Karna mereka memang sudah sering bertemu manusia dengan ras yg sama dengan Xyang dan Tyang.


Hei.. anak muda... "! Sepertinya kalian bukan orang sini.. " aku belum pernah melihat kalian sebelumnya di kota ini. Tanya seorang yg berpakaian seperti prajurit. Mereka ada enam orang jumlahnya.


Benar paman,,,," kami memang pendatang baru di sini... " sebenarnya kami terdampar saat menumpang sebuah perahu.. ' namun kami ingin sekedar jalan jalan dan menikmati kemudahan kota ini. Jawab Xyang.


Pantas saja.. " sahut orang itu kembali.


oh ya paman... " apa dekat sini Ada penginapan dan restoran.. "? Tanya Xyang kembali.


Ya.... " tak jauh dari sini, Ada sebuah penginapan berbintang...' tapi aku gak yakin kalian sanggup menyewa kamar disana.. ' karna harga kamar penginapan disana cukup mahal untuk ukuran orang gak mampu.


sahut orang itu lagi.


Oh... memang berapa pasaran sewa kamar termurah disana paman.. "? Kalau memang sanggup kami akan menginap disana.. " tutur Xyang penasaran.


Baiklah... " biar kalian tau aja,, ' harga sewa kamar termurah disana 10 koin perunggu per satu malamnya. Jika kalian menginap minimal tujuh Malam,, pihak penginapan biasanya akan memberi potongan 10 koin perunggu. Tutur orang itu.


Baiklah paman... " apa paman boleh mengantar kami ke penginapan itu. Tanya Xyang sedikit meminta tolong.

__ADS_1


Baiklahhh... " kami akan mengantarakan kalian kesini penginapan itu.. ' ayolah ikut dengan kami. tutur orang itu sambil berjalan menuju penginapan yg dimaksudkan.


Tak butuh waktu lama buat mereka untuk sampai di penginapan itu. sekitar sepuluh menit mereka sudah sampai.


Oh... ya... " perkenalkan, aku Edward petugas patroli kota awan putih. Dan mereka berlima adalah teman teman saya. Jika kalian butuh sesuatu, tak perlu sungkan sungkan, kami akan membantu sebisa yg kami mampu. Tutur orang itu yg ternyata bernama Edward.


Baiklah paman Edward... " trimakasih atas kebaikan kalian pada kami..' kami sangat senang berkenalan dengan kalian semua..'tutur Xyang. Oh.. ya paman perkenalkan saya Xyang, dan ini adik saya tyang. sambil berlalu masuk kedalam penginapan itu.


Selamat sore tuan dan nona... "! Ada yg bisa Kami Bantu.. "? Tanya seorang resepsionis penginapan itu dengan ramahnya.


Berikan kami dua kamar paling murah... " Dan tolong siapkan makanan terbaik untuk kami.


Kira kira berapa kami harus bayar.. "? Tanya Xyang kembali.


Setelah menghitung hitung, resepsionis itu pun menyerahkan bon pada Xyang.


lalu Xyang memberikan satu keping koin perak pada resepsionis itu.


Maaf tuan... " apa tidak ada uang pas saja..."?


kami belum memiliki kembalianya...' tutur resepsionis itu.


Oh...." simpan saja buat kalian kembalianya.. ' tutur Xyang kembali.


Waduuhhh... "! apa gak terlalu banyak tuan.. "? Aku tak berani mengambilnya. tutur resepsionis itu kaget.


tolong siapkan segera pesanan kami ya... " karna kami sudah sangat lapar. Tutur Xyang.


Baik.. baik tuan... "


lalu resepsionis itu memanggil seorang pelayan untuk mengantarkan Xyang dan Tyang ke kamar mereka masing masing.


Setelah bersih bersih, Xyang dan Tyang pun di jemput pelayan untuk makan. Karna makanan pesanan mereka sudah selesai di hidangkan.


Mereka pun segera menuju ruang makan, yg sudah di siapkan oleh pelayan di penginapan itu. Tanpa basa basi mereka pun melahap habis semua hidangan yg ada. Para pelayan pun terheran heran melihat nafsu makan Xyang dan Tyang yg luar biasa itu.


Karna porsi yg mereka siapkan sebenarnya cukup untuk enam sampai delapan orang. Namun Xyang dan Tyang menghabiskanya berdua saja.


Setelah makan malam, mereka pun berjalan jalan keliling kota itu. Sekedar melihat lihat bila ada sesuatu yg menarik hati mereka.


Xyang pun tertarik melihat seorang pedagang cantik, yg menjual berbagai macam benda benda langka.


Nona... "!? apa Nona menjual Peta dunia... "? Tanya Xyang penuh harap.


maaf tuan... " saya Hanya memiliki separuhnya saja, sedang yg separuhnya lagi ada sama kakak saya, yg juga datang seperti saya di desa sebelah. sahut pedagang itu.

__ADS_1


Apa boleh aku lihat, peta yg kau miliki,.."? Tanya Xyang kembali.


Tentu saja boleh tuan..." silahkan dilihat dulu,..' mudah mudahan peta yg saya miliki sudah cukup buat tuan.


Xyang dan Tyang pun memperhatikan Peta yg ada di ruangan mereka. Mereka pun mencari posisi kerajaan Mandaliang, tempat asal muasal mereka.


Setelah mereka lihat lihat, ternyata letak posisi kerajaan Mandaliang tak ada di dalam peta yg mereka pegang itu.


Maaf tuan... "! Kalau saya boleh tau.. " kira kira daerah mana yg akan tuan cari di peta itu..."? Tanya pedagang cantik itu.


Oh... ya... "! apa nona pernah dengar kerajaan mandaliang.."? Tanya Xyang penasaran.


Wah... " Di peta yg dibawa kakak saya, saya pernah melihat nama daerah yg tuan katakan barusan. Tapi kalau gak salah, jaraknya sangat jauh sekali dari sini. Kakek saya dulu pernah pergi kesana.. ' Katanya berjalan kaki akan memakan waktu setahun lebih biar sampai disana.


Kalau naik kuda mungkin bisa di capai dalam 4 sampai 5 bulan, tergantung kuda yg di gunakan. Kalau tidak salah posisinya di arah sebelah timur. Tapi kalian harus menyebrangi lautan yg luas.


Namun jika kalian menempuh lewat perjanalan darat, waktu yg kalian capai bisa memakan waktu 10 bulan dengan naik kuda. Itupun Kalau kuda kalian merupakan kuda terbaik...' jika menunggang kuda biasa akan memakan waktu 11 bulan. Karna kalian harus memutar jauh bila lewat darat. Tutur pedagang cantik itu.


baiklah... " trimakasih banyak Nona..." atas semua informasi yg telah nona berikan pada kami.." tutur Xyang.


Setelah hari mulai larut malam, mereka pun kembali ke penginapan mereka.


Namun di tengah jalan, mereka melihat sekelompok orang sedang memukuli seorang laki laki paruh baya.


Melihat kejadian itu mereka pun menyamperin orang orang itu, sekedar untuk memisahkan perkelahian yg tak berimbang dan berat sebelah itu.


Maaf tuan tuan... "! apakah gerangan kesalahan tuan itu, sehingga kalian memukulinya sampai babak belur begitu.. "? Tanya Xyang ingin tau.


*****sekarang saatnya like setelah baca, jangan lupa koment serta saran dan kritiknya ya..


* oh... ia... vote sebanyak banyaknya juga ya...


Dan jangan sampai lupa dukunganya, serta bintang limanya.. OK..... "!?


* trimakasih sebelumnya.... 😊🙏🙏


* Tetap jaga kesehatan, terutama buat teman teman yg menjalankan indah puasa.


semoga masih lancar puasanya, sampai saat lebaran Tiba.


* ingat...! bila tak perlu perlu bgt, gak usah keluar rumah. Karna mencegah, jauh lebih baik daripada mengobati.


* Semoga kita semua sehat selalu.


GOD BLESS YOU AND ME. 👍💪*

__ADS_1


* Maaf lama tak up, Karna ada hal yg tak bisa di tinggalkan. 🙏🙏***


__ADS_2